Pengertian Web Statis Dan Web Dinamis Serta Contoh Dan Perbedaannya

perbedaan web statis dan web dinamis
sumber: pexels.com

Secara garis besar, website yang sering kita jumpai di internet terbagi menjadi dua jenis, yaitu web statis dan web dinamis.

Untuk mengakses kedua jenis web ini, kita sama-sama membutuhkan koneksi internet.

Lantas, apa saja yang membedakan antara kedua jenis web ini?

Nah, pada artikel Androbuntu kali ini saya akan membahas lengkap mengenai web statis dan web dinamis.

Mulai dari pengertian, perbedaan, hingga contoh web statis dan web dinamis.

Baca juga: Ingin Bikin Website Keren? Gunakan 5 CMS Ini

Pengertian Web Statis

pengertian web statis
sumber: pexels.com

Web statis adalah website yang informasi didalamnya tidak bisa di update melalui aplikasi website tersebut secara langsung.

Untuk mengupdate atau mengubah informasi yang terkandung dalam web statis, kita harus melakukannya dengan cara mengubah koding web tersebut.

Web statis tidak membutuhkan database. Sehingga ini menjadi kelebihan tersendiri.

Karena tidak menggunakan database maka web statis dapat berjalan dengan cepat.

Selain itu web statis juga lebih aman dari peretasan, kecuali jika yang diretas adalah komputernya.

Karena tidak menggunakan database, biaya yang diperlukan untuk membangun web statis juga biasanya lebih murah jika dibandingkan dengan web dinamis.

Selain memiliki kelebihan, web statis juga memiliki kekurangan.

Kekurangan web statis adalah web jenis ini sangat minim interaksi dengan pengunjungnya.

Pengunjung tidak dapat melakukan interaksi ketika mengunjungi web statis, seperti berkomentar atau semacamnya.

Karena keteratasannya tersebut, web statis hanya dapat digunakan untuk keperluan tertentu.

Contohnya sebagai web untuk company profile, portofolio atau web tentang informasi yang jarang diubah.

Web statis kurang cocok digunakan sebagai web toko online, media sosial, dan semacamnya karena para pengunjung tidak dapat melakukan banyak interaksi.

Baca juga: Cara Mengubah Website Atau Blog Menjadi Aplikasi Android

Pengertian Web Dinamis

pengertian web dinamis
sumber: pexels.com

Web dinamis bisa dikatakan merupakan kebalikan dari web statis.

Jika web statis dapat di update informasinya menggunakan web tersebut secara langsung, maka web dinamis dapat melakukan hal tersebut.

Sobat Androbuntu dapat mengupdate informasi website melalui website itu sendiri secara langsung.

Sehingga ini menjadi kelebihan tersendiri bagi web dinamis. Lebih mudah digunakan baik oleh profesional maupun orang awam.

Kelebihan web dinamis berikutnya adalah konten yang lebih beragam dan memunkinkan interaksi pengunjung.

Pengunjung web dinamis dapat melakukan interaksi seperti mengisi formulir, memberikan komentar, atau hal-hal lainnya.

Dengan kelebihan-kelebihan tersebut, web dinamis sangat cocok digunakan untuk membuat web toko online, jejaring sosial, web blog, portal berita, dan masih banyak lagi.

Sedangkan kekurangan web dinamis adalah membutuhkan database. Sehingga biaya yang dibebankan untuk membuat sebuah web jadi lebih mahal.

Selain itu web dinamis juga sangat kompleks dari segi bahasa pemrograman yang digunakan.

Sehingga membutuhkan pengetahuan yang lebih dalam untuk membuatnya.

Baca juga: 5 Website Penyedia Foto Berkualitas Gratis

Perbedaan Web Statis Dan Web Dinamis

perbedaan web statis dan web dinamis
sumber: pexels.com

Sebenarnya dari kedua pengertian web statis dan web dinamis diatas, Sobat Androbuntu sudah dapat mengetahu perbedaan antara keduanya.

Berikut ini saya rangkum perbedaan antara web statis dan web dinamis.

  • Web statis tidak membutuhkan database, web dinamis membutuhkan database
  • Pengunjung web statis terbatas dalam berinteraksi dengan web, pengunjung web dinamis lebih leluasa untuk berinteraksi dengan web
  • Web statis hanya menggunakan HTML dan CSS, web dinamis lebih kompleks dengan bahasa pemrograman sepeprti Javascript, PHP, Ruby, dan lain-lain
  • Web statis dapat dimuat dengan lebih cepat oleh browser, web dinamis sedikit lebih lama
  • Web statis relatif lebih sulit dalam menambahkan informasi, web dinamis lebih mudah dalam menambahkan informasi
  • Web statis cocok untuk halaman web yang jarang di update, web dinamis lebih cocok untuk halaman web yang sering di update

Contoh Web Statis

Web statis sebenarnya sangat banyak digunakan diluar sana. Mulai dari web company profile, atau yang lainnya.

Berikut ini adalah beberapa contoh web statis:

  • https://jekyllrb.com/
  • http://www.jekyllnow.com/
  • https://gohugo.io/

Contoh Web Dinamis

Web dinamis pun contohnya juga banyak. Berikut ini beberapa diantaranya:

  • Androbuntu.com
  • Kaskus.co.id
  • Kompas.com
  • Dan lain-lain

Kesimpulan

Nah, itu dia tadi pembahasan lengkap mengenai web statis dan web dinamis, serta contohnya.

Semoga bermanfaat untuk kamu semua yang sedang belajar mengenai website.