Tips Mengembangkan Bisnis yang Baru Dirintis

bisnis yang baru berkembang by Androbuntu.com
sumber: pexels.com

Proses pengembangan bisnis harus disertai dengan perencanaan yang matang. Penelitian Universitas Tennessee tahun 2013 menyatakan bahwa 25% bisnis mengalami kegagalan pada tahun pertama. Selanjutnya, kegagalan meningkat menjadi 35% di tahun kedua. Tingkat kegagalan bahkan semakin tinggi pada tahun ketiga, yaitu 44%. Fenomena tersebut menyebabkan jumlah bisnis yang mampu bertahan terbilang sangat minim.

Agar Anda dapat mengembangkan bisnis yang baru dirintis secara aman dan terencana, sebaiknya Anda menyimak beberapa tips berikut ini:

Membuat Analisis SWOT

Analisis SWOT digunakan untuk menguraikan faktor-faktor penting yang mempengaruhi bisnis. Proses analisis tersebut bertujuan untuk menggambarkan kondisi bisnis secara nyata dan memprediksi berbagai kemungkinan yang belum terjadi.

Ketika membuat analisis SWOT, Anda harus memaparkan empat hal penting, yaitu:

  • Kekuatan bisnis (Strength)
  • Kelemahan bisnis (Weakness)
  • Kesempatan yang bisa dicapai (Opportunity)
  • Ancaman yang berisiko mengganggu bisnis (Threats)

Proses analisis SWOT akan membuat Anda lebih mengenal karakteristik bisnis secara spesifik. Sehingga risiko-risiko gangguan bisnis yang bisa terjadi di masa depan dapat diminimalkan.

Jangan Lupa Melakukan Proses Manajemen Risiko

Kelemahan (weakness) dan ancaman (threats) bisnis harus ditanggulangi dengan cara yang efektif. Setelah melakukan analisis SWOT, selanjutnya Anda wajib melakukan proses manajemen risiko. Buatlah daftar tentang risiko-risiko yang berpeluang mengancam kelangsungan bisnis dan bagaimana cara meminimalisir risiko tersebut. Selain itu, perusahaan juga bisa menggunakan jasa konsultan dalam menganlisis risiko yang mungkin hadir.

Salah satu ancaman yang kerap diremehkan dan membuat pebisnis lalai adalah gangguan cyber. Sebab, risiko siber tidak terbatas pada perusahaan yang berbasis teknologi saja, namun juga perusahaan-perusahaan yang sudah melakukan transformasi digital dan bergantung pada IT (Information Technology) dan Operations Technology, misalnya Kesehatan, Media, Institusi Pendidikan, e-Commerce; setiap perusahaan disarankan perlu mewaspadai serangan cyber yang tidak dapat dihindari. Serangan Ransomware Wannacry terhadap sejumlah rumah sakit di Jakarta merupakan contoh konkret serangan cyber yang merugikan dan mengganggu aktivitas bisnis karena telah mencuri data-data penting yang sangat rahasia. Itulah sebabnya Anda wajib menyiapkan asuransi ancaman cyber sebagai bentuk antisipasi kejahatan cyber sejak dini.

Menyiapkan Dana Darurat

Pengembangan bisnis tidak hanya membutuhkan modal yang memadai. Perusahaan Anda juga wajib menyiapkan cadangan dana darurat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga. Dana darurat bisnis akan menjamin kelancaran proses operasional bisnis secara keseluruhan. Sebagai pebisnis profesional, Anda tidak boleh mencampurkan urusan finansial pribadi dengan kebutuhan bisnis. Sebab, sebagian besar bisnis di tanah air mengalami kebangkrutan karena akibat pengelolaan cash flow yang keliru. Jadi, jangan sampai kesalahan cash flow tersebut juga terjadi pada bisnis Anda.