Pengguna Ponsel! Ini Perbedaan GSM dan CDMA yang Harus Kamu Ketahui

Perbedaan GSM dan CDMA by Androbuntu

Untuk beroperasi secara maksimal, sebuah telepon seluler membutuhkan dukungan jaringan.

Seperti diketahui, di Indonesia terdapat dua jenis jaringan yakni System for Mobile Communication (GSM) dan Code Division Multiple Acces (CDMA).

Meski sama-sama bisa menjalankan fungsi seperti telepon dan SMS, keduanya ternyata memiliki banyak perbedaan.

Berikut perbedaan GSM dan CDMA yang harus Sobat Androbuntu ketahui.

Baca juga:

1. Prinsip Kerja

GSM merupakan teknologi yang dirancang untuk kepentingan jaringan nirkabel mobile.

Karena itu, GSM dapat bekerja mengirimkan data dalam slot waktu tertentu menggunakan metode Time Division Multiple Access.

Metode ini yang menjadi perantara dalam akses informasi.

Jadi, saat seseorang mengirim informasi, data ditampung sementara di slot waktu sebelum nantinya diteruskan ke penerima.

Sementara itu, CDMA dapat merupakan jaringan multiakses yang dalam teknisnya akan menggunakan kode unik.

Karena berbasis pada kode unik, maka setiap penggunanya memiliki kode yang berbeda satu dengan yang lain.

Jadi, saat melakukan koneksi, kode akan membuat akses yang berbeda bagi tiap orang sehingga sang pengguna akan bebas berkomunikasi dengan orang lain.

2. Cakupan BTS

Hal selanjutnya yang menjadi perbedaan adalah soal cakupan Base Transceiver Station (BTS) kedua jaringan.

Kehadiran BTS ini hadir dalam infrastruktur yang bisa memungkinkan komunikasi nirkabel antara pengguna jaringan operator.

Salah satu contohnya seperti tower sinyal operator yang bisa kamu lihat berdiri di beberapa tempat.

Di Indonesia, operator GSM cenderung lebih dominan dibanding CDMA.

Ini terlihat dari banyaknya tower GSM yang berdiri hingga di pelosok-pelosok daerah.

3. Kemampuan Roaming

Aspek selanjutnya yang menjadi perbedaan GSM dan CDMA adalah kemampuan roaming.

Untuk diketahui, roaming yakni kemampuan jaringan telekomunikasi untuk beroperasi di wilayah-wilayah tertentu.

Dalam teknis pelaksanaannya, kemampuan roaming GSM membuatnya dapat digunakan pada setiap daerah yang ada di Indonesia asalkan sudah terpasang akses jaringan.

Berbeda dengan GSM, CDMA ternyata tidak bisa digunakan secara bebas.

Ketika kamu hendak menggunakan CDMA di wilayah lainnya, maka akan dikenankan biaya tambahan untuk roaming.

CDMA tidak selamanya bisa digunakan secara bebas.

Saat Sobat Androbuntu menggunakan jaringan berbasis CDMA di luar wilayah yang sudah ditentukan, maka akan dikenakan biaya roaming.

4. Keamanan Jaringan

Bicara soal aspek keamanan komunikasi, CDMA yang lebih unggul ketimbang GSM.

Hal ini dikarenakan CDMA menggunakan kode unik untuk setiap jaringan komunikasi penggunanya.

Karena itu, jaringan CDMA kerap digunakan dalam transaksi keuangan hingga kepentingan komunikasi yang bersifat rahasia, termasuk dalam bidang militer.

5. Jumlah Pengguna

Berdasarkan pemakaian, operator layanan GSM memiliki jumlah pengguna yang lebih banyak.

Tak hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai belahan dunia terutama Eropa.

Adapun pengguna CDMA cenderung lebih sedikit.

Hal ini membuat banyak operator CDMA yang memilih untuk menutup usahanya.

Di Indonesia misalnya, provider GSM seperti IM3, Telkomsel dan Axis tampak semakin eksis.

Sementara provider CDMA seperti Esia dan Smartfren kurang begitu populer.

6. Biaya Investasi

Perbedaan GSM dan CDMA selanjutnya adalah soal biaya investasi yang dikeluarkan untuk membangun jaringan.

Berdasarkan perhitungan, sistem jaringan seluler yang menggunakan teknologi kode seperti CDMA jauh lebih terjangkau ketimbang GSM.

Ini karena implentasi jaringan GSM lebih rumit.

7. Harga Layanan dan Perangkat

Karena adanya perbedaan biaya investasi yang dikeluarkan provider, hal ini turut mempengaruhi harga layanan sistem jaringan seluler serta perangkatnya di pasaran.

Karena memiliki biaya investasi lebih murah, perangkat ponsel jaringan CDMA pun menawarkan harga yang lebih murah.

Harga untuk layanan komunikasi pun lebih terjangkau. Hal ini berbanding terbalik dengan GSM yang memiliki biaya investasi tinggi.

Saat Sobat Androbuntu membeli smartphone yang sudah mendukung jaringan GSM, harganya lebih mahal bukan? Harga layanan GSM pun lebih tinggi.

Bahkan, untuk daerah-daerah yang berada di pelosok, para pengguna harus membayar biaya untuk layanan telepon dan internet jauh lebih mahal dibandingkan dengan mereka yang berada di pusat kota.

Demikian perbedaan GSM dan CDMA yang dapat kamu ketahui.

Setelah mengetahui perbedaan ini, selanjutnya kamu bisa memilih yang manakah provider yang cocok dengan kebutuhan komunikasi harian serta daerah tempat kamu tinggal.