Kelebihan Chrome OS: Sistem Operasi yang Ringan dan Cepat

Jika berbicara mengenai sistem operasi desktop, maka biasanya orang hanya mengenal dua nama, yaitu Windows dan macOS. Keduanya memiliki jumlah pengguna yang banyak, terutama Windows.

Pada tahun 2021, Windows menguasai 76.56% pangsa pasar sistem operasi desktop di seluruh dunia. Sedangkan macOS memiliki pangsa pasar sebesar14.64%. Sisanya di isi oleh Linux dan sistem operasi yang tidak populer lainnya.

Namun sejak beberapa tahun lalu, Google mengembangkan sistem operasi desktop buatannya sendiri, yaitu Chrome OS. Yang kemudian lambat laun menjadi semakin populer.

Di Amerika, Chromebook (perangkat yang menjalankan Chrome OS) sangat populer digunakan untuk kegiatan pendidikan karena harganya yang murah.

Saat ini di Indonesia Chromebook juga semakin dilirik karena harganya yang murah serta sitem operasinya yang ringan.

Untuk Sobat Androbuntu yang baru saja ingin mencoba Chromebook, ketahui terlebih dahulu apa saja kelebihan sistem operasi buatan Google ini.

Baca juga: Cara Mengganti Mesin Telusur di Google Chrome

1. Ringan dan Mudah Digunakan

Kelebihan pertama yang dimiliki oleh Chrome OS ialah ringan dan mudah digunakan. Chrome OS sangat ringan jika dibandingkan dengan sistem operasi dekstop lainnya seperti Windows dan macOS.

Itu dikarenakan Chrome OS hanya membawa komponen-komponen penting yang dibutuhkan untuk melakukan penjelajahan web.

Antarmuka Chrome OS juga tidak sekompleks sistem operasi lain, sehingga mudah digunakan baik oleh orang awam maupun yang sudah ahli.

2. Waktu Booting yang Cepat

Dalam sebuah video di YouTube, seorang pengguna melakukan perbandingan waktu kecepatan booting antara Chrome OS dan Windows 10 dengan hasil yang cukup mencengangkan.

Chrome OS dapat melakukan booting dengan sangat cepat, tidak lebih dari 3 detik. Sedangkan Windows 10 membutuhkan waktu setidaknya 8 detik untuk booting dengan sempurna.

Perbedaan kecepatan waktu booting ini dipengaruhi oleh komponen kedua sistem operasi tersebut.

Seperti yang sudah saya singgung pada poin sebelumnya, Chrome OS merupakan sistem operasi yang ringan, sehingga dapat booting dengan cepat.

3. Tidak Mudah Terkena Virus

Sudah menjadi rahasi umum bahwa perangkat yang menggunakan sistem operasi Windows sering menjadi sasaran para pembuat virus.

Virus komputer sejatinya adalah kode-kode pemrograman yang ditujukan untuk melakukan tugas untuk merusak sistem dan hal merugikan lainnya.

Windows menjadi target banyak pembuat virus karena memang merupakan sistem operasi yang banyak penggunanya.

Virus yang dibuat khusus untuk Windows hanya dapat berjalan di Windows, dan tidak dapat berjalan di Chrome OS.

Karenanya, ketika menggunakan Chromebook (perangkat Chrome OS), kamu tidak perlu khawatir perangkat kamu terinfeksi virus.

Walaupun ada virus yang masuk ke dalam Chromebook kamu, baik sengaja maupun tidak, virus tersebut tidak akan dapat melakukan apa-apa karena memang struktur kode Chrome OS dan Windows berbeda.

Ini membuat Chrome OS relatif lebih aman dibandingkan Windows.

4. Terintegrasi dengan Akun Google

Seperti namanya, Chrome OS merupakan sistem operasi yang mengandalkan peramban Google Chrome sebagai komponen utamanya.

Karenanya, ketika kamu membeli Chromebook baru, kamu tidak perlu membuat akun baru juga.

Kamu cukup login menggunakan akun Google yang sudah ada. Maka kamu sudah dapat menggunakan Chromebook tersebut.

Semua file yang kamu simpan di Google Drive akan secara otomatis dapat Sobat Androbuntu lihat pada Chromebook tersebut, begitu juga dengan riwayat browsing, riwayat tontonan YouTube dan lainnya.

Intinya jika kamu adalah pengguna produk-produk Google, Chrome OS akan melengkapinya dengan sempurna.

5. Mendukung Aplikasi Android dan Linux

Awalnya Chrome OS merupakan sistem operasi yang berfokus pada cloud. Tidak ada dukungan untuk aplikasi native seperti pada Windows dan macOS.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, Google terus memperbarui Chrome OS.

Beberapa pembaruan tersebut diantaranya ialah menambahkan dukungan aplikasi Android dan Linux.

Ya, kamu dapat menggunakan aplikasi (dan juga game) Android serta Linux di Chrome OS.

Dengan begitu akan semakin banyak pilihan aplikasi yang dapat kamu gunakan. Kamu dapat menggunakan aplikasi Linux seperti Libre Office sebagai ganti dari Microsoft Office.

Libre Office dapat kamu gunakan untuk mengetik dokumen ketika sedang tidak terhubung ke internet. Aplikasi ini juga mendukung format DOC dan DOCX.

Jika ingin mengedit foto, kamu dapat menggunakan GIMP yang memiliki fitur-fitur seperti Photoshop.

Belum lagi dengan dukungan Google Play Store, kamu dapat memasang semua aplikasi dan game Android di Chrome OS.

6. Pembaruan Otomatis di Latar Belakang

Saat menggunakan Chrome OS, kamu sama sekali tidak pelru repot dengan urusan pembaruan atau update.

Semuanya dilakukan secara otomatis di latar belakang.

Jika ada pembaruan, Chrome OS akan langsung mengunduhnya dan menerapkan pembaruan itu tanpa kamu sadari.

Dengan begitu komputer kamu akan selalu menggunakan Chrome OS versi terbaru tanpa kamu sadari.

7. Perangkat Chromebook Lebih Terjangkau

Karena ringan, Chrome OS tidak membutuhkan hardware yang terlalu tinggi spesifikasinya. Karenanya tidak heran jika harga Chromebook relatif terjangkau dibandingkan dengan PC atau Mac.

Namun tetap tersedia pilihan Chromebook dengan spesifikasi yang lebih tinggi serta harga yang juga lebih tinggi.

Namun secara umum, Chromebook memiliki harga yang lebih terjangkau.

Kekurangan Chrome OS

Dibalik kelebihan-kelebihannya, Chrome OS juga memiliki kekurangan. Perangkat yang menjalankan Chrome OS, atau Chromebook, sangat tergantung dengan internet.

Setidaknya untuk sebagian besar kegiatan yang dapat kamu kerjakan di Chromebook harus terhubung ke internet. Mulai dari mengetik dokumen di Google Docs, sinkronisasi file di Google Drive, dan masih banyak lagi.

Kamu juga tidak dapat memasang aplikasi-aplikasi populer yang biasa kamu gunakan di Windows, seperti Photoshop, Microsoft Word, dan lain-lain.

Untuk urusan gaming, kamu juga tidak dapat memasang game-game PC seperti saat kamu menggunakan komputer dengan sistem operasi Windows.

Kamu hanya dapat memainkan game Android yang di unduh dari Google Play Store.

Kekurangan lainnya ialah masalah privasi. Saat menggunakan Chrome OS, kamu harus menggunakannya bersama akun Google kamu.

Sehingga seluruh aktivitas yang kamu lakukan, mulai dari pencarian, riwayat tontonan video YouTube, dan informasi file kamu terekam di server Google.

Karenanya, Google dapat mengetahui jika kamu sering menonton video Blackpink di YouTube dan mencari foto Jennie di Google.

Suka teknologi? Jangan lupa follow Instagram Androbuntu untuk mendapatkan info-info terbaru seputar dunia teknologi dan gadget.

Pemikir, cowok rumahan.