Hindari 5 Kesalahan Ini Saat Menjual NFT di OpenSea

OpenSea saat ini merupakan pasar NFT terbesar di planet bumi, dan menjadi tempat yang tepat untuk kamu yang ingin memulai petualangan menjual NFT pertama kamu.

Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama untuk kamu yang masih pemula dan baru pertama kali menjual NFT.

Memang, melakukan kesalahan saat pertama kali melakukan sesuatu yang baru merupakan hal yang lumrah.

Namun ada baiknya kamu menghindarinya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dari apa yang akan kamu lakukan, yaitu menjual NFT di OpenSea.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu kamu hindari saat menjual NFT.

Baca juga: Mengenal OpenSea, Platform Jual-Beli NFT Terbesar di Planet Bumi

1. Terlalu Terburu-buru

Membuat NFT dan menjualnya memang dapat menjadi hal yang menyenangkan. Namun perlu diingat bahwa kamu tidak boleh terburu-buru dalam melakukannya.

Perlu diingat bahwa ketika kita melelang atau mendaftarkan NFT di daftar lelang, maka akan ada biaya (Gas Fee) yang harus dibayar.

Advertisements

Biaya ini bisa menjadi sangat tinggi di waktu-waktu tertentu, bisa juga menjadi rendah di waktu lainnya.

Hal ini dikarenakan oleh beberapa hal, namun umumnya dikarenakan oleh tingkat kepadatan jaringan Ethereum.

Semakin sibuk jaringan Ethereum, akan semakin tinggi biaya minting NFT. Begitu juga sebaliknya.

Karenanya, ada baiknya kamu menunggu hingga biaya gas (Gas Fee) cukup murah sehingga kamu dapat meminimalisir biaya yang Sobat Androbuntu keluarkan.

Terlalu terburu-buru juga dapat membuat kamu melakukan kesalahan ketika mengisi informasi mengenai NFT yang kamu jual.

Mulai dari nama NFT, informasi NFT dan informasi lainnya.

Untuk menghindari hal tersebut, cek lagi secara seksama semua NFT yang kamu buat.

Advertisements

2. Menjual NFT Satu Per Satu

Kesalahan umum yang juga biasa dilakukan oleh orang yang baru pertama kali menjual NFT ialah menjual NFT satu per satu.

Itu sangat tidak efisien, terutama dari biaya gas (Gas Fee) yang akan kamu keluarkan.

Di OpenSea, kmau dapat me-listing banyak NFT sekaligus dengan biaya gas yang sama seperti kamu me-listing 1 buah NFT.

Jadi dengan kata lain, lebih baik kamu mengunggah banyak NFT, lalu me-listing-nya secara bersamaan.

Jauh lebih menguntungkan bukan? Kamu dapat menghemat banyak Ethereum.

3. Menerapkan Harga Terlalu Rendah

Di OpenSea, kamu tidak dapat menaikkan harga NFT kamu. Sobat Androbuntu hanya dapat mengurangi harganya.

Jika kamu benar-benar ingin menaikkan harganya, maka kamu harus menghapusnya dan me-minting yang baru. Dan ini sama-sama membutuhkan biaya gas.

Advertisements

Karena itu, untuk menghindari hal tersebut, jangan menerapkan harga yang terlalu rendah. Mulailah dengan harga yang sedikit tinggi yang sekiranya tetap memiliki peluang akan ada yang membeli NFT kamu itu.

Dengan menerapkan harga yang tinggi pada NFT, kamu dapat menurunkan harganya sedikit demi sedikit jika memang dibutuhkan.

Jika dari awal kamu sudah mematok harga yang rendah, maka kamu hanya dapat mengubahnya menjadi lebih rendah lagi.

4. Membayar Biaya Gas Terlalu Tinggi

Ethereum merupakan cryptocurrency dengan biaya gas yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan yang lainnya, contohnya Bitcoin.

Kita dapat mengirim Bitcoin bernilai 10.000 rupiah tanpa takut dengan biaya gas yang melebihi Bitcoin yang kita kirim.

Berbeda dengan Ethereum, biaya gas di blockchain ini sangat tinggi.

Bahkan jika kamu hanya mengirim Ehtereum senilai 10.000 rupiah, kamu mungkin harus membayar biaya gas sebesar 1.000.000 rupiah.

Advertisements

Karenanya, banyak pengamat blockchain yang berpendapat bahwa Ethereum merupakan blockchain yang tidak efektif untuk digunakan sebagai kurensi.

Biaya gas yang tinggi juga berlaku saat kamu minting NFT.

Hindari untuk me-minting 1 buah NFT saja, terutama jika NFT tersebut kamu jual dibawah 1.000.000 rupiah.

Itu hanya akan membuang-buang Ethereum kamu karena biaya gasnya mungkin akan lebih besar dari itu.

Untuk menghindarinya, kamu dapat me-minting NFT setelah semuanya terunggah. Kamu dapat mengunggah puluhan bahkan ratusan NFT, lalu me-minting-nya secara bersamaan dengan membayar biaya gas yang sama seperti me-minting 1 NFT.

5. Berekspektasai Akan Ada yang Membeli NFT Kamu

Orang-orang biasanya tidak membeli NFT dari seniman random seperti kamu. Bahkan seniman yang sudah memiliki banyak penggemar pun belum tentu dapat menjual NFT-nya dalam waktu cepat.

Karenanya, ketika kamu menjual NFT di OpenSea, jangan berekspektasi terlalu tinggi bahwa NFT kamu akan laku dijual.

Advertisements

Namun tidak menutup kemungkinan NFT kamu akan ada yang membelinya. Untuk memperbesar kemungkinan tersebut, bergabunglah dengan komunitas-komunitas NFT di internet.

Ada banyak forum, grup Facebook dan grup Telegram bertema NFT yang dapat kamu ikuti.

Bergabunglah dengan komunitas-komunitas tersebut, berbaur dengan anggota lainnya, lalu perlahan-promosikan NFT yang Sobat Androbuntu jual di OpenSea.

Gamer paruh waktu.