BerandaCryptocurrencyApa itu Decentralized Exchange (DEX)? Apa Bedanya dengan Centralized Exchange?

Apa itu Decentralized Exchange (DEX)? Apa Bedanya dengan Centralized Exchange?

Sebagian diantara kalian mungkin ada yang belum tahu bahwa exchange kriptokurensi terbagi menjadi dua jenis, yaitu decentralized exchange dan centralized exchange.

Keduanya memiliki cara kerja yang berbeda. Walaupun sama-sama digunakan untuk membeli dan menjual kriptokurensi.

Di artikel Androbuntu.com kali ini saya akan menjelaskan apa itu DEX dan apa bedanya dengan CEX.

Baca juga: Apa itu Staking dalam Kriptokurensi?

DEX vs Centralized Exchange

Centralized exchange atau biasa disingkat CEX adalah exchange yang memegang dana para penggunanya, baik itu mata uang FIAT ataupun kriptokurensi.

Pengguna yang ingin menggunakan CEX harus mendaftar dan melakukan verifikasi KYC, setelah itu harus mentransfer uang atau krptokurensi ke exchange tersebut.

Beberapa exchange yang termasuk dalam kategori CEX antara lain adalah Binance, Tokocrypto, [Indodax](https://androbuntu.com/2022/04/21/cara-mengirim-koin-dari-trust-wallet-ke-indodax/] dan Luno.

Sedangkan decentralized exchange atau DEX adalah exchange yang terdesentralisasi, artinya exchange jenis ini tidak memegang dana para penggunanya.

DEX biasanya digunakan untuk membeli token, bukan koin. Token tersebut dapat dibeli menggunakan kriptokurensi bawaan blockchain yang digunakan.

Advertisements

Sebagai contoh, Sushiswap adalah DEX berbasis Ethereum, artinya kalian dapat membeli token-token berbasis Ethereum di Sushiswap menggunakan Ether atau token ERC20 lainnya.

Salah satu yang membuat DEX menjadi semakin menarik banyak pengguna kriptokurensi adalah karena ada banyak token yang dijual di DEX dan tidak ada di CEX.

Selain digunakan untuk membeli, orang-orang juga menggunakan DEX untuk menjual token-token yang mereka miliki yang tidak dapat mereka jual di CEX.

Berbeda dengan CEX yang mengharuskan penggunanya untuk mendaftar, kamu dapat menggunakan DEX tanpa pendaftaran maupun KYC.

Yang Sobat Androbuntu butuhkan adalah aplikasi wallet yang kompatibel dengan DEX. Beberapa contoh aplikasi wallet yang dapat digunakan dengan DEX antara lain adalah MetaMask dan Trust Wallet.

Hal lain yang perlu diperhatikan ketika ingin menggunakan DEX ialah, DEX tidak dioperasikan oleh perusahaan. Karenanya, biasanya tidak ada customer support yang akan menjawab semua permasalahan kalian terkait DEX tersebut.

Karenanya, kalian mungkin perlu meluangkan waktu terlebih dahulu untuk mempelajari DEX tersebut dan bagaimana cara menggunakannya.

Apa itu Liquidity Pools pada DEX?

Sebuah exchange biasanya akan mempertemukan antara penjual dan pembeli. Karenanya, mereka tidak akan pernah kehabisan koin untuk para pembeli, karena pasti ada pengguna lain yang menjual koin mereka.

Advertisements

DEX menggunakan pendekatan yang berbeda. Mereka menggunakan sesuatu yang disebut dengan liquidity pools.

Sebuah kriptokurensi akan didepositkan oleh pengguna DEX tersebut, dan pengguna yang mendepositkan kriptokurensinya akan mendapatkan presentasi keuntungan dari biaya transaksi di DEX tersebut.

Namun, semuanya tercatat secara otomatis menggunakan smart contract.

Adakah DEX untuk Bitcoin?

Sebagian besar DEX yang ada digunakan untuk membeli koin-koin micin yang tidak berguna dan berjalan di blockchain Ethereum, Solana atau semacamnya.

Pertanyaannya, adakah DEX yang dapat kita gunakan untuk membeli dan menjual Bitcoin?

Tentu saja ada. Dua DEX yang saya rekomendasikan untuk jual-beli Bitcoin adalah Bisq dan HodlHodl.

Sobat Androbuntu dapat menjual dan membeli Bitcoin di 2 DEX tersebut tanpa melakukan verifikasi KYC.

Perbedaannya, Bisq berbasis aplikasi desktop. Kalian harus memasang klien Bisq di komputer kalian untuk dapat menggunakannya.

Advertisements

Sedangkan HodlHodl berbasis web. Karenanya, kalian harus mendaftar menggunakan email. Namun tidak ada proses KYC di HodlHodl.

Transaksi diamankan menggunakan smart contract dan multi-signature wallet. Jadi transaksi dapat dilakukan dengan aman baik bagi si pembeli maupun si penjual.

Kesimpulan

Jika kalian belum pernah menggunakan DEX dan berniat untuk menggunakannya, ada baiknya menggunakannya untuk menjual atau membeli token dalam jumlah kecil.

Setelah berhasil melakukan pembelian dalam jumlah kecil, maka kalian akan tahu bagaimana cara kerja DEX. Dan jika sudah yakin, barulah kalian bisa menggunakan dana yang lebih besar.

Dan yang paling penting adalah teruslah belajar. Gunakan internet untuk membaca dan mencari tahu apa itu DEX.

Untuk kalian yang berani dengan resiko tinggi, DEX menjadi salah satu tempat yang tepat untuk membeli token-token yang belum dirilis.

Jika beruntung, kalia bisa mendapatkan token dengan harga murah dan menjualnya dengan harga tinggi saat token tersebut dirilis.

Namun sekali lagi, hal tersebut bukan tanpa resiko. Selalu pelajari terlebih dahulu mengenai token yang ingin kalian beli di suatu DEX.

Advertisements

Artikel lainnya

Cara Menyimpan Dogecoin di Flashdisk

Hardware wallet masih menjadi tempat paling aman untuk menyimpan...

Cara Menambahkan Rekening Bank di Aplikasi Pintu

Ketika kita berinvestasi, apapun instrumen investasinya, tujuan kita sebenarnya...

Cara Membuat Dompet Dogecoin di HP Android

Walaupun awalnya dibuat hanya untuk tujuan lelucon, namun kini...

Apa itu Altcoin? Apa Bedanya dengan Bitcoin?

Dalam dunia kriptokurensi, ada istilah kriptokurensi yang disebut sebagai...

Perbedaan Antara Bitcoin Wallet dan Bitcoin Exchange

Sebagian orang ada yang mengira bahwa Bitcoin Wallet dan...

Iklan