Apa itu Bitcoin Lightning Network dan Apa Fungsinya?

Bitcoin sangat baik dalam menangani transaksi-transaksi besar. Namun untuk menangani transaksi berskala kecil seperti membeli kopi atau cemilan, Bitcoin tidak begitu baik dalam menanganinya.

Dalam artikel Androbuntu kali ini, saya akan jelaskan semuanya. Mulai dari kelemahan Bitcoin yang satu ini, hingga solusi yang ditawarkan oleh para developer sebagai solusi.

Baca juga: Cara Beli Bitcoin Menggunakan Gopay

Permasalahan yang Dialami Bitcoin

Untuk memelihara keamanan dan transparansi di blockchain Bitcoin, setiap blok di blockchain Bitcoin hanya dapat menyimpan data dalam jumlah relatif kecil.

Setiap blok Bitcoin hanaya dapat menyimpan 1MB data. Beberapa blockchain baru seperti Solana menggunakan blok berukuran 10MB.

Ukuran blok yang kecil ini membuat kecepatan transaksi Bitcoin menjadi lambat, rata-rata membutuhkan 10 menit untuk setiap 1 bloknya. Ini terkadang membuat antrian jika jaringan Bitcoin sedang padat dan ada banyak transaksi yang harus “mengantri”.

Antrian ini akan meningkatkan biaya kirim yang mana itu dibutuhkan jika kita ingin mengirim Bitcoin.

Ketika ada begitu banyak antrian transaksi di blockchain Bitcoin, maka ada kemungkinan biaya transaksi yang dibutuhkan juga semakin besar.

Jika di rata-rata, maka blockchain Bitcoin hanya dapat menangani 7 transksi per menit. Sebagai perbandingan, jaringan Visa dapat memproses hingga 65.000 transaksi per menit.

Lightning Network Adalah Solusi Permasalah Bitcoin

Keterbatasan Bitcoin ini disadari oleh para pengembang di komunitas Bitcoin. Salah satu solusi paling menarik yang ditawarkan ialah memproses transaksi diluar blockchain utama Bitcoin, ini biasanya disebut sebagai second layer atau sidechain.

Pada tahun 2018, sebuah perusahaan bernama Lightning Labs menjawab tantangan tersebut dan meluncurkan Lightning Network.

Mereka adalah yang pertama kali sukses mengintegrasikan Bitcoin dengan apa yang disebut sebagai protokol Layer 2.

Inovasi ini memungkinkan pembayaran untuk di catat di layer kedua dan kemudian ditambahkan ke blockchain Bitcoin dikemudian hari.

Fitur paling penting pada layer 2 ini adalah tidak adanya limit kapasitas. Pembayaran yang dilakukan melalui Lightning Network akan terkirim secara instan dan dengan biaya yang sangat kecil, mulai dari 1 satoshi per transaksi.

Lebih Lanjut Mengenai Lightning Network

Lightning Network membuat saluran pembayaran yang dibuat antar pihak untuk memfasilitasi transaksi. Ketika ada satu pengguna mengirim pembayaran dan yang lainnya menerima, maka saluran akan dibuat.

Karena saluran berada di luar jaringan utama Bitcoin, maka pengguna dapat mengirim dan menerima pembayaran tanpa perlu membayar biaya transaksi yang tinggi atau menunggu verifikasi pada blockchain Bitcoin.

Saluran tersebut akan terus terbuka diantara pengguna sampai salah satunya memilih untuk “mengeluarkan” Bitcoin mereka dari Lightning Network.

Ketika transaksi selesai, saluran akan ditutup dan pembayaran akan dicatat pada salah satu transaksi di blockchain Bitcoin.

Lightning Network adalah sistem yang saling terhubung yang terlihat seperti jaringan listrik dengan ribuan saluran yang terhubung dengan ribuan pengguna.

Karena saling terhubung, jaringan dapat menemukan jalur yang tepat untuk mentransfer pembayaran antar pengguna.

Contoh Penggunaan Lightning Network dalam Kehidupan Sehari-hari

Katakanlah Sobat Androbuntu sedang membeli kopi di sebuah warkop di Bekasi bersama salah satu teman kamu. Warkop ini menerima pembayaran berupa Bitcoin.

Ketika membayar tagihan kamu menggunakan Lightning Network, pembayaran kamu mungkin terjadi dalam hitungan detik.

Namun dibelakang itu, prosesnya sangat rumit, dan disinilah Lightning Network benar-benar keren dari sisi teknologi.

Alih-alih membuat saluran pembayaran baru, Lightning Network akan mencari rute yang akan menghubungkan saluran kamu dengan saluran warkop. Kamu dan pihak warkop sama-sama tidak akan menyadari proses ini, semuanya terjadi di latar belakang.

Semakin banyak orang menggunakan Lightning Network maka akan semakin banyak saluran pembayaran tercipta, yang mana ini akan semakin mempercepat jaringan dan pertumbuhannya.

Pada tahun 2021, Twitter memberikan pengumuman bahwa para penggunanya dapat saling mengirim Bitcoin melalui profil pengguna.

Negara El Salvador bahkan mengakui Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah dan merilis dompet digital berteknologi Lightning Network.

Tidak punya banyak waktu?
Minta AI untuk meringkas artikel ini

Perplexity Pro

Perplexity Pro
Rp 69.000

ChatGPT Pro

ChatGPT Pro
Rp 70.000

Gemini Ultra

Gemini Ultra
Rp 80.000

Samsung Galaxy A26 5G

Samsung Galaxy A26 5G
Rp 3.999.000

Praktisi cryptocurrency berpengalaman yang memulai perjalanan investasi Bitcoin harganya masih Rp 5 juta per koin. Sudah pernah melewati berbagai siklus bull dan bear market sejak 2013, termasuk mengalami floating loss hingga 50% dan meraih profit berkali lipat, ia memahami dinamika pasar crypto dari pengalaman nyata—bukan sekadar teori. Lebih dari sekadar investor, ia mendalami aspek teknis blockchain dan konsisten mengikuti perkembangan ekosistem cryptocurrency secara menyeluruh. Kini fokus pada strategi investasi Bitcoin jangka panjang, berbagi pengetahuan teknis mulai dari cara kerja Bitcoin, teknologi blockchain, hingga tutorial praktis penggunaan wallet dan exchange melalui blog ini. Semua konten ditulis berdasarkan riset mendalam dan pengalaman langsung untuk membantu pembaca memahami dunia cryptocurrency dengan lebih baik. Konten di blog ini bersifat edukatif dan bukan merupakan ajakan atau saran investasi—selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan finansial.