Cara Melihat Alamat Ethereum Wallet di MetaMask
- Alamat wallet di MetaMask berlaku untuk semua jaringan yang kompatibel dengan Ethereum — satu alamat yang sama bisa digunakan untuk menerima ETH, token ERC-20, maupun aset di jaringan lain seperti Polygon atau Arbitrum.
- Selalu salin alamat wallet menggunakan tombol Copy di aplikasi — jangan ketik manual. Satu karakter yang salah bisa membuat kiriman crypto berakhir di alamat yang salah dan tidak bisa dikembalikan.
- Sebelum mengirim dari exchange ke MetaMask, pastikan jaringan yang dipilih di exchange sesuai dengan jaringan yang aktif di MetaMask — salah jaringan adalah penyebab paling umum deposit tidak muncul.
Ethereum Wallet adalah alamat dompet yang digunakan untuk menerima Ethereum dari exchange atau dompet lainnya.
Tanpa Ethereum Wallet, kalian tidak dapat menerima Ethereum dari orang lain.
Di MetaMask, kita dapat melihat Ethereum Wallet milik kita dengan mudah. Namun jika kalian baru pertama kali menggunakan MetaMask, kalian mungkin akan merasa sedikit kebingungan dan tidak tahu di mana letak Ethereum Wallet kalian.
Tapi tenang saja. Di artikel ini saya akan tunjukkan ke kalian di mana letak alamat wallet kalian di aplikasi MetaMask — baik di HP maupun di PC — sekaligus beberapa hal penting yang perlu dipahami sebelum mulai menggunakannya untuk menerima kiriman crypto.
Baca juga: Cara Membuat Akun MetaMask dari Nol
Satu Alamat untuk Semua Jaringan
Sebelum masuk ke tutorialnya, ada satu hal yang perlu dipahami terlebih dahulu — dan ini sering bikin bingung pengguna baru.
Alamat wallet di MetaMask itu formatnya dimulai dengan 0x diikuti serangkaian huruf dan angka. Alamat ini berlaku untuk semua jaringan yang kompatibel dengan Ethereum — Ethereum Mainnet, Polygon, BNB Chain, Arbitrum, Base, Optimism, dan banyak lagi.
Artinya, kalau kamu membuka MetaMask dan beralih dari jaringan Ethereum ke Polygon, alamatnya tetap sama.
Ini berbeda dengan Bitcoin, misalnya, yang punya format alamat sendiri dan tidak bisa menerima ETH. Jadi kalau seseorang ingin mengirim ETH atau token ERC-20 ke kamu, cukup berikan satu alamat MetaMask — tidak perlu beda-beda per jaringan.
Yang perlu diperhatikan adalah jaringan yang dipilih saat pengiriman. Kalau kamu ingin menerima ETH di jaringan Ethereum Mainnet, pastikan pengirim juga memilih jaringan Ethereum — bukan BNB Chain atau jaringan lain.
Walaupun alamatnya sama, aset yang masuk via jaringan yang berbeda hanya akan terlihat kalau kamu beralih ke jaringan yang sesuai di MetaMask.
Cara Melihat Alamat Ethereum Wallet di MetaMask Android dan iPhone
Buka aplikasi MetaMask kamu di HP Android ataupun iPhone. Kemudian ketuk tombol Receive.

Kamu akan melihat ada pilihan Ethereum di daftar crypto yang di dukung oleh MetaMask. Ketuk tombol QR yang ada disampig nama Ethereum untuk menampilkan detail lengkap alamatnya.

Kemudian kamu akan ditunjukkan alamat Ethereum wallet milik kamu. Letaknya ada dibawah kode QR. Kamu dapat menyalinnya dengan cara mengetuk tombol Copy address.

Selesai. Kini kamu dapat menempelkan alamat wallet yang barus aja kamu salin ke exchange, aplikasi catatan atau yang lainnya.
Cara Melihat Alamat Ethereum Wallet di MetaMask di PC
MetaMask di PC kurang lebih sama cara kerjanya dengan versi Android dan iOS. Perbedaannya sangat kecil dari segi tampilan.
Buka ekstensi MetaMask di browser kamu, kemudian ketuk tombol Terima.

Lalu pilih MetaMask dari daftar crypto, ketuk tombol QR.

Ekstensi MetaMask kemudian akan menampilkan kode QR yang dapat langsung di scan dan alamat wallet Ethereum kamu. Kamu juga dapat mengetuk tombol Salin alamat.

Setelah Menyalin Alamat, Verifikasi Dulu Sebelum Kirim
Ini kebiasaan kecil yang sering dilewatkan pemula tapi penting sekali: setelah paste alamat di exchange atau aplikasi pengirim, bandingkan beberapa karakter pertama dan terakhirnya dengan alamat yang tampil di MetaMask.
Ada jenis malware yang dikenal sebagai clipboard hijacker — cara kerjanya adalah mengganti isi clipboard kamu secara diam-diam dengan alamat milik penyerang. Kamu menyalin alamat MetaMask yang benar, tapi begitu di-_paste_, yang muncul adalah alamat yang sama sekali berbeda.
Memverifikasi beberapa karakter pertama dan terakhir membutuhkan waktu tidak lebih dari 5 detik, tapi bisa mencegah kehilangan dana yang tidak bisa dikembalikan.
Tips Saat Mengirim Crypto dari Exchange ke MetaMask
Kalau tujuan kalian menyalin alamat MetaMask adalah untuk menerima kiriman dari exchange lokal seperti Indodax atau Tokocrypto, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Pilih jaringan yang tepat. Saat melakukan withdrawal ETH dari exchange, biasanya ada pilihan jaringan — Ethereum (ERC-20), BEP-20, atau jaringan lain. Untuk menerima di MetaMask dan langsung bisa digunakan di ekosistem Ethereum, pilih Ethereum (ERC-20).
Kalau exchange tidak menyediakan jaringan Ethereum dan hanya ada BEP-20, kamu perlu beralih dulu ke jaringan BNB Chain di MetaMask sebelum aset bisa terlihat.
Perhatikan biaya transfer. Biaya withdrawal di jaringan Ethereum bisa cukup besar dibandingkan jaringan lain. Kalau jumlah yang ingin kamu kirim kecil, pertimbangkan apakah biayanya masih masuk akal.
Sisakan ETH untuk gas fee. Setiap transaksi di jaringan Ethereum memerlukan ETH sebagai biaya jaringan (gas fee). Jadi setelah ETH masuk ke MetaMask, jangan habiskan semuanya untuk beli token — sisakan sedikit untuk keperluan transaksi berikutnya. Jumlah gas fee bervariasi tergantung kondisi jaringan saat itu.
Cek status deposit di Etherscan. Kalau kiriman tidak muncul dalam waktu yang wajar, kalian bisa cek status transaksinya di etherscan.io menggunakan TXID yang biasanya tersedia di riwayat transaksi exchange. Dari sana bisa dilihat apakah transaksi sudah dikonfirmasi atau masih menunggu.
Penutup
Menemukan alamat wallet di MetaMask itu mudah — cukup ketuk atau klik alamat yang tampil di halaman utama, dan alamat langsung tersalin ke clipboard.
Yang lebih penting dari sekadar menyalinnya adalah memastikan proses pengirimannya berjalan benar: jaringan yang dipilih pengirim harus sesuai, alamat sudah diverifikasi sebelum menekan tombol kirim, dan ada sisa ETH di wallet untuk keperluan transaksi.
Kalau kalian belum punya akun MetaMask, kalian bisa baca panduan lengkap cara membuatnya di artikel Cara Membuat Akun MetaMask dari Nol.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah alamat wallet MetaMask saya bisa berubah?
Tidak. Alamat wallet MetaMask bersifat permanen selama kamu menggunakan akun yang sama. Kamu bisa menyimpannya dan menggunakannya berkali-kali untuk menerima kiriman dari mana saja.
Satu alamat MetaMask bisa digunakan untuk menerima semua jenis crypto?
Untuk aset berbasis Ethereum dan jaringan yang kompatibel — ya. Satu alamat MetaMask yang sama berlaku untuk ETH, semua token ERC-20, maupun aset di jaringan seperti Polygon, BNB Chain, Arbitrum, Base, dan lain-lain. Tapi alamat MetaMask tidak bisa digunakan untuk menerima Bitcoin atau aset dari jaringan yang tidak kompatibel dengan Ethereum.
Kenapa ETH yang saya kirim ke MetaMask tidak muncul?
Kemungkinan besar salah jaringan. MetaMask secara default menampilkan saldo di Ethereum Mainnet. Kalau kamu mengirim ETH via jaringan lain seperti BEP-20, aset tidak akan muncul sampai kamu beralih ke jaringan yang sesuai di MetaMask. Solusinya: pastikan jaringan di exchange pengirim sama dengan jaringan yang aktif di MetaMask saat menyalin alamat.
Bisakah saya punya lebih dari satu alamat wallet di MetaMask?
Bisa. MetaMask mendukung pembuatan beberapa akun dalam satu aplikasi — masing-masing punya alamat sendiri yang berbeda. Kamu bisa beralih antar akun lewat menu di pojok kanan atas. Semua akun ini tetap bisa dipulihkan menggunakan satu Secret Recovery Phrase yang sama.
Apakah aman membagikan alamat wallet MetaMask ke orang lain?
Aman. Alamat wallet adalah informasi publik — fungsinya memang untuk dibagikan agar orang lain bisa mengirim crypto ke kamu. Yang tidak boleh dibagikan adalah Secret Recovery Phrase dan private key kamu. Keduanya adalah kunci yang memberi siapapun kendali penuh atas isi wallet.