Salah satu permasalahan mempelajari bahasa asing menggunakan aplikasi-aplikasi belajar bahasa adalah, kita hanya menjadi pembelajar pasif. Padahal, metode terbaik belajar bahasa adalah dengan menjadi pembelajar aktif.
Maksud dari pembelajar pasif adalah kita hanya membaca dan mendengarkan. Sedangkan pembelajar aktif adalah pembelajar yang juga menggunakan bahasa tersebut secara langsung, yaitu dengan melafalkannya.
Tapi saya telah menemukan solusi untuk masalah tersebut, yaitu dengan memanfaatkan ChatGPT. Saya menggunakan ChatGPT sebagai “teman ngobrol” dalam bahasa yang sedang saya pelajari, yaitu bahasa arab.
Dan ini benar-benar mengubah cara saya belajar bahasa arab. Saya akan membagikan pengalaman tersebut di artikel androbuntu.com kali ini. Siapa tahu ada diantara kalian yang juga sedang belajar bahasa asing.
Baca juga: Kesalahpahaman soal AI yang banyak dipercaya, dan fakta sebenarnya
Cara saya menggunakan ChatGPT untuk belajar bahasa arab
Pertama, saya akan menyetel ChatGPT sebagai aplikasi asisten default di HP saya. Ini sangat penting bagi saya, karena dengan menyetelnya sebagai aplikasi asisten default, saya dapat meluncurkan ChatGPT kapan saja, bahkan saat saya sedang membuka aplikasi lain.
Saya cukup menggeser jari dari sisi kanan atau kiri bawah layar ke tengah, dan boom, ChatGPT akan terbuka dan bersiap mendengarkan apa yang kita ucapkan. Bisa dibilang hampir instan.
Yang menarik dari cara ini adalah, ChatGPT akan terbuka diatas aplikasi lain. Jadi kita masih dapat melihat aplikasi sebelumnya yang kita buka.
Ini sangat membantu ketika misalnya saya sedang membaca sebuah artikel dalam bahasa arab, namun ada kata baru yang belum saya pahami artinya. Saya cukup “memanggil” ChatGPT menggunakan gestur swipe, dan langsung bertanya seputar kata baru tersebut.
Untuk mengatur ChatGPT sebagai aplikasi asisten default di Android, masuk ke menu pengaturan di aplikasi ChatGPT. Pilih menu voice, kemudian aktifkan opsi “Use as default assistant”.
Menurut saya ini adalah fitur paling underrated dari ChatGPT. Dan saya sampai saat ini belum menemukan fitur ini di aplikasi chatbot lain seperti Grok dan Claude.
Saya bahkan tidak berlangganan ChatGPT premium
Yang paling menarik dari menggunakan ChatGPT untuk belajar bahasa adalah, saya tidak mengeluarkan uang sepeserpun. Saya benar-benar menggunakan ChatGPT versi gratis. Dan sejauh ini, saya benar-benar puas dengan versi gratisnya.
Karena disini fokus saya adalah mendapatkan “teman ngobrol” dalam bahasa yang sedang saya pelajari. ChatGPT adalah “teman ngobrol” yang sempurna. Tidak tidak menjudge saya ketika saya melakukan kesalahan saat berbicara dalam bahasa yang sedang saya pelajari.
Jadi, sedikit demi sedikit kepercayaan diri saya mulai terbangun. Saya semakin berani untuk mengucapkan semua kata dalam bahasa arab yang telah saya pelajari sebelumnya.
Disela-sela sesi “ngobrol”, sesekali saya akan bertanya ke ChatGPT apakah saya melakukan kesalahan-kesalahan fatal saat berbicara dalam bahasa arab. Entah itu kesalahan tata bahasa, atau yang lainnya.
Dengan ini, saya dapat terus mengevaluasi hasil belajar saya. Jadi tidak yang benar-benar ngalor ngidul tanpa arah.
Secara garis besar, ini benar-benar mengubah cara saya belajar bahasa baru, terutama bahas arab. Saya tidak lagi menjadi pembelajar pasif (sekedar membaca), tapi menjadi pembelajar aktif (yang berani mengucapkan bahasa yang sedang saya pelajari).
Jika Sobat Androbuntu juga sedang mempelajari bahasa baru, apapun itu, saya sangat merekomendasikan untuk mencoba cara ini juga. Entah kalian sedang belajar bahasa arab seperti saya, atau bahasa inggris, spanyol, jepang, atau yang lainnya.
Apalagi untuk kalian yang introvert, atau kesulitan mencari teman untuk teman ngobrol dalam bahasa yang sedang dipelajari. Ini benar-benar game changer.
Kenapa tidak pakai Gemini, Grok atau yang lainnya?
Sebagian dari kalian mungkin ada yang bertanya, kenapa tidak pakai Gemini? Gemini juga bisa ko digunakan untuk belajar bahasa seperti ini.
Saya sebenarnya sebelumnya juga menggunakan Gemini dengan cara seperti ini untuk membantu saya dalam belajar bahasa. Namun saya menemui satu kendala yang sangat fatal saat menggunakan Gemini.
Saat digunakan untuk mengobrol dalam waktu lama, Gemini biasanya akan “bengong”, tidak menjawab apa yang saya katakan. Ini tidak sekali atau dua kali, tapi berkali-kali. Dan tentu ini mengganggu proses belajar saya.
Masalah ini biasanya muncul setelah saya berbicara dengan Gemini dalam waktu lebih dari 5 menit. Tapi permasalahan ini tidak pernah saya alami sama sekali di ChatGPT.
Saya tidak tahu apa yang terjadi di belakang layar kenapa Gemini sering tiba-tiba tidak merespon seperti itu. Tapi kemungkinan besar adalah karena servernya yang sedang “penuh” karena digunakan terlalu banyak orang.
Padahal Google adalah raksasa internet yang punya sumber daya yang begitu besar. Semoga permasalahan ini suatu saat bisa hilang dari Gemini. Dan untuk saat ini, saya tetap menggunakan ChatGPT sebagai “teman ngobrol” saya dalam bahasa arab.
Kemudian untuk Grok dan chatbot lainnya, kenapa saya tidak menggunakannya? Karena seperti yang sudah saya sampaikan ditengah artikel, sejauh ini hanya ChatGPT yang punya opsi untuk dijadikan sebagai aplikasi asisten default di Android.
Fitur ini benar-benar penting untuk orang yang sedang belajar bahasa seperti saya. Dengan fitur ini, saya dapat mengaktifkan ChatGPT kapan saja bahkan saat sedang menggunakan aplikasi lain tanpa menutup aplikasi tersebut.
