Apa itu Block?
Block (blok) adalah unit fundamental penyusun blockchain. Bayangkan blockchain sebagai buku besar raksasa, maka setiap block adalah satu halaman dalam buku itu — berisi daftar transaksi yang telah diverifikasi dan dicatat secara permanen.
Setiap block baru yang ditambahkan ke blockchain terhubung secara kriptografi ke block sebelumnya, membentuk rantai yang tidak bisa diubah (itulah asal kata “blockchain”).
Isi Sebuah Block
Setiap block Bitcoin terdiri dari dua bagian utama:
Block Header — berisi metadata:
- Hash block sebelumnya (previous block hash)
- Merkle root (ringkasan semua transaksi dalam block)
- Timestamp (waktu block dibuat)
- Difficulty target (tingkat kesulitan mining saat itu)
- Nonce (angka yang digunakan miner untuk menemukan hash valid)
Block Body — berisi:
- Coinbase transaction (reward untuk miner)
- Daftar transaksi pengguna yang dikumpulkan dari mempool
Ukuran dan Kapasitas Block Bitcoin
Satu block Bitcoin memiliki kapasitas maksimal sekitar 1 MB (atau hingga 4 MB dalam satuan “weight unit” setelah SegWit). Dengan ukuran rata-rata transaksi sekitar 250-500 byte, satu block bisa menampung sekitar 2.000–3.000 transaksi.
Satu block baru ditambang rata-rata setiap 10 menit — yang berarti Bitcoin bisa memproses sekitar 3–7 transaksi per detik di lapisan dasar.
Konfirmasi Block
Saat transaksimu masuk ke satu block, ia mendapat 1 konfirmasi. Setiap block baru yang ditambang setelahnya menambah satu konfirmasi lagi. Umumnya:
- 1 konfirmasi: Cukup untuk transaksi kecil sehari-hari
- 3 konfirmasi: Standar untuk sebagian besar exchange
- 6 konfirmasi: Standar internasional untuk transaksi besar