Apa itu Candlestick?
Candlestick adalah cara merepresentasikan pergerakan harga dalam satu satuan waktu tertentu — bisa 1 menit, 1 jam, 1 hari, atau periode lain tergantung timeframe yang dipilih. Satu candle menyimpan empat informasi:
- Open — harga saat periode dimulai
- Close — harga saat periode berakhir
- High — harga tertinggi yang tercapai
- Low — harga terendah yang tercapai
Anatomi Candle
──── wick atas (high)
████
████ ← body (selisih open & close)
████
──── wick bawah (low)
- Body — bagian tebal. Menunjukkan selisih antara harga buka dan tutup.
- Wick / Shadow — garis tipis di atas dan bawah body. Menunjukkan harga ekstrem yang sempat dicapai tapi tidak dipertahankan.
Candle Hijau vs Merah
| Warna | Artinya | Kondisi |
|---|---|---|
| Hijau (Bullish) | Harga naik | Close > Open |
| Merah (Bearish) | Harga turun | Close < Open |
Pola Candlestick yang Sering Digunakan
Doji — body sangat kecil, wick panjang di kedua sisi. Menandakan keseimbangan antara pembeli dan penjual. Biasanya muncul sebelum pembalikan arah atau koreksi.
Hammer — body kecil di atas, wick bawah panjang. Sering muncul setelah tren turun dan dianggap sinyal potensi pembalikan ke atas.
Shooting Star — kebalikan hammer: body kecil di bawah, wick atas panjang. Muncul setelah tren naik, sinyal potensi pembalikan ke bawah.
Engulfing — dua candle berurutan di mana candle kedua “menelan” seluruh body candle pertama. Bullish engulfing (candle hijau menelan merah) = sinyal beli. Bearish engulfing = sebaliknya.
Timeframe dan Interpretasi
Timeframe menentukan bobot sinyal. Pola di timeframe 1 hari (1D) lebih signifikan dibanding pola di timeframe 5 menit (5M). Trader jangka pendek membaca candle di timeframe kecil; trader posisi membaca timeframe harian hingga mingguan.
Candlestick bukan oracle — tidak ada pola yang benar 100%. Pola ini paling berguna jika dikombinasikan dengan analisis volume dan level support/resistance.