Lanjutan Defi

Optimistic Rollup

Optimistic Rollup adalah jenis Layer 2 yang memproses transaksi dengan asumsi semuanya valid — dan membuka jendela waktu bagi siapapun untuk membuktikan jika ada yang curang melalui fraud proof.

Apa itu Optimistic Rollup?

Optimistic Rollup adalah jenis Layer 2 yang menjalankan transaksi di luar Layer 1 dan mengirimkan hasilnya ke L1 — tapi tanpa validity proof. Sistemnya “optimis”: semua transaksi diasumsikan valid secara default, kecuali ada pihak yang membuktikan sebaliknya.

Untuk memastikan kecurangan bisa terdeteksi, ada challenge period — biasanya 7 hari — di mana siapapun bisa mengajukan fraud proof jika menemukan transaksi yang tidak valid.

Cara Kerjanya

  1. Sequencer mengeksekusi transaksi dan memperbarui state L2
  2. Batch transaksi dikirim ke L1 beserta state root baru
  3. Challenge period dimulai (7 hari untuk Arbitrum dan Optimism)
  4. Jika tidak ada yang mengajukan fraud proof dalam periode ini, state dianggap final
  5. Jika ada fraud proof yang valid, state dibatalkan dan sequencer yang curang kehilangan deposit (slashed)

Fraud Proof: Cara Kerja Pengawasan

Siapapun bisa menjadi “watcher” yang memantau transaksi di L2. Jika mereka menemukan state transition yang tidak valid, mereka bisa mengirimkan fraud proof ke kontrak di L1 — yang kemudian mem-replay transaksi yang diperdebatkan dan memverifikasinya.

Jika fraud terbukti: state yang curang dibatalkan, watcher mendapat reward, sequencer kehilangan stake-nya.

Arbitrum vs Optimism

Dua Optimistic Rollup terbesar, tapi punya perbedaan teknis di cara fraud proof-nya:

  Arbitrum Optimism (OP Stack)
Fraud proof Multi-round interactive Single-round (Fault Proof)
VM AVM → nitro (WASM) EVM
EVM compatibility Hampir penuh Penuh
Ekosistem Lebih besar Berkembang cepat (Base, dll)

OP Stack (yang digunakan Optimism) menjadi fondasi “Superchain” — sebuah ekosistem L2 yang saling interoperable, digunakan oleh Base, Mode, Zora, dan lainnya.

Challenge Period dan Dampaknya ke Pengguna

7 hari challenge period berarti: saat kamu menarik aset dari L2 ke L1 secara native, kamu harus menunggu 7 hari sebelum dana tersedia di Ethereum mainnet.

Dalam praktiknya, hampir tidak ada yang menunggu selama itu. Liquidity bridge pihak ketiga (seperti Across, Stargate, atau Hop Protocol) memungkinkan penarikan instan dengan mengambil biaya kecil — bridge menyediakan likuiditas di L1 duluan, lalu mereka sendiri yang menunggu 7 hari untuk reimburse.

Ini adalah trade-off yang sudah cukup terpecahkan untuk pengguna biasa, tapi tetap perlu dipahami secara konseptual.

Terakhir diperbarui: