Cara membuat ilustrasi unik dengan AI (tanpa skill menggambar)

Dulu, untuk membuat ilustrasi yang bagus, kamu harus menghabiskan waktu bertahun-tahun belajar menggambar. Atau alternatifnya, menyewa ilustrator profesional dengan bayaran yang tidak murah. Tapi sekarang, berkat perkembangan AI, semua itu sudah berubah total.

Saya sendiri sama sekali tidak punya latar belakang seni. Kemampuan menggambar saya bisa dibilang sebatas gambar stickman yang sangat standar. Namun dengan bantuan AI, saya berhasil membuat thumbnail untuk channel YouTube Androbuntu Media dan ilustrasi untuk artikel-artikel di website ini. Hasilnya? Banyak yang mengira itu buatan desainer profesional.

Di artikel ini, saya akan berbagi pengalaman saya dalam membuat ilustrasi menggunakan AI. Mulai dari tools yang saya gunakan, teknik menulis prompt yang efektif, hingga tips agar ilustrasi kamu benar-benar unik dan menarik.

Baca juga: Cara menggunakan ChatGPT untuk belajar bahasa asing seperti yang saya lakukan

Mengapa AI cocok untuk membuat ilustrasi?

Sebelum masuk ke pembahasan teknis, saya ingin cerita sedikit kenapa AI sangat membantu untuk membuat ilustrasi, terutama bagi kita yang tidak punya kemampuan menggambar.

Pertama, AI bekerja sangat cepat. Kalau kamu menyewa ilustrator, proses pembuatan bisa memakan waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Dengan AI, ilustrasi bisa jadi dalam hitungan menit. Ini sangat membantu ketika saya butuh thumbnail YouTube mendadak atau ilustrasi artikel yang harus dipublish hari itu juga.

Kedua, AI sangat fleksibel. Kamu bisa bereksperimen dengan berbagai gaya tanpa takut salah. Tidak suka hasilnya? Tinggal ubah prompt dan coba lagi. Tidak perlu khawatir soal budget atau waktu ilustrator. Saya sering mencoba puluhan variasi sebelum menemukan yang pas.

Ketiga, kamu tidak perlu skill menggambar sama sekali. Yang kamu butuh hanya kemampuan menjelaskan apa yang ada di pikiran kamu dengan kata-kata. Semakin detail penjelasan kamu, semakin bagus hasilnya.

Tools AI untuk membuat ilustrasi

Berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa tools AI yang sangat powerful untuk membuat ilustrasi. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan.

ChatGPT dengan DALL-E

Ini adalah tools favorit saya dan yang paling sering saya gunakan untuk membuat thumbnail YouTube dan ilustrasi artikel. ChatGPT sudah terintegrasi dengan DALL-E, jadi kamu tidak perlu buka aplikasi terpisah.

Kelebihannya adalah interfacenya sangat mudah digunakan. Kamu tinggal ketik perintah dalam bahasa Indonesia yang biasa saja, dan ChatGPT akan memahaminya. Bahkan kalau prompt kamu kurang jelas, ChatGPT bisa bertanya balik untuk klarifikasi.

Untuk menggunakan ChatGPT membuat ilustrasi, kamu tidak perlu berlangganan versi berbayar. Versi gratis sudah cukup, walaupun ada batasan jumlah gambar yang bisa dibuat per hari. Tapi untuk kebutuhan biasa, itu lebih dari cukup.

Google Gemini

Alternatif lain yang juga saya gunakan adalah Gemini. Tools AI dari Google ini juga punya kemampuan membuat gambar yang sangat baik.

Yang menarik dari Gemini adalah hasilnya cenderung lebih natural dan realistis dibanding tools lain. Ini sangat cocok kalau kamu butuh ilustrasi yang terlihat seperti foto asli atau ilustrasi dengan gaya yang lebih halus.

Saya pribadi sering menggunakan Gemini untuk membuat ilustrasi yang butuh detail wajah manusia atau objek-objek realistis. Hasilnya selalu memuaskan.

Microsoft Copilot

Tools ini sebenarnya juga menggunakan DALL-E di belakang layar, jadi hasilnya mirip dengan ChatGPT. Bedanya, Copilot lebih terintegrasi dengan ekosistem Microsoft.

Kalau kamu sudah terbiasa dengan produk Microsoft dan sering bekerja dengan Word atau PowerPoint, Copilot bisa jadi pilihan yang nyaman. Ilustrasi yang dibuat bisa langsung dimasukkan ke dokumen kamu.

Midjourney

Ini adalah tools berbayar yang cukup populer di kalangan desainer dan ilustrator. Saya sempat mencobanya beberapa kali, dan hasilnya memang sangat artistik dengan kualitas yang tinggi.

Namun, Midjourney punya learning curve yang lebih tinggi. Kamu perlu belajar menulis prompt dengan format tertentu, dan aksesnya melalui Discord yang mungkin tidak familiar bagi sebagian orang. Untuk pemula, saya lebih merekomendasikan ChatGPT atau Gemini dulu.

Teknik menulis prompt yang efektif

Ini adalah bagian paling penting. Kualitas ilustrasi yang dihasilkan AI sangat tergantung pada seberapa baik kamu menulis prompt. Berdasarkan pengalaman saya membuat ratusan ilustrasi, ada beberapa teknik yang terbukti efektif.

Jelaskan objek utama dengan detail

Jangan hanya menulis “buat gambar kucing”. Terlalu umum. Tulislah dengan detail seperti “seekor kucing persia berwarna putih dengan mata biru, sedang duduk di atas bantal merah muda”.

Semakin spesifik deskripsi kamu, semakin akurat AI akan membuatkannya. Ini berlaku untuk semua elemen dalam ilustrasi, mulai dari objek utama, warna, posisi, hingga ekspresi.

Tentukan gaya visual yang diinginkan

AI bisa membuat ilustrasi dalam berbagai gaya. Kamu bisa meminta gaya anime, kartun, realistis, lukisan minyak, vektor, dan masih banyak lagi. Pastikan kamu menyebutkan gaya yang diinginkan dalam prompt.

Contoh: “Buat ilustrasi gaya anime tentang seorang gadis sedang membaca buku di taman”. Atau “Buat ilustrasi gaya vektor flat design tentang seseorang bekerja dengan laptop”.

Kalau kamu tidak yakin gaya apa yang cocok, coba lihat referensi ilustrasi yang kamu suka, lalu deskripsikan gayanya ke AI.

Atur pencahayaan dan suasana

Pencahayaan sangat mempengaruhi mood ilustrasi. Apakah kamu ingin suasana yang ceria, dramatis, misterius, atau romantis? Semuanya bisa diatur lewat prompt.

Untuk suasana ceria, kamu bisa menulis “dengan pencahayaan terang, warna-warna cerah dan vibrant”. Untuk suasana dramatis, coba “dengan pencahayaan dari samping, bayangan tajam, warna-warna gelap”.

Seperti yang pernah saya jelaskan di artikel tentang prompt AI foto profesional, pencahayaan adalah salah satu elemen kunci yang membedakan hasil yang biasa saja dengan hasil yang memukau.

Sebutkan komposisi dan perspektif

Kamu juga perlu menentukan dari sudut mana ilustrasi akan dibuat. Apakah dari depan, samping, atas, atau perspektif tertentu?

Misalnya untuk thumbnail YouTube, saya sering meminta “komposisi centered dengan subjek menghadap ke depan, close-up pada wajah dan bahu”. Ini membuat thumbnail lebih menarik perhatian.

Untuk ilustrasi landscape, saya biasa menulis “perspektif mata burung dari atas” atau “perspektif low angle dari bawah ke atas”.

Tambahkan detail khusus

Ini adalah bagian yang membuat ilustrasi kamu benar-benar unik. Tambahkan elemen-elemen kecil yang spesifik sesuai kebutuhan kamu.

Contoh untuk thumbnail channel tech: “tambahkan logo Androbuntu.com di pojok kanan atas, buat sedikit transparan”. Atau untuk ilustrasi artikel: “tambahkan teks ‘AI Revolution’ dengan font bold modern di bagian tengah”.

Detail-detail seperti ini yang membuat ilustrasi kamu personal dan tidak generic seperti hasil AI pada umumnya.

Contoh prompt yang saya gunakan untuk ilustrasi

Agar lebih jelas, berikut beberapa contoh prompt yang saya gunakan untuk membuat ilustrasi di Androbuntu.com. Kamu bisa menggunakan dan memodifikasinya sesuai kebutuhan.

Untuk thumbnail YouTube tentang AI

Buat ilustrasi digital modern tentang artificial intelligence. Tampilkan otak manusia yang tersusun dari circuit board berwarna biru neon. Background gelap dengan efek partikel cahaya. Gaya futuristik dan high-tech. Komposisi centered. Tambahkan teks “AI Technology” di bagian bawah dengan font bold. Pencahayaan dramatis dengan glow effect.

Prompt ini menghasilkan thumbnail yang eye-catching dan langsung menunjukkan topik tentang AI. Saya sering menggunakannya dengan variasi warna dan teks yang berbeda.

Untuk ilustrasi artikel tutorial

Buat ilustrasi flat design tentang seseorang sedang belajar menggunakan laptop. Karakter dengan gaya minimalis, duduk di meja dengan postur santai. Di layar laptop tampak interface aplikasi. Background putih bersih dengan aksen warna biru dan orange. Gaya modern dan friendly. Tambahkan ikon-ikon kecil seperti buku, kopi, dan tanaman di sekitar karakter.

Ilustrasi seperti ini cocok untuk artikel tutorial seperti cara menggunakan ChatGPT atau panduan-panduan lainnya. Gayanya yang friendly membuat pembaca merasa lebih nyaman.

Untuk ilustrasi konsep teknologi

Buat ilustrasi konsep tentang cloud computing. Tampilkan awan putih besar di tengah dengan ikon-ikon perangkat (laptop, smartphone, tablet) terhubung ke awan tersebut dengan garis-garis cahaya. Background gradasi biru muda ke putih. Gaya isometric 3D. Pencahayaan soft dan clean. Komposisi balanced.

Ilustrasi konsep seperti ini membantu pembaca memahami topik teknis yang abstrak dengan cara yang visual dan mudah dicerna.

Tips mendapatkan hasil terbaik

Setelah berbulan-bulan bereksperimen dengan AI untuk membuat ilustrasi, ada beberapa tips yang ingin saya bagikan agar kamu bisa mendapatkan hasil terbaik.

Jangan puas dengan hasil pertama

Ini adalah kesalahan yang sering dilakukan pemula. Mereka mendapat hasil pertama dari AI, langsung puas dan menggunakannya. Padahal dengan sedikit iterasi, hasilnya bisa jauh lebih baik.

Saya sendiri biasanya membuat 5-10 variasi sebelum memilih yang terbaik. Setiap iterasi, saya perbaiki promptnya berdasarkan apa yang kurang dari hasil sebelumnya.

Misalnya kalau warnanya kurang cerah, saya tambahkan “dengan warna-warna cerah dan saturasi tinggi”. Kalau komposisinya kurang seimbang, saya spesifikkan lagi posisi setiap elemen.

Gunakan referensi visual

Meskipun kamu tidak bisa menggambar, bukan berarti kamu tidak punya sense visual. Kumpulkan referensi ilustrasi yang kamu suka dari Pinterest, Dribbble, atau website lain.

Lalu analisa apa yang membuat ilustrasi tersebut menarik. Apakah warnanya? Komposisinya? Gayanya? Kemudian deskripsikan elemen-elemen tersebut dalam prompt kamu.

Saya punya folder khusus berisi ratusan referensi ilustrasi yang saya gunakan untuk inspirasi ketika membuat prompt.

Kombinasikan beberapa elemen unik

Salah satu cara membuat ilustrasi yang benar-benar unik adalah dengan mengombinasikan elemen-elemen yang tidak biasa digabungkan.

Contoh: “Buat ilustrasi tentang robot sedang menanam bunga di taman bergaya watercolor”. Kombinasi antara robot (tech), bunga (nature), dan watercolor (traditional art) menciptakan sesuatu yang fresh dan menarik.

Jangan takut untuk bereksperimen dengan kombinasi yang tidak lazim. Justru dari situ ide-ide kreatif muncul.

Pelajari dari hasil yang kurang memuaskan

Tidak semua hasil AI akan sempurna. Ada kalanya hasilnya aneh, tidak sesuai ekspektasi, atau bahkan lucu karena salah interpretasi.

Jangan buang hasil-hasil tersebut. Pelajari apa yang salah dan perbaiki promptnya. Ini adalah proses belajar yang sangat berharga untuk meningkatkan kemampuan kamu dalam membuat prompt.

Saya punya dokumen khusus berisi catatan tentang prompt mana yang berhasil dan mana yang tidak. Ini sangat membantu untuk referensi di masa depan.

Menggunakan AI untuk berbagai jenis ilustrasi

Berdasarkan pengalaman saya, AI bisa digunakan untuk membuat berbagai jenis ilustrasi dengan tujuan yang berbeda-beda.

Ilustrasi untuk konten media sosial

Social media butuh visual yang menarik perhatian dalam sekejap. AI sangat membantu untuk membuat ilustrasi yang eye-catching.

Untuk Instagram atau Facebook, saya biasa membuat ilustrasi dengan warna-warna bold dan komposisi yang simple tapi impactful. Ukuran dan rasio juga saya sesuaikan dengan platform yang dituju.

Ilustrasi untuk presentasi

PowerPoint atau Keynote akan jauh lebih menarik dengan ilustrasi custom. Daripada menggunakan clipart generic yang itu-itu saja, kamu bisa membuat ilustrasi yang sesuai dengan tema presentasi kamu.

Saya sering membuat ilustrasi khusus untuk slide-slide penting dalam presentasi. Ini membuat presentasi terasa lebih profesional dan personal.

Ilustrasi untuk branding

Kalau kamu punya bisnis atau personal brand, AI bisa membantu membuat ilustrasi untuk logo, mascot, atau elemen branding lainnya.

Tentu saja untuk logo final mungkin perlu sentuhan desainer profesional. Tapi untuk eksplorasi konsep awal, AI sangat membantu untuk cepat mengvisualisasikan ide-ide kamu.

Ilustrasi untuk materi edukasi

Materi pembelajaran akan lebih mudah dipahami dengan bantuan ilustrasi. AI bisa membuat diagram, infografis, atau ilustrasi konsep yang membantu menjelaskan topik kompleks.

Di Androbuntu.com sendiri, saya sering menggunakan ilustrasi untuk menjelaskan konsep-konsep teknologi yang abstrak agar lebih mudah dipahami pembaca.

Batasan AI dalam membuat ilustrasi

Walaupun AI sangat powerful, bukan berarti tanpa batasan. Ada beberapa hal yang perlu kamu pahami agar ekspektasi kamu realistis.

Konsistensi karakter masih sulit

Kalau kamu butuh membuat seri ilustrasi dengan karakter yang sama, ini masih menantang dengan AI. Setiap kali generate, hasilnya akan sedikit berbeda walaupun promptnya sama.

Ada teknik tertentu untuk menjaga konsistensi, tapi tetap tidak sesempurna hasil manual dari ilustrator profesional. Ini adalah salah satu area yang masih perlu perbaikan dari teknologi AI.

Detail sangat spesifik kadang meleset

AI sangat baik untuk memahami konsep umum, tapi untuk detail yang sangat spesifik kadang masih meleset. Misalnya kalau kamu minta “gambar tangan memegang smartphone dengan 5 jari terlihat sempurna”, hasilnya belum tentu akurat.

Untuk detail-detail krusial seperti ini, kamu mungkin perlu editing manual atau beberapa kali iterasi sampai hasilnya pas.

Hak cipta dan etika penggunaan

Ini adalah topik yang masih diperdebatkan. Ilustrasi yang dibuat AI dilatih dari jutaan gambar di internet, termasuk karya seniman.

Untuk penggunaan komersial, pastikan kamu memahami aturan penggunaan dari tools AI yang kamu gunakan. Beberapa platform membatasi penggunaan komersial untuk akun gratis.

Kesimpulan

Membuat ilustrasi dengan AI adalah skill yang sangat berharga di era digital ini. Kamu tidak perlu bisa menggambar untuk membuat visual yang menarik dan profesional.

Yang kamu butuhkan adalah kemampuan mendeskripsikan ide kamu dengan jelas, kesabaran untuk bereksperimen, dan kreativitas untuk menggabungkan elemen-elemen unik.

Mulailah dengan tools gratis seperti ChatGPT atau Gemini. Eksperimen dengan berbagai prompt seperti yang sudah saya contohkan di atas. Pelajari dari setiap hasil yang kamu dapat.

Dengan latihan konsisten, kamu akan semakin mahir dalam membuat prompt yang menghasilkan ilustrasi sesuai keinginan. Siapa tahu, ilustrasi-ilustrasi kamu bisa menjadi aset berharga untuk konten, bisnis, atau project personal kamu.

Jangan lupa bookmark artikel ini untuk referensi di kemudian hari. Saya juga akan terus perbarui artikel ini dengan tips dan contoh prompt terbaru seiring perkembangan teknologi AI.

Tidak punya banyak waktu?
Minta AI untuk meringkas artikel ini

Perplexity Pro

Perplexity Pro
Rp 69.000

ChatGPT Pro

ChatGPT Pro
Rp 70.000

Gemini Ultra

Gemini Ultra
Rp 80.000

Samsung Galaxy A26 5G

Samsung Galaxy A26 5G
Rp 3.999.000

Telah mulai menulis secara profesional sejak 2015. Fokus pada penggunaan AI praktis dan aplikatif. Telah menggunakan berbagai tools AI dalam kehidupan sehari-hari—mulai dari eksplorasi untuk hiburan hingga pemanfaatan serius untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja. Konten di blog ini berbasis pengalaman langsung, bukan teori semata.