Pengertian E-Commerce Dan Sejarahnya Yang Wajib Kamu Ketahui

pengertian e-commerce by Androbuntu

Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat memberikan dampak berupa perubahan kultur bagi kita baru-baru ini.

Dalam era yang serba digital ini, media elektronik menjadi media andalan untuk melakukan komunikasi dan bahkan bisnis.

Salah satu bentuk nyata dari bisnis yang memanfaatkan internet disebut juga dengan e-commerce.

E-commerce sebenarnya bukan teknologi baru, hanya saja untuk sekarang ini e-commerce tidak benar-benar dikenal baik oleh khususnya masyarakat Indonesia.

Teknologi ini muncul sebagai akibat dari banyaknya desakan bisnis yang semakin mengarah ke media elektronik ini meskipun banyak pelaku bisnis yang belum mengenal apa itu e-commerce.

Untuk membantu pemahaman sahabat, kali ini Androbuntu akan mengulas seputar e-commerce mulai dari sejarah hingga macam-macam e-commerce yang ada di Indonesia.  Selamat membaca!

Baja juga :

Mengenal Apa Itu E-Commerce

E-commerce adalah singkatan dari elektronik commerce yang dapat diartikan sebagai kegiatan jual dan beli barang maupun jasa melalui media elektronik yang terkoneksi jaringan internet.

Hal ini memungkinkan transaksi konvensional dilakukan secara elektronik.

Lalu bagaimana dengan tokonya?

Pada e-commerce, website digunakan sebagai toko offline.

Untuk menjalankan fungsi utama sebagai e-commerce, website disini berfungsi sebagai etalase produk, inventarisasi stok dan pemesanan secara online.

Hal inilah yang membuat sebagian besar pebisnis berubah haluan kepada e-commerce karena dianggap sangat efisien.

Tidak perlu sewa bangunan untuk toko dan memperkerjakan terlalu banyak pegawai. Cukup hemat bukan?

Sejarah Dan Perkembangan Dari E-Commerce

Sejarah e-commerce dimulai dari munculnya internet pada tahun 1969 yang terus menerus berkembang.

Hingga akhirnya e-commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994, saat itu pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web.

Kemudian web mulai dikenal masyarakat luas pada tahun 1994, dan banyak jurnalis yang beranggapan bahwa e commerce akan menjadi sebuah sector ekonomi baru yang akan berkembang dengan pesat.

Barulah kurang lebih empat tahun protocol HTTPS memasuki tahap matang dan mulai banyak digunakan oleh masyarakat luas.

Mulai pada 1998 hingga 2000 banyak pebisnis dari Amerika Serikat dan Eropa mengembangkan situs khusus perdagangan semacam ini.

Menurut riset yang dilakukan oleh Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga 12,2 miliar dollar amerika serikat pada tahun 2003.

Laporan lain mengatakan pada bulan oktober 2006, pendapatan penjualan online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.

Kelebihan yang Ddidapat Ketika Menjalankan E-Commerce

  • Pasar Internasional

Dengan penerapan e-commerce, suatu perusahaan dapat memiliki pasar internasional. Tidak perlu khawatir dengan batasan Negara karena dengan teknologi digital ini, seluruh manusia di dunia ini dapat dijangkau.

  • Tidak Ada Batasan Waktu Kerja

Dengan adanya e-commerce, bisnis dapat dijalankan tanpa adanya batasan waktu karena dijalankan secara online setiap hari.

  • Praktek Kerja Yang Lebih Fleksibel

Dengan adanya e-commerce memungkinkan masyarakat bisa lebih fleksibel dalam menentukan tempat bekerja, misalnya mereka dapat bekerja dari rumahnya masing-masing tanpa harus pergi ke kantor.

  • Penghematan Biaya Operasional

Biaya operasional dapat dihemat. Biaya untuk sewa bangunan, memproses, mendistribusikan, menyimpan juga dapat ditekan sehingga lebih hemat

  • Perbandingan Harga.

Dengan e-commerce, konsumen dapat berbelanja di seluruh dunia dan dapat membandingkan harganya dengan mengunjungi berbagai situs yang berbeda .

Contoh Aplikasi-Aaplikasi E-Commerce yang Ada

1. Bukalapak.com

Bukalapak menjadi situs e-commerce pertama yang paling sering dikunjungi. Respon masyarakat sangat luar biasa sejak diluncurkan 8 tahun lalu. Hingga saat ini, Bukalapak sudah berhasil mengumpulkan 190.000 seller.

2. Tokopedia

Tokopedia didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison pada tanggal 6 Februari 2009, dan pertama kali dapat diakses oleh publik dalam versi beta pada tanggal 17 Agustus 2009.

Tokopedia juga tercatat sudah memiliki lebih dari 20 ribu merchant yang terdaftar, 56 ribu anggota terdaftar, dan ratusan ribu produk.

Yang lebih menakjubkan lagi, pada awal masa berdirinya, selama periode Agustus 2009 hingga Agustus 2010 Tokopedia membukukan total transaksi sebesar hampir Rp 6 miliar hanya dalam kurun waktu satu tahun. Wow..

3. OLX

OLX sebelumnya telah ada di 106 negara sebelum akhirnya berekspansi ke Indonesia.

Situs E-commerce ini didirikan oleh Fabrice Grinda dan Alex Oxenford.

Dan menjelang akhir tahun 2014, OLX mengakuisisi Tokobagus.com dan Berniaga.com.

Dua marketplace ini akhirnya bergabung menjadi satu yang kita kenal dengan nama OLX hingga saat ini.

4. Blibli

Salah satu E-commerce terbesar di Indonesia, yaitu Blibli juga bisa jadi salah satu contoh.

Marketplace milik anak usaha Grup Djarum ini dikunjungi oleh 45 juta pengunjung tiap bulannya.

Sementara di Apple Store sendiri aplikasi Bliblie menempati posisi 6.

Sedangkan di Google Play Store menempati posisi 5..

5. Shopee

Raksasa e-commerce asal Singapura ini menempati urutan kelima sebagai top 5 e-commerce di Indonesia.

Saat ini Shopee mendapatkan kunjungan lebih dari 34,5 juta setiap bulannya.

Yang lebih hebatnya lagi, aplikasi Shopee baik di Apple Store maupun Google Play Store sama-sama menempati urutan pertama.

E-commerce diharapkan menjadi sebuah revolusi di bidang perdagangan.

Keunggulan dari e-commerce adalah kemampuan bertransaksi kapan pun, diakses dari manapun, adanya jalur distribusi, dapat langsung melakukan pembelian, dan adanya penghematan biaya.

Bertransaksi di E-Commerce dapat dilakukan dengna berbagai metode pembayaran, mulai dari cash, transfer bank, kartu kredit, atau e-wallet.

Sayangnya, banyak pula masyarakat yang masih meragukan kekuatan massive dari e-commerce yang kadang dianggap tidak aman.

Demikian ulasan lengkap mengenai e-commerce. Semoga dapat bermanfaat untuk Sahabat semuanya!