Apa Itu Pintu Earn? Cara Menghasilkan Passive Income dari Crypto
- Pintu Earn hadir dalam dua mode — Flexi (bisa ditarik kapan saja, bunga per jam) dan Locked (dikunci 30–90 hari dengan APY lebih tinggi). Pilih sesuai kebutuhan likuiditas kamu.
- APY yang dipromosikan bukanlah angka tetap. Angka 25% yang sering muncul adalah kondisi maksimum untuk promo atau aset tertentu — APY harian untuk USDT atau ETH di kondisi normal jauh lebih rendah dari itu.
- Aset di Pintu Earn tidak dilindungi LPS seperti tabungan bank. Pintu terdaftar di Bappebti, tapi jenis perlindungannya berbeda fundamental — pahami ini sebelum menaruh dana yang tidak sanggup kamu tanggung kalau hilang.
Ada satu pertanyaan yang sering saya dengar dari teman-teman yang baru mulai mengenal crypto: “Kalau tidak mau repot trading, apa masih bisa dapat keuntungan?”
Jawabannya: bisa. Dan Pintu Earn adalah salah satu cara paling sederhana untuk melakukannya.
Sebelum kita bahas lebih jauh, saya perlu jujur: passive income dari crypto itu nyata, tapi bukan berarti bebas risiko. Ada banyak iklan dan konten yang menggambarkan seolah-olah ini seperti menaruh uang di bawah bantal dan besok pagi sudah bertambah sendiri.
Kenyataannya sedikit lebih bernuansa dari itu. Artikel ini akan membahas cara kerjanya, apa yang bisa kamu harapkan, dan — yang sama pentingnya — apa yang perlu kamu waspadai.
Baca juga: Pintu VS Indodax, mana aplikasi jual-beli crypto terbaik?
Apa Itu Passive Income dalam Konteks Crypto?

Passive income dalam dunia investasi secara umum berarti penghasilan yang datang tanpa kamu harus aktif bekerja setiap hari untuk mendapatkannya. Deposito bank adalah contoh paling umum: kamu simpan uang, bank memberi bunga, kamu tidak perlu melakukan apa-apa.
Di dunia crypto, prinsipnya mirip, tapi mekanisme di baliknya berbeda. Alih-alih bank yang meminjamkan uangmu ke nasabah lain, aset crypto yang kamu simpan bisa “bekerja” melalui berbagai mekanisme: staking (mengunci aset untuk membantu validasi transaksi di jaringan blockchain), lending (meminjamkan ke pihak lain), atau menjadi penyedia likuiditas di platform tertentu.
Yang menarik dari Pintu Earn adalah mereka menyederhanakan semua kerumitan teknis ini menjadi satu fitur yang bisa digunakan siapa saja, bahkan yang belum pernah mendengar kata staking sekalipun.
Mengenal Pintu Earn: Cara Kerjanya
Pintu adalah exchange crypto lokal Indonesia yang sudah terdaftar resmi di Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) — artinya operasionalnya berada di bawah pengawasan regulator, berbeda dengan platform-platform abal-abal yang muncul dan hilang begitu saja.
Fitur Earn di Pintu pada dasarnya bekerja seperti ini: kamu menaruh aset crypto yang kamu miliki ke dalam fitur Earn, dan aset tersebut akan menghasilkan bunga yang dikreditkan setiap jam.
Tidak perlu memahami cara kerja blockchain secara teknis, tidak perlu menghubungkan ke protokol DeFi (Decentralized Finance — sistem keuangan terdesentralisasi yang berjalan di blockchain tanpa perantara bank) yang rumit, dan tidak perlu khawatir tentang gas fee atau pengaturan wallet yang membingungkan.
Di Pintu Earn, ada dua produk utama yang ditawarkan:
Flexi Earn adalah opsi yang paling fleksibel. Bunga dikreditkan setiap jam, dan kamu bisa menarik asetmu kapan saja tanpa ada biaya atau penalti. Ini cocok untuk kamu yang ingin tetap punya akses ke aset sewaktu-waktu dibutuhkan.
Locked Earn menawarkan bunga yang lebih tinggi, tapi dengan konsekuensi: asetmu dikunci selama periode tertentu, biasanya 30 hari atau 90 hari. Selama masa penguncian, kamu tidak bisa menarik aset tersebut. Imbalannya, APY (Annual Percentage Yield — persentase keuntungan tahunan yang sudah memperhitungkan efek bunga majemuk) yang ditawarkan lebih tinggi dibandingkan Flexi.
Soal angkanya: berdasarkan data yang dipublikasikan Pintu, bunga yang ditawarkan bisa mencapai hingga 25% APY untuk aset dan periode tertentu.
Tapi perlu saya tegaskan — angka ini tidak tetap dan sangat bervariasi tergantung aset yang dipilih, kondisi pasar, dan apakah kamu memilih Flexi atau Locked. Untuk stablecoin seperti USDT (Tether — mata uang kripto yang nilainya dipatok ke dolar AS, biasanya digunakan sebagai “tempat parkir” yang lebih stabil), angkanya bisa di kisaran 5–10% APY.
Untuk aset yang lebih volatile seperti Bitcoin atau Ethereum, angkanya bisa berbeda lagi.
Sebagai perbandingan, deposito bank di Indonesia saat ini umumnya menawarkan bunga sekitar 3–5% per tahun. Bukan berarti Pintu Earn otomatis lebih menguntungkan — ada faktor risiko yang perlu diperhitungkan, dan itu akan kita bahas.
Aset Apa Saja yang Bisa Digunakan?
Pintu Earn mendukung berbagai jenis aset, termasuk Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), stablecoin seperti USDT dan USDC, Solana (SOL), dan beberapa altcoin lainnya. Masing-masing memiliki tingkat bunga yang berbeda-beda.
Bagi pemula, stablecoin seperti USDT sering menjadi titik awal yang direkomendasikan. Alasannya sederhana: nilainya relatif stabil karena dipatok ke dolar AS, sehingga kamu tidak perlu khawatir tentang fluktuasi harga yang bisa menggerus keuntungan.
Kamu tahu persis berapa yang kamu masukkan, dan kamu bisa memperkirakan dengan lebih pasti berapa yang akan keluar.
Untuk Bitcoin atau Ethereum, dinamikanya berbeda. Misalnya kamu menaruh 0,01 BTC di Flexi Earn dan mendapat bunga 3% APY. Dalam satu tahun, kamu bisa mengakumulasi lebih banyak BTC.
Tapi kalau harga BTC turun 20% selama periode itu, keuntungan dari bunga 3% jelas tidak cukup menutupi kerugian dari penurunan harga. Ini yang disebut impermanent loss dalam konteks yang lebih luas — atau secara sederhana, kerugian akibat perubahan harga aset selama kamu menyimpannya.
Cara Mulai Menggunakan Pintu Earn
Prosesnya cukup straightforward. Pertama, unduh aplikasi Pintu dari Google Play Store atau App Store, lalu daftarkan akun dan selesaikan verifikasi identitas (KYC — Know Your Customer, prosedur standar untuk memverifikasi identitas pengguna di platform keuangan yang diatur regulator).
Setelah akun aktif dan terverifikasi, kamu perlu memiliki aset crypto di saldo Pintu-mu. Bisa dengan membelinya langsung lewat aplikasi menggunakan rupiah, atau mentransfer dari exchange lain.
Dari sana, masuk ke menu Earn, pilih aset yang ingin kamu simpan, pilih antara Flexi atau Locked, masukkan jumlahnya, dan konfirmasi. Setelah itu, bunga akan mulai berjalan secara otomatis per jam untuk Flexi Earn.
Tidak ada minimum deposit yang terlalu besar — kamu bisa mulai dengan jumlah kecil dulu untuk memahami cara kerjanya sebelum memutuskan untuk menaruh lebih banyak.
Sisi yang Jarang Dibahas: Risiko yang Perlu Kamu Pahami

Di sinilah bagian yang sering dilewati di artikel-artikel promosi, tapi menurut saya justru paling penting untuk dibaca.
Risiko platform. Pintu bukan bank. Asetmu yang tersimpan di Pintu Earn tidak dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) seperti tabungan biasa.
Kalau terjadi sesuatu dengan platform — baik karena masalah operasional, regulasi, atau hal lain yang tidak bisa diprediksi — kamu tidak punya jaring pengaman yang sama seperti di perbankan konvensional. Ini bukan berarti Pintu tidak aman, tapi penting untuk memahami bahwa jenis perlindungannya berbeda.
APY bukan angka tetap. Bunga 25% yang sering dipromosikan adalah angka maksimum untuk kondisi tertentu — biasanya untuk promosi terbatas waktu atau aset altcoin tertentu dengan risiko yang juga lebih tinggi.
APY standar untuk aset seperti USDT atau ETH di kondisi normal biasanya jauh lebih rendah dari angka itu. Perhatikan selalu syarat dan ketentuan yang berlaku, termasuk periode promo jika ada.
Risiko aset itu sendiri. Untuk aset non-_stablecoin_, ingat bahwa kamu tetap terekspos pada volatilitas harga. Bunga 5% per tahun tidak akan terasa berarti kalau harga asetmu turun 40% dalam periode yang sama. Ini bukan argumen untuk tidak menggunakan Earn — ini pengingat bahwa keputusan aset mana yang kamu gunakan untuk Earn tetap penting.
Locked Earn butuh komitmen. Kalau kamu pilih Locked Earn 90 hari dan tiba-tiba butuh dana darurat di hari ke-30, kamu tidak bisa menariknya. Jangan pernah menaruh dana yang mungkin kamu butuhkan dalam waktu dekat ke Locked Earn.
Kondisi regulasi yang masih berkembang. Status hukum crypto di Indonesia terus berkembang. Saat ini crypto diakui sebagai komoditas dan diawasi Bappebti, bukan sebagai alat pembayaran. Perubahan regulasi di masa depan — ke arah mana pun — bisa memengaruhi cara platform seperti Pintu beroperasi.
Pintu Earn vs Alternatif Lain
Ada beberapa cara lain untuk mendapatkan passive income dari crypto, dan masing-masing punya profil risiko yang berbeda.
Staking langsung di jaringan blockchain — misalnya staking Ethereum setelah transisi ke Proof of Stake — bisa memberi bunga sekitar 3–5% APY, tapi membutuhkan pemahaman teknis yang lebih dalam dan modal yang tidak sedikit. Staking ETH langsung misalnya membutuhkan minimum 32 ETH yang nilainya ratusan juta rupiah.
Platform DeFi seperti Aave atau Compound menawarkan fleksibilitas dan kadang bunga yang lebih tinggi, tapi risikonya juga lebih besar: smart contract yang cacat bisa menjadi celah bagi hacker, dan tidak ada entitas terpusat yang bertanggung jawab kalau terjadi masalah. Kompleksitas teknisnya juga jauh lebih tinggi.
Dibandingkan keduanya, Pintu Earn menawarkan titik tengah: lebih mudah digunakan dari DeFi, dengan pengawasan regulator yang memberikan sedikit lebih banyak kepastian, meski tetap tidak setara dengan perlindungan produk perbankan.
Apakah Ini Cocok Untukmu?
Menurut saya, Pintu Earn masuk akal untuk dipertimbangkan dalam skenario berikut:
Kalau kamu sudah punya crypto yang kamu rencanakan untuk hold jangka panjang, menaruhnya di Earn — terutama Flexi Earn — memungkinkan aset tersebut “bekerja” sambil kamu menunggu. Daripada hanya diam di dompet, setidaknya ada akumulasi bunga kecil yang berjalan.
Kalau kamu ingin paparan ke crypto tapi tidak mau repot mengikuti pergerakan harga setiap hari, stablecoin di Earn bisa menjadi cara untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi dari deposito bank sambil tetap menghindari volatilitas ekstrem aset crypto konvensional.
Sebaliknya, kalau kamu belum memiliki dana darurat yang cukup, atau kalau uang yang akan kamu gunakan adalah uang yang tidak sanggup kamu tanggung kalau hilang — ini bukan tempat yang tepat untuk memulai. Bangun fondasi keuangan yang solid dulu.
Penutup
Pintu Earn adalah produk yang jujur dalam klaimnya — menawarkan cara yang sederhana untuk mendapatkan imbal hasil dari aset crypto yang sudah kamu miliki. Dibandingkan banyak skema “passive income crypto” yang berseliweran di internet dan menggembar-gemborkan return tidak masuk akal, mekanisme Pintu Earn relatif transparan dan berada di bawah pengawasan regulator.
Tapi “sederhana” tidak berarti “tanpa risiko”. Setiap keputusan menaruh aset di platform mana pun tetap membutuhkan pertimbangan yang sadar — berapa yang kamu siap parkir, untuk berapa lama, dan seberapa besar toleransi risikomu terhadap kemungkinan yang tidak diinginkan.
Crypto memberi banyak peluang yang tidak ada di instrumen keuangan konvensional. Tapi peluang itu selalu datang berpasangan dengan tanggung jawab untuk memahami apa yang sebenarnya kamu masuki. Earn bisa menjadi langkah yang baik — kalau kamu masuk dengan pemahaman yang benar.
Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif dan bukan nasihat investasi. Semua keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi pembaca. Lakukan riset sendiri sebelum mengambil keputusan.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah Pintu Earn aman?
Pintu terdaftar resmi di Bappebti sehingga beroperasi di bawah pengawasan regulator Indonesia — berbeda dari platform abal-abal. Namun aset yang kamu simpan di Pintu Earn tidak dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) seperti tabungan bank biasa. Ada risiko platform yang perlu dipahami: kalau terjadi sesuatu dengan Pintu, tidak ada jaring pengaman yang sama seperti di perbankan konvensional.
Berapa APY Pintu Earn saat ini?
APY bervariasi tergantung aset yang dipilih, jenis produk (Flexi atau Locked), dan kondisi pasar saat itu. Stablecoin seperti USDT umumnya berada di kisaran 5–10% APY untuk kondisi normal. Beberapa promosi terbatas waktu atau aset altcoin tertentu bisa mencapai hingga 25% APY, tapi angka itu tidak permanen. Selalu cek angka terbaru langsung di aplikasi Pintu.
Apa perbedaan Flexi Earn dan Locked Earn di Pintu?
Flexi Earn adalah opsi paling fleksibel — bunga dikreditkan setiap jam dan kamu bisa menarik aset kapan saja tanpa biaya atau penalti. Locked Earn menawarkan APY lebih tinggi, tapi asetmu dikunci selama periode tertentu (biasanya 30 atau 90 hari) dan tidak bisa ditarik sebelum jatuh tempo. Jangan menaruh dana darurat di Locked Earn.
Aset apa saja yang bisa digunakan di Pintu Earn?
Pintu Earn mendukung berbagai aset termasuk Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), stablecoin seperti USDT dan USDC, Solana (SOL), dan beberapa altcoin lainnya. Masing-masing aset punya tingkat bunga berbeda. Untuk pemula yang ingin menghindari volatilitas, stablecoin seperti USDT sering menjadi titik awal yang direkomendasikan.
Apakah Pintu Earn cocok untuk pemula yang baru mulai crypto?
Bisa jadi pilihan yang masuk akal jika kamu sudah punya crypto dan ingin membuatnya 'bekerja' sambil holding. Disarankan mulai dari stablecoin dengan Flexi Earn agar kamu bisa memahami cara kerjanya tanpa mengunci dana. Tapi jika kamu belum punya dana darurat yang cukup, atau uang yang akan dipakai adalah uang yang tidak sanggup kamu tanggung jika hilang — bangun fondasi keuangan yang solid dulu sebelum masuk ke sini.