Harga Bitcoin hari ini sudah tembus miliaran rupiah per koin. Kamu lihat angka itu, lalu berpikir: “Waduh, saya cuma punya Rp50 ribu. Berarti tidak mungkin dong beli Bitcoin?”
Kalau kamu pernah berpikir seperti itu, kamu tidak sendirian. Ini adalah kesalahpahaman yang paling umum di kalangan pemula soal Bitcoin. Dan kabar baiknya — ini sepenuhnya salah.
Kenyataannya, kamu tidak perlu membeli 1 Bitcoin utuh. Kamu bisa membeli 0.0001 Bitcoin, 0.00001 Bitcoin, bahkan lebih kecil dari itu. Ini semua dimungkinkan karena Bitcoin bisa dipecah menjadi satuan yang sangat kecil yang disebut Satoshi.
Di artikel ini, saya akan jelaskan apa itu Satoshi, bagaimana cara menghitung nilainya dalam Rupiah, kenapa ini penting untuk investor pemula di Indonesia, dan bagaimana cara membeli Bitcoin dalam jumlah kecil. Setelah membaca ini, kamu akan sadar bahwa mulai investasi Bitcoin bisa dimulai hanya dari Rp10.000–50.000 saja.
Baca juga: Cara beli Bitcoin di Pintu untuk pemula, step by step
Apa Itu Satoshi?
Satoshi adalah satuan terkecil dari Bitcoin. Satu Satoshi nilainya 0.00000001 BTC — atau kalau ditulis dalam angka, ada delapan angka nol setelah koma.
Cara paling mudah untuk memahaminya: kalau Rupiah punya “sen”, maka Bitcoin punya “Satoshi”. Bedanya, 1 Rupiah hanya terbagi menjadi 100 sen, sedangkan 1 Bitcoin terbagi menjadi 100 juta Satoshi.
Asal nama Satoshi
Nama ini diambil dari nama pencipta Bitcoin, yaitu Satoshi Nakamoto — sebuah nama samaran (pseudonym) yang hingga hari ini identitas aslinya masih menjadi misteri. Satoshi Nakamoto mempublikasikan whitepaper Bitcoin pada tahun 2008, lalu meluncurkan jaringannya pada 2009. Setelah itu, ia menghilang begitu saja.
Memberi nama satuan terkecil Bitcoin dengan nama penciptanya adalah cara komunitas untuk menghormati kontribusinya yang luar biasa.
Breakdown angkanya
Ini yang perlu kamu ingat:
1 BTC = 100.000.000 Satoshi
0.1 BTC = 10.000.000 sat
0.01 BTC = 1.000.000 sat
0.001 BTC = 100.000 sat
0.0001 BTC = 10.000 sat
0.00001 BTC = 1.000 sat
0.000001 BTC = 100 sat
0.0000001 BTC = 10 sat
0.00000001 BTC = 1 sat
Satuan “sat” adalah singkatan dari Satoshi yang umum digunakan di komunitas crypto.
Kenapa Bitcoin perlu satuan sekecil ini?
Bitcoin dirancang sejak awal untuk bisa dipecah sangat kecil (divisible). Tujuannya sederhana: agar Bitcoin tetap bisa digunakan secara praktis bahkan ketika harganya sudah sangat tinggi.
Bayangkan suatu hari 1 BTC bernilai Rp10 miliar. Tanpa Satoshi, siapa yang bisa membeli kopi dengan Bitcoin? Tapi dengan Satoshi, kamu bisa membayar seharga 1.000 sat dan itu tetap masuk akal.
Berapa Nilai Satoshi dalam Rupiah?
Nilai Satoshi dalam Rupiah tidak tetap — berubah setiap saat mengikuti harga Bitcoin. Tapi cara menghitungnya sangat mudah:
Nilai 1 Satoshi (Rupiah) = Harga 1 BTC (Rupiah) Ă· 100.000.000
Contoh perhitungan
Skenario 1: Harga Bitcoin = Rp1.500.000.000 (Rp1,5 miliar)
1 sat = Rp1.500.000.000 Ă· 100.000.000 = Rp15
1.000 sat = Rp15.000
10.000 sat = Rp150.000
100.000 sat = Rp1.500.000
Skenario 2: Harga Bitcoin = Rp1.000.000.000 (Rp1 miliar)
1 sat = Rp1.000.000.000 Ă· 100.000.000 = Rp10
1.000 sat = Rp10.000
10.000 sat = Rp100.000
100.000 sat = Rp1.000.000
Karena harga Bitcoin berubah setiap saat, nilai Satoshi dalam Rupiah pun ikut berubah. Untuk cek harga Bitcoin terkini, kamu bisa buka Indodax, Pintu, Tokocrypto, atau situs seperti CoinGecko dan CoinMarketCap. Setelah dapat harga terbaru, tinggal gunakan rumus di atas.
Kenapa Memahami Satoshi Penting untuk Investor Pemula?
Ini bagian yang paling penting menurut saya. Memahami Satoshi secara langsung menghilangkan barrier psikologis yang selama ini menghalangi banyak orang Indonesia untuk mulai berinvestasi Bitcoin.
Mengubah cara berpikir soal harga Bitcoin
Masalahnya bukan di harga Bitcoin — masalahnya ada di cara kita melihat angka itu. Ketika kamu melihat “Rp1,5 miliar per koin”, otak langsung menyimpulkan: “Ini bukan untuk saya”, “Ini sudah terlalu mahal”, “Saya tidak punya cukup uang”.
Tapi begitu kamu memahami bahwa kamu bisa membeli 10.000 Satoshi seharga Rp150.000, persepsinya langsung berubah. Tidak ada lagi alasan “modal tidak cukup”.
Perbandingannya begini: saham blue chip di BEI bisa membutuhkan minimal 1 lot (100 lembar) dengan harga jutaan rupiah. Sementara Bitcoin bisa kamu mulai dengan Rp10.000–50.000 saja di platform seperti Pintu atau Indodax.
Memudahkan strategi DCA
Dollar Cost Averaging (DCA) adalah strategi membeli Bitcoin secara rutin dalam jumlah tetap, terlepas dari kondisi harga. Ini adalah salah satu strategi yang paling direkomendasikan untuk pemula karena tidak perlu timing pasar.
Dengan Satoshi, strategi ini jadi lebih konkret dan terukur. Contohnya:
Target: akumulasi 1.000.000 Satoshi dalam 1 tahun
Budget: Rp500.000 per bulan
Bulan 1 (harga BTC Rp1 miliar): beli Rp500K → dapat 50.000 sat
Bulan 2 (harga BTC Rp1,2 miliar): beli Rp500K → dapat 41.667 sat
...
Akhir tahun: total sekitar 550.000–650.000 sat (tergantung fluktuasi harga)
Lebih achievable dan terasa nyata, bukan? Daripada bilang “saya mau invest Bitcoin”, lebih konkret untuk bilang “saya mau akumulasi 1 juta Satoshi tahun ini”.
Kalau kamu masih baru dan belum tahu harus mulai dari mana, saya pernah tulis perbandingan lengkap antara Indodax vs Tokocrypto vs Pintu yang bisa membantu kamu memilih platform yang paling cocok.
Satuan Bitcoin Lainnya (Selain Satoshi)
Selain Satoshi, ada beberapa satuan Bitcoin lain yang sesekali kamu temui. Tidak perlu dihafal semua, tapi tidak ada salahnya untuk tahu:
| Satuan | Nilai dalam BTC | Nilai dalam Satoshi |
|---|---|---|
| 1 Bitcoin (BTC) | 1 BTC | 100.000.000 sat |
| 1 milliBitcoin (mBTC) | 0,001 BTC | 100.000 sat |
| 1 microBitcoin (ÎĽBTC) | 0,000001 BTC | 100 sat |
| 1 Satoshi (sat) | 0,00000001 BTC | 1 sat |
Dalam praktiknya, yang paling sering kamu gunakan hanya dua: BTC untuk menyebut jumlah besar, dan Satoshi atau sat untuk jumlah kecil. Satuan mBTC dan ÎĽBTC jarang muncul di aplikasi exchange, terutama exchange Indonesia.
Cara Beli Bitcoin dalam Satoshi
Hampir semua exchange di Indonesia — Indodax, Pintu, dan Tokocrypto — menampilkan saldo Bitcoin dalam format BTC, bukan Satoshi. Tapi itu tidak masalah, karena kamu tetap bisa membeli dalam jumlah kecil yang setara dengan ribuan hingga puluhan ribu Satoshi.
Minimal pembelian di exchange Indonesia
- Indodax: sekitar Rp10.000
- Pintu: Rp11.000
- Tokocrypto: sekitar Rp10.000
Artinya, dengan uang yang biasa kamu pakai untuk beli kopi, kamu sudah bisa mulai berinvestasi Bitcoin.
Cara membeli di Pintu (sebagai contoh)
- Buka aplikasi Pintu, pilih menu Market atau Trade
- Cari dan pilih Bitcoin (BTC)
- Pilih tab “Rupiah”, masukkan jumlah yang ingin dibeli (misal Rp50.000)
- Sistem akan otomatis menghitung berapa BTC yang kamu dapat
- Review dan konfirmasi pembelian
Misalnya harga Bitcoin saat itu Rp1 miliar, maka Rp50.000 akan menghasilkan 0.00005 BTC — atau setara 5.000 Satoshi. Tidak banyak, tapi itulah cara semua orang memulai.
Kalau kamu menggunakan Indodax, prosesnya hampir sama. Kamu bisa baca panduan lengkapnya di artikel cara beli Bitcoin di Indodax.
Cara lihat saldo dalam Satoshi
Aplikasi exchange biasanya menampilkan saldo dalam format BTC (misalnya 0.00005 BTC). Untuk mengubahnya ke Satoshi, tinggal kalikan dengan 100.000.000:
0.00005 BTC Ă— 100.000.000 = 5.000 sat
Beberapa wallet seperti Electrum dan Sparrow Wallet punya fitur untuk mengubah tampilan saldo dari BTC ke sat langsung dari settings-nya. Tapi untuk penggunaan sehari-hari di exchange Indonesia, kamu bisa konversi manual dengan cara di atas.
Satoshi dalam Konteks Lightning Network
Satu hal lagi yang menarik untuk kamu ketahui: Satoshi adalah unit utama yang digunakan di Lightning Network.
Lightning Network adalah lapisan kedua (layer 2) di atas Bitcoin yang memungkinkan transaksi jauh lebih cepat dan murah. Ini cocok untuk transaksi kecil-kecilan, seperti memberi tip ke kreator konten, membayar podcast, atau transaksi in-game di game berbasis Bitcoin.
Di Lightning Network, transaksi bisa sekecil beberapa ratus Satoshi dengan biaya transaksi yang sangat rendah. Komunitas crypto global sudah mulai membiasakan diri “berpikir dalam Satoshi” (think in Satoshi), dan ini kemungkinan besar akan semakin mainstream seiring waktu.
Fun Facts tentang Satoshi
Beberapa fakta menarik yang jarang dibahas:
Siapa pemilik Satoshi terbanyak? Satoshi Nakamoto — sang pencipta Bitcoin — diperkirakan memiliki sekitar 1 juta BTC atau 100 triliun Satoshi. Dompet-dompetnya tidak pernah disentuh sejak 2010, dan sampai hari ini tidak ada yang tahu apakah ia masih hidup atau sudah meninggal.
Berapa total Satoshi yang ada di dunia? Bitcoin memiliki batas suplai maksimum 21 juta BTC. Artinya, total Satoshi yang pernah ada adalah 21 juta Ă— 100 juta = 2.100 triliun Satoshi. Jika dibagi rata ke semua penduduk dunia (sekitar 8 miliar orang), setiap orang hanya kebagian sekitar 262.500 sat.
Bitcoin yang hilang selamanya. Diperkirakan 3–4 juta BTC sudah hilang untuk selamanya karena private key yang terlupakan, hard drive yang rusak, atau pemiliknya yang meninggal tanpa meninggalkan akses. Itu artinya ratusan triliun Satoshi tidak akan pernah bisa beredar lagi — sebuah fenomena yang secara teori membuat Bitcoin yang tersisa semakin langka.
Minimum transaksi on-chain. Di protokol Bitcoin, transaksi minimum yang bisa diproses adalah 546 Satoshi. Transaksi di bawah angka ini disebut “dust” dan biasanya ditolak oleh jaringan untuk mencegah spam.
Tips untuk Pemula: Mulai Berpikir dalam Satoshi

Ada satu perubahan kecil yang bisa membuat perjalanan investasi Bitcoin kamu terasa lebih menyenangkan dan terukur — yaitu mulai berpikir dalam Satoshi, bukan dalam BTC.
Secara psikologis, “saya punya 50.000 Satoshi” terasa lebih konkret dan rewarding daripada “saya punya 0.0005 BTC”. Keduanya sama, tapi yang pertama terasa seperti sebuah pencapaian yang bisa diukur.
Coba set target seperti ini:
- Milestone pertama: 10.000 sat (beli sekitar Rp100.000–150.000)
- Milestone kedua: 100.000 sat (akumulasi dari beberapa bulan DCA)
- Milestone ketiga: 1.000.000 sat = 0.01 BTC (target jangka menengah)
- Milestone impian: 10.000.000 sat = 0.1 BTC
Dengan cara ini, perjalanan investasi kamu punya milestone yang jelas dan terasa lebih nyata.
Satu hal lagi — jangan lupa untuk selalu menjaga keamanan akun exchange kamu. Mengaktifkan autentikasi dua faktor seperti yang dibahas di artikel cara mengaktifkan Google Authenticator di Indodax adalah langkah minimal yang harus dilakukan setiap investor crypto.
FAQ
Q: Apakah Satoshi bisa dipecah lagi jadi satuan yang lebih kecil? Di protokol Bitcoin saat ini, tidak bisa. Satoshi adalah satuan yang paling kecil. Tapi di Lightning Network ada konsep millisatoshi (1/1000 sat) yang digunakan untuk perhitungan biaya routing — meskipun ini tidak bisa diselesaikan langsung di blockchain Bitcoin.
Q: Berapa minimal Satoshi yang bisa saya beli? Tergantung platform dan harga Bitcoin saat itu. Di Pintu misalnya, minimal transaksi Rp11.000. Kalau harga Bitcoin Rp1 miliar, maka Rp11.000 setara dengan 1.100 Satoshi.
Q: Apakah semua exchange mendukung pembelian dalam Satoshi? Secara teknis ya, tapi tampilannya tetap dalam BTC. Kamu tetap bisa membeli fractional Bitcoin (yang secara matematis sama dengan membeli Satoshi), hanya saja angkanya ditampilkan dalam format BTC.
Q: Nilai Satoshi akan ikut naik kalau harga Bitcoin naik? Ya, tentu saja. Karena Satoshi adalah bagian dari Bitcoin, nilainya dalam Rupiah akan naik dan turun proporsional mengikuti harga Bitcoin.
Q: Apakah ada cryptocurrency lain yang juga pakai Satoshi? Tidak. Satoshi adalah unit khusus untuk Bitcoin. Setiap cryptocurrency punya unit terkecilnya sendiri. Ethereum punya wei, Cardano punya lovelace, dan sebagainya.
Q: Lebih baik mencatat investasi dalam BTC atau Satoshi? Ini hanya soal preferensi. 0.01 BTC sama persis dengan 1.000.000 sat. Banyak orang yang baru mulai merasa lebih termotivasi ketika mencatat dalam Satoshi karena angkanya lebih besar dan terasa lebih “banyak”.
Kesimpulan
Satoshi bukan sekadar istilah teknis yang hanya perlu diketahui oleh developer atau trader berpengalaman. Bagi pemula sekalipun, memahami Satoshi bisa secara langsung mengubah perspektif tentang investasi Bitcoin.
Intinya sederhana: kamu tidak perlu menunggu sampai punya Rp1 miliar untuk mulai. Dengan Rp10.000–50.000, kamu sudah bisa memiliki ribuan Satoshi. Dan seiring waktu, Satoshi demi Satoshi itu bisa terakumulasi menjadi sesuatu yang signifikan.
Yang paling sering saya dengar dari orang-orang yang akhirnya memulai adalah: “Kenapa tidak dari dulu?”. Jangan jadi orang berikutnya yang berkata hal yang sama.
Kalau kamu belum punya akun di exchange crypto, langkah pertamanya mudah. Pilih platform yang cocok — bisa Indodax, Pintu, atau Tokocrypto. Baca dulu perbandingan ketiganya kalau masih bingung mau mulai dari mana. Lalu set target pertamamu: akumulasi 10.000 Satoshi.
