Apa itu Wallet Crypto dan Kenapa Kamu Wajib Punya?
Kamu baru saja beli Bitcoin pertama kali di Indodax. Sudah verifikasi KYC, sudah deposit Rupiah, sudah klik tombol beli. Saldo Bitcoin-mu langsung muncul di dashboard. Rasanya menyenangkan.
Selalu tahu teknologi terbaru
Kamu baru saja beli Bitcoin pertama kali di Indodax. Sudah verifikasi KYC, sudah deposit Rupiah, sudah klik tombol beli. Saldo Bitcoin-mu langsung muncul di dashboard. Rasanya menyenangkan.
April 2024. Seorang teman mengirim pesan ke saya lewat WhatsApp: “Bro, Bitcoin udah tembus $70.000. Kamu udah beli belum?”
Indodax merupakan platform jual-beli kriptokurensi tertua yang ada di Indonesia. Indodax awalnya bernama Bitcoin.co.id, berdiri sejak 2014 ketika Bitcoin masih dipandang sebelah mata oleh mayoritas orang Indonesia.
Harga Bitcoin hari ini sudah tembus miliaran rupiah per koin. Kamu lihat angka itu, lalu berpikir: “Waduh, saya cuma punya Rp50 ribu. Berarti tidak mungkin dong beli Bitcoin?”
November 2021. Bitcoin menyentuh harga Rp1 miliar per koin. Media ramai, semua orang bicara soal crypto, dan para influencer berteriak “to the moon!” di mana-mana.
Sobat Androbuntu pasti sudah pernah dengar kata “Bitcoin”. Entah dari berita, dari obrolan teman, atau dari postingan di media sosial. Ada yang bilang Bitcoin bisa bikin orang kaya dalam semalam. Ada yang bilang itu scam. Ada juga yang bilang itu adalah masa depan keuangan dunia.
Jika dibandingkan dengan Indodax, maka Tokocrypto dan Pintu merupakan dua aplikasi jual-beli kripto yang masih tergolong baru. Tokocrypto diperkenalkan pada September 2018, sedangkan Pintu didirikan pada 2019.
Desember 2021. Banyak orang Indonesia membeli Bitcoin di harga Rp900 juta per koin. Setahun kemudian, harganya rontok ke Rp250 juta. Jutaan rupiah lenyap dalam hitungan bulan.
Sudah ada niat ingin beli Bitcoin tapi bingung mulai dari mana? Takut salah langkah? Atau khawatir uang hilang begitu saja? Tenang, kamu tidak sendirian. Hampir semua orang yang saya kenal mengalami kebingungan yang sama saat pertama kali ingin masuk ke dunia crypto.
Bayangkan sebuah buku catatan kelas. Tapi bukan buku catatan biasa — buku ini difotokopi dan dibagikan ke 1.000 orang sekaligus. Setiap kali ada transaksi baru, semua 1.000 orang itu langsung memperbarui catatan mereka secara bersamaan. Kalau ada satu orang yang coba mengubah catatannya sendiri, semua orang lain langsung tahu — karena catatan mereka berbeda.