Kamu mungkin sudah paham apa itu AI. Bahkan mungkin sudah familiar dengan ChatGPT atau Gemini. Tapi tahukah kamu bahwa sebenarnya AI sudah kamu gunakan jauh sebelum chatbot-chatbot tersebut populer?
Ya, AI tidak hanya sebatas ChatGPT atau chatbot pintar lainnya. Teknologi ini sebenarnya sudah tertanam dalam banyak aplikasi dan layanan yang kita gunakan setiap hari. Bahkan tanpa kita sadari.
Di artikel ini, saya akan bahas 10 contoh AI yang tanpa sadar sudah kamu gunakan setiap hari. Mungkin setelah membaca artikel ini, kamu akan sedikit terkejut betapa dekatnya AI dengan kehidupan sehari-hari kita.
Baca juga: Alasann kenapa harus mulai belajar menggunakan AI sekarang juga
Rekomendasi video YouTube
Setiap kali kamu membuka YouTube, video-video yang muncul di halaman beranda bukanlah acak. Semua video tersebut dipilih khusus untukmu oleh algoritma AI.
AI YouTube menganalisis riwayat tontonanmu, berapa lama kamu menonton video tertentu, video apa yang kamu skip, bahkan komentar yang kamu berikan. Dari semua data itu, AI kemudian memprediksi video apa yang kemungkinan besar akan kamu tonton sampai habis.
Makanya tidak heran kalau kamu bisa menghabiskan berjam-jam di YouTube. AI-nya sudah begitu pintar memahami selera kamu hingga video demi video yang muncul selalu menarik perhatianmu.
Jika kamu sering menonton video-video teknologi seperti yang sering dibuat oleh channel Androbuntu Media, maka sebagian besar rekomendasi yang diberikan ke kamu adalah video tutorial teknologi. Begitu pun jika kamu sering menonton video tentang politik, budaya, seni atau yang lainnya. Akan segera disesuaikan dengan minat kamu.
Autocorrect dan prediksi teks di keyboard
Setiap kali kamu mengetik di ponsel dan ada kata yang salah eja langsung dikoreksi otomatis, itu adalah AI yang bekerja. Atau saat kamu mengetik beberapa kata dan keyboard-mu sudah menawarkan kata-kata selanjutnya, itu juga AI.
Keyboard pintar seperti Gboard dari Google menggunakan AI untuk mempelajari gaya menulismu. Kata-kata apa yang sering kamu gunakan, bagaimana cara kamu menyusun kalimat, bahkan emoji favorit kamu.
Semakin lama kamu menggunakan keyboard tersebut, semakin pintar pula prediksi teksnya. Ini karena AI terus belajar dari kebiasaan mengetikmu setiap hari.
Filter spam di Gmail
Kamu pernah cek folder spam di Gmail? Pasti ada banyak email mencurigakan di sana. Tapi tahukah kamu bagaimana email-email tersebut bisa masuk ke folder spam secara otomatis?
Jawabannya adalah AI. Gmail menggunakan teknologi machine learning untuk mendeteksi email spam. AI-nya menganalisis jutaan email setiap hari untuk mengenali pola-pola yang biasa digunakan oleh email spam.
Dari analisis tersebut, AI belajar membedakan mana email penting dan mana yang sebaiknya langsung masuk ke folder spam. Tanpa AI ini, inbox kamu mungkin sudah penuh dengan email penipuan dan promosi yang tidak berguna.
Saya ingat benar, bertahun-tahun lalu saat Gmail masih baru dirilis. Email spam masih belum bisa dideteksi dengan baik oleh algoritma, banyak email spam yang masih masuk di inbox.
Ini benar-benar mengganggu pengalaman saya dalam menggunakan Gmail. Namun seiring waktu, algoritma Gmail terus membaik. Hingga akhirnya hari ini, hampir tidak ada email mencurigakan yang masuk ke inbox saya, semuanya langsung masuk ke folder spam secara otomatis.
Rute tercepat di Google Maps
Saat kamu membuka Google Maps dan meminta petunjuk arah, aplikasi tersebut tidak hanya menunjukkan satu rute. Biasanya ada beberapa pilihan rute dengan estimasi waktu yang berbeda-beda.
Nah, untuk menghitung rute mana yang paling cepat, Google Maps menggunakan AI. Teknologi ini menganalisis data lalu lintas real-time, kondisi jalan, kecelakaan yang sedang terjadi, bahkan cuaca.
Dari semua data tersebut, AI kemudian memprediksi rute mana yang paling efisien. Bahkan saat kamu sudah di perjalanan, AI terus memantau kondisi lalu lintas dan akan memberikan rute alternatif jika diperlukan.
Menurut saya ini adalah salah satu pemanfaatan AI yang memiliki dampak signifikan di kehidupan manusia. Terutama untuk kamu yang sering harus tiba di suatu tempat, namun kondisi jalan macet atau kamu tidak tahu mana rute terbaik yang harus dipilih.
Kamu yang ingin pergi ke suatu tempat, namun belum pernah pergi ke sana, tentu AI di Google Maps juga menjadi sangat membantu. Kamu akan menghemat waktu berjam-jam agar tidak nyasar dan salah jalan.
Face unlock di smartphone
Kalau kamu menggunakan fitur face unlock untuk membuka kunci ponsel, berarti kamu sudah menggunakan AI setiap hari. Teknologi ini menggunakan AI untuk mengenali wajahmu dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi.
Saat pertama kali kamu mengatur face unlock, kamera ponsel akan memindai wajahmu dari berbagai sudut. AI kemudian membuat model 3D dari wajahmu dan menyimpannya sebagai referensi.
Setiap kali kamu ingin membuka kunci ponsel, AI akan membandingkan wajahmu saat itu dengan model yang tersimpan. Prosesnya sangat cepat, hanya hitungan milidetik. Yang lebih menarik, AI ini terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan wajahmu, misalnya saat kamu berkumis atau memakai kacamata.
Deteksi wajah di kamera ponsel
Masih soal kamera, fitur deteksi wajah yang otomatis fokus ke wajah saat kamu mengambil foto juga menggunakan AI. Teknologi ini tidak hanya sekadar mendeteksi ada wajah atau tidak.
AI kamera ponsel bisa mengenali berapa banyak wajah dalam frame, posisi setiap wajah, bahkan ekspresi wajah tersebut. Dari informasi ini, kamera kemudian menyesuaikan fokus, exposure, dan berbagai parameter lainnya agar hasilnya optimal.
Beberapa ponsel bahkan menggunakan AI untuk mengenali objek selain wajah, seperti makanan, pemandangan, atau hewan. Kemudian secara otomatis mengatur settingan kamera yang paling cocok untuk objek tersebut.
Rekomendasi produk di e-commerce
Saat kamu buka Tokopedia, Shopee, atau platform e-commerce lainnya, produk-produk yang muncul di halaman utama dipilih khusus untukmu. Ini bukan kebetulan, melainkan hasil kerja AI.
AI e-commerce menganalisis riwayat pencarianmu, produk yang pernah kamu lihat, produk yang kamu masukkan ke wishlist, bahkan produk yang hampir kamu beli tapi di-cancel. Dari semua data tersebut, AI memprediksi produk apa yang kemungkinan besar akan kamu beli.
Bahkan ketika kamu mencari suatu produk, urutan produk yang ditampilkan juga hasil perhitungan AI. Produk-produk tersebut diurutkan berdasarkan kemungkinan tertinggi kamu akan tertarik dan melakukan pembelian.
Playlist otomatis di Spotify
Buat kamu pengguna Spotify, pasti familiar dengan fitur Discover Weekly atau Daily Mix. Playlist-playlist ini dibuat secara otomatis oleh AI berdasarkan selera musikmu.
AI Spotify menganalisis lagu-lagu apa yang sering kamu dengar, genre favorit, bahkan bagian lagu mana yang sering kamu skip. Dari data tersebut, AI mencari lagu-lagu lain yang kemungkinan besar akan kamu suka.
Yang menarik, semakin sering kamu menggunakan Spotify, semakin akurat pula rekomendasinya. Ini karena AI terus belajar dari kebiasaan mendengar musikmu setiap hari.
Cara kerja algoritmanya kurang lebih sama seperti algoritma Youtube. AI akan menganalisa konten seperti apa yang kita suka, kemduain menyarankan konten sejenis di beranda kita. Dengan begitu, kemungkinan kita untuk tetap menggunakan platform ini semakin besar.
Filter dan efek di Instagram
Setiap kali kamu menggunakan filter di Instagram yang bisa menambahkan telinga kucing atau mengubah background, itu adalah teknologi AI. Khususnya teknologi yang disebut Augmented Reality (AR) yang didukung oleh AI.
AI bekerja untuk mendeteksi wajahmu secara real-time, melacak pergerakan kepala, dan menempelkan efek digital dengan sempurna. Prosesnya sangat kompleks tapi terjadi dalam hitungan milidetik sehingga terasa mulus.
Bahkan filter yang mengubah wajahmu menjadi lebih tua, lebih muda, atau berganti gender, semuanya menggunakan AI. Teknologi ini mirip dengan yang saya bahas di artikel prompt AI untuk edit foto, tapi versi real-time.
Asisten virtual seperti Google Assistant
Terakhir, asisten virtual seperti Google Assistant, Siri, atau Alexa adalah contoh paling jelas penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari. Saat kamu bertanya “Ok Google, berapa suhu hari ini?”, AI yang memproses pertanyaanmu.
AI asisten virtual ini menggunakan teknologi Natural Language Processing (NLP) untuk memahami bahasa manusia. Mereka tidak hanya memproses kata demi kata, tapi juga memahami konteks dan maksud dari pertanyaanmu.
Bahkan saat kamu berbicara dengan logat daerah atau pengucapan yang tidak jelas, AI tetap bisa memahami karena sudah dilatih dengan jutaan sampel suara dari berbagai orang. Teknologi ini sebenarnya serupa dengan yang digunakan di ChatGPT, tapi dioptimalkan untuk komunikasi suara.
AI sudah ada di mana-mana
Dari 10 contoh di atas, terlihat jelas bahwa AI bukan lagi teknologi masa depan. AI sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sekarang.
Bedanya dengan ChatGPT atau Gemini yang kita gunakan secara sadar untuk pekerjaan tertentu, AI-AI di atas bekerja di belakang layar. Kita bahkan tidak menyadari keberadaannya sampai seseorang menjelaskannya.
Yang menarik adalah, semua AI tersebut terus belajar dan berkembang. Semakin kamu menggunakannya, semakin pintar mereka memahami kebutuhanmu. Ini yang membuat AI begitu powerful sekaligus sedikit menakutkan bagi sebagian orang.
Tapi satu hal yang pasti, AI akan terus berkembang dan semakin terintegrasi dalam kehidupan kita. Buat Sobat Androbuntu yang ingin lebih memahami dan memanfaatkan AI, saya sarankan untuk mulai belajar AI sekarang juga.
Karena dengan memahami cara kerja AI, kita tidak hanya menjadi pengguna yang lebih cerdas, tapi juga bisa memanfaatkan teknologi ini secara maksimal untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup kita.
