Indodax vs Tokocrypto vs Pintu: Mana exchange terbaik untuk pemula?

Hampir setiap bulan ada saja teman atau kenalan yang bertanya ke saya soal ini. Biasanya percakapannya dimulai dengan “Eh, kamu kan investasi crypto — gue mau coba nih, mulai dari mana ya?” Dan ketika saya balik tanya mereka sudah coba cari tahu sendiri belum, mereka bilang sudah. Tapi justru makin bingung karena ada Indodax, Tokocrypto, dan Pintu yang masing-masing kelihatan bagus.

Saya paham betul kebingungan itu. Ketiga exchange ini memang sama-sama populer di Indonesia, sama-sama legal, dan sama-sama bisa dipakai untuk beli Bitcoin atau kripto lainnya. Wajar kalau orang yang baru pertama kali ingin memulai tidak tahu harus menggunakan yang mana.

Nah, artikel ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya menggunakan ketiganya secara langsung — bukan sekadar membaca spesifikasi di situs resmi mereka. Saya akan bandingkan dari sisi kemudahan daftar, tampilan aplikasi, biaya transaksi, fitur, dan hal-hal lain yang menurut saya penting untuk diketahui sebelum kamu memutuskan mau pakai yang mana.

Spoiler singkat: jawabannya memang tidak sama untuk semua orang, tergantung tujuan dan kenyamanan kamu. Tapi kalau kamu benar-benar baru pertama kali mau beli crypto dan belum punya pengalaman sama sekali, saya lebih menyarankan untuk mulai dari Pintu. Alasannya akan saya jelaskan lebih lanjut di bawah.

Baca juga: Tutorial beli Bitcoin pertama kamu di Indodax

Sekilas tentang ketiga exchange ini

Indodax

Indodax adalah yang paling tua di antara ketiganya. Platform ini berdiri sejak 2014 dengan nama Bitcoin.co.id, lalu berganti nama menjadi Indodax pada 2018. Didirikan oleh Oscar Darmawan, Indodax kini menjadi exchange kripto terbesar di Indonesia dari sisi jumlah pengguna terdaftar.

Karena sudah lama beroperasi, Indodax punya reputasi yang solid dan fitur yang cukup lengkap. Tapi jujur, tampilannya terasa lebih “serius” dibanding dua pesaingnya — cocok untuk orang yang memang sudah siap belajar trading lebih dalam, bukan sekadar beli dan simpan.

Tokocrypto

Tokocrypto diluncurkan pada September 2018 dan merupakan satu-satunya exchange lokal yang pernah berafiliasi langsung dengan Binanceexchange terbesar di dunia berdasarkan volume trading. Hubungan ini membuat ekosistemnya menarik, terutama karena kamu bisa memindahkan aset dari Tokocrypto ke Binance (dan sebaliknya) dengan sangat mudah.

Untuk kamu yang memang berencana menggunakan Binance suatu hari nanti, ini jelas jadi nilai tambah yang sulit ditandingi. Fiturnya juga terbilang lengkap, dan tampilannya lebih modern dibandingkan Indodax. Tapi untuk pemula total, kurva belajarnya tetap ada.

Pintu

Pintu didirikan pada 2019 dan langsung mengambil pendekatan yang berbeda dari dua pesaingnya: mereka membangun aplikasi yang semudah mungkin digunakan oleh orang yang belum pernah beli crypto sekalipun. Setiap kali saya membuka Pintu, saya selalu teringat Coinbase — aplikasi crypto asal Amerika yang terkenal karena UI-nya yang sangat ramah pengguna.

Selain itu, Pintu juga dikenal rajin menambahkan listing token-token baru, bahkan token yang belum tersedia di exchange lokal lain. Jadi dari sisi pilihan aset, Pintu justru yang paling banyak di antara ketiganya.

Bedah tuntas ketiga exchange

Kemudahan pendaftaran & verifikasi KYC

KYC atau Know Your Customer adalah proses verifikasi identitas yang wajib dilakukan di semua exchange kripto resmi di Indonesia. Prosesnya biasanya melibatkan upload foto KTP dan swafoto — tidak butuh waktu lama kalau koneksi internetmu bagus.

Ketiga exchange ini berbasis di Indonesia dan terdaftar di Bappebti, jadi proses pendaftarannya relatif sama mudahnya. Yang membedakan adalah kecepatan verifikasi: Pintu dan Indodax biasanya memproses KYC dalam waktu sekitar 10 menit. Tokocrypto sedikit lebih lama, umumnya antara 30 menit hingga 1 jam.

PlatformProses DaftarEstimasi Waktu KYC
IndodaxMudah~10 menit
TokocryptoMudah~30-60 menit
PintuPaling mudah~10 menit

Tampilan antarmuka (UI/UX)

Ini adalah salah satu perbedaan yang paling terasa, terutama buat pemula.

Pintu adalah juaranya di kategori ini. Tampilannya bersih, navigasinya simpel, dan kamu tidak akan dibombardir dengan grafik candlestick atau angka-angka membingungkan begitu pertama kali membuka aplikasinya. Beli crypto di Pintu semudah belanja online — pilih koin, masukkan nominal, konfirmasi, selesai.

Indodax ada di posisi kedua. Tidak seintimidasi dulu, tapi tetap terasa seperti platform untuk orang yang sudah tahu apa yang mereka lakukan.

Tokocrypto memiliki tampilan yang modern dan bagus secara visual, tapi fitur-fiturnya yang banyak membuat tampilannya terasa lebih padat. Untuk pemula, ini bisa sedikit membingungkan di awal.

Satu catatan penting: Pintu sampai saat ini hanya tersedia sebagai aplikasi mobile, baik di Android maupun iOS. Tidak ada versi web-nya. Jadi kalau kamu lebih nyaman bekerja dari laptop atau komputer, ini perlu jadi pertimbangan. Indodax dan Tokocrypto tersedia di Android, iOS, maupun browser.

PlatformUI untuk PemulaTersedia di Web?Android & iOS?
IndodaxCukup ramahYaYa
TokocryptoSedikit kompleksYaYa
PintuPaling ramahTidakYa

Jumlah pilihan kripto

Kalau urusan ini, Pintu justru yang paling unggul — ini mungkin mengejutkan banyak orang yang berasumsi exchange tertua pasti punya pilihan terbanyak.

Pintu secara konsisten menambahkan token-token baru dan dikenal responsif terhadap tren pasar. Indodax ada di posisi kedua, diikuti Tokocrypto. Untuk koin-koin populer seperti Bitcoin, Ethereum, BNB, Solana, atau XRP, ketiganya sudah pasti menyediakan — jadi di sini tidak ada perbedaan yang berarti.

Namun jika kamu adalah orang yang sering berburu Airdrop dan ingin menjual hasil buruan Aidrop-mu, Pintu bisa menjadi pilihan utama. Mengingat Pintu sering sekali melisting token-token baru.

PlatformPilihan KriptoUpdate Listing
IndodaxBanyakBerkala
TokocryptoCukup banyakBerkala
PintuPaling banyakPaling sering

Fee & biaya transaksi

Ini bagian yang perlu sedikit penjelasan karena mekanismenya berbeda-beda di setiap platform.

Indodax menggunakan sistem maker-taker yang umum di exchange tradisional. Maker adalah orang yang memasang order di buku pesanan dan menunggu ada yang mengambilnya — biayanya 0%. Taker adalah orang yang langsung mengeksekusi order yang sudah ada di pasar — dikenakan sekitar 0.3%. Biaya withdraw rupiah ke rekening bank sekitar Rp 10.000 per transaksi, standar biaya withdraw sebagian besar exchange lokal.

Tokocrypto lebih simpel: maker dan taker sama-sama dikenakan 0.1% per transaksi. Biaya withdraw rupiah sekitar Rp 10.000. Jika kamu menggunakan kode referral PROFESOR saat mendaftar Tokocrypto, kamu bisa mendapatkan diskon trading fee hingga 20%.

Pintu mengklaim tidak ada trading fee. Tapi ini perlu saya luruskan — ini bukan benar-benar gratis. Pintu mengambil keuntungan dari selisih harga atau spread: harga beli di Pintu sedikit lebih mahal dari harga pasar, dan harga jualnya sedikit lebih murah dari harga pasar. Jadi biaya tetap ada, hanya saja tidak terlihat secara eksplisit. Untuk withdraw rupiah, biayanya Rp 4.500 per transaksi — yang paling murah di antara ketiganya. Saya pernah membahas detail soal ini lebih dalam di artikel perbandingan Pintu vs Indodax.

Catatan: Angka fee di atas berdasarkan data yang tersedia saat artikel ini ditulis. Pastikan kamu cek langsung ke masing-masing platform karena kebijakan fee bisa berubah sewaktu-waktu.

PlatformTrading FeeWithdraw Rupiah
Indodax0% maker / ~0.3% taker~Rp 25.000
Tokocrypto0.1% maker & taker~Rp 5.500
PintuSpread (tidak eksplisit)~Rp 4.500

Metode deposit & withdrawal rupiah

Ketiganya sudah mendukung transfer bank dan virtual account. Indodax juga menerima deposit melalui e-wallet seperti OVO, GoPay, dan ShopeePay, serta gerai retail seperti Alfamart dan Indomaret. Untuk kamu yang ingin deposit tanpa perlu repot transfer antarbank, ini sangat memudahkan. Tutorial lengkapnya bisa kamu baca di artikel cara deposit di Indodax.

Di Pintu khususnya, setelah transfer dilakukan rupiah langsung masuk ke akun dalam hitungan detik tanpa perlu upload bukti transfer. Ini kecil tapi cukup terasa bedanya kalau kamu pernah pakai exchange yang prosesnya masih manual.

Keamanan

Ketiga exchange ini terdaftar resmi di Bappebti, yang berarti mereka wajib memenuhi standar keamanan dan perlindungan pengguna yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia.

Untuk keamanan akun secara individual, ketiganya menyediakan autentikasi dua faktor atau 2FA. Saya sangat menyarankan untuk mengaktifkan fitur ini segera setelah mendaftar di platform mana pun — dengan 2FA aktif, akun kamu jauh lebih sulit dibobol meski kata sandinya bocor. Indodax juga menyediakan fitur whitelist alamat wallet untuk penarikan crypto, yang menambah lapisan keamanan ekstra.

Dari rekam jejak, Indodax pernah mengalami insiden keamanan yang cukup besar pada 2024. Ini bukan berarti Indodax tidak aman untuk digunakan sekarang — mereka sudah memperketat sistem setelah kejadian tersebut — tapi ini tetap layak diketahui sebagai informasi.

Fitur tambahan

Ini area di mana perbedaan ketiga exchange terlihat paling jelas, dan bisa jadi faktor penentu kalau kamu sudah lebih serius dalam investasi crypto.

Indodax punya fitur Indodax Earn untuk mendapatkan imbal hasil dari aset yang disimpan, dan juga mendukung trading futures bagi yang ingin masuk ke instrumen yang lebih kompleks — tapi ini sangat berisiko dan tidak saya rekomendasikan untuk pemula.

Tokocrypto punya token native bernama TKO yang bisa digunakan untuk membayar trading fee dengan diskon tambahan. Ada juga fitur staking dan Launchpad — semacam platform untuk mengikuti penjualan perdana token proyek kripto baru sebelum dirilis ke pasar umum. Karena kedekatannya dengan ekosistem Binance, memindahkan aset antara Tokocrypto dan Binance juga sangat mudah dilakukan.

Pintu fokus pada fitur yang dibutuhkan investor jangka panjang. Ada Pintu Earn untuk mendapatkan imbal hasil dari kripto yang disimpan, fitur Nabung Rutin (auto-DCA) yang secara otomatis membeli crypto sesuai jadwal dan nominal yang kamu tentukan, serta program Learn & Earn untuk belajar kripto sambil mendapatkan reward kecil. Review lengkap soal semua fitur Pintu sudah pernah saya tulis di artikel ini.

Layanan customer support

Indodax menyediakan dukungan melalui live chat, email, dan akun media sosial resmi mereka. Tokocrypto juga serupa, dengan tambahan dukungan via WhatsApp yang cukup responsif untuk pertanyaan umum. Pintu umumnya bisa dihubungi melalui live chat di dalam aplikasi.

Dari pengalaman saya, responsivitas ketiganya cukup baik untuk pertanyaan standar. Untuk masalah yang lebih teknis — misalnya dana yang tidak masuk atau kendala withdrawal — biasanya butuh waktu lebih lama untuk diselesaikan. Ini berlaku hampir di semua exchange, bukan hanya tiga yang saya bahas di sini.

Tabel ringkasan perbandingan

AspekIndodaxTokocryptoPintu
Kemudahan Daftar⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
UI/UX untuk Pemula⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Pilihan Kripto⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Fee Transaksi⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Tersedia di Web⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Keamanan & Regulasi⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Fitur Tambahan⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Ekosistem Binance
DCA Otomatis

Rekomendasi: Mana yang cocok untuk siapa?

Pilih Indodax jika kamu sudah punya sedikit pemahaman soal cara kerja exchange dan ingin platform yang sudah terbukti lama beroperasi di Indonesia. Indodax juga pilihan tepat kalau kamu lebih nyaman bekerja dari browser daripada aplikasi, dan berencana untuk aktif trading — bukan sekadar beli dan simpan. Untuk mulai, kamu bisa deposit rupiah ke Indodax dengan panduan yang sudah saya tulis di sini.

Pilih Tokocrypto jika kamu sudah tahu atau berencana menggunakan Binance dalam waktu dekat. Kemudahan transfer antar dua platform ini adalah keunggulan yang sulit ditandingi exchange lain. Tokocrypto juga cocok untuk kamu yang tertarik dengan fitur staking atau ikut Launchpad token baru. Untuk yang baru, panduan cara daftar Tokocrypto bisa jadi titik awal yang bagus.

Pilih Pintu jika kamu benar-benar baru pertama kali beli crypto, tidak mau pusing dengan chart dan order book, dan tujuan utamamu adalah investasi jangka panjang dengan cara yang sederhana. Fitur Nabung Rutin-nya sangat membantu untuk yang ingin cicil beli Bitcoin atau crypto lain secara rutin tanpa harus ingat beli manual setiap bulan. Tutorial cara beli Bitcoin pertama kali di Pintu sudah pernah saya tulis di sini.

FAQ

Apakah boleh punya akun di ketiga exchange sekaligus?

Boleh, dan tidak ada larangan untuk itu. Banyak investor yang memang menggunakan lebih dari satu exchange sesuai kebutuhan — misalnya satu untuk trading aktif, satu lagi untuk simpan jangka panjang. Saya sendiri aktif menggunakan ketiganya.

Exchange mana yang paling aman di Indonesia?

Ketiga exchange ini sudah terdaftar di Bappebti, jadi ketiganya masuk kategori legal dan diawasi secara regulasi. Untuk keamanan akun secara personal, pastikan kamu mengaktifkan 2FA di platform mana pun yang kamu gunakan — ini langkah paling dasar tapi paling sering dilewatkan.

Apakah bisa transfer crypto antar exchange?

Bisa. Kamu bisa mengirim crypto dari satu exchange ke exchange lain selama jaringan blockchain yang digunakan sama. Misalnya, transfer crypto dari Binance ke Pintu bisa dilakukan dengan mudah. Yang perlu diperhatikan adalah biaya jaringan atau network fee yang dikenakan setiap kali melakukan transfer crypto antar platform.

Exchange mana yang fee-nya paling murah?

Tergantung bagaimana kamu mendefinisikan “murah”. Kalau bicara biaya withdraw rupiah ke rekening bank, Pintu yang paling murah di Rp 4.500. Untuk trading fee yang paling transparan dan mudah dihitung, Tokocrypto flat 0.1% untuk semua transaksi. Indodax menguntungkan bagi market maker karena biayanya 0%, tapi kalau kamu sering beli langsung (taker) kena 0.3%.

Saya sudah terlanjur daftar di salah satu, apakah harus pindah?

Tidak harus. Semua exchange yang saya bahas di sini layak digunakan. Kalau kamu merasa kurang nyaman dengan platform yang sekarang dipakai, kamu bisa buka akun baru di platform lain dan gunakan keduanya sesuai kebutuhan. Tidak ada yang bilang kamu harus setia di satu exchange saja.

Penutup

Saat ini saya menggunakan Pintu sebagai exchange utama untuk menyimpan sebagian besar aset crypto saya. Tapi saya tetap aktif di Indodax dan Tokocrypto — sebagian karena memang perlu mengikuti perkembangan fitur dari ketiganya, sebagian lagi karena setiap platform punya kelebihan masing-masing untuk situasi yang berbeda.

Tapi kalau kamu baru mau mulai dan belum pernah beli crypto sama sekali, mulailah dari Pintu. Download aplikasinya, daftar, selesaikan KYC, deposit Rp 50.000 saja dulu, dan coba beli Bitcoin dalam jumlah kecil. Prosesnya tidak akan lebih dari 15 menit. Dari situ kamu akan langsung mengerti cara kerja exchange tanpa perlu pusing dengan hal-hal teknis terlebih dahulu.

Setelah sudah lebih percaya diri dan mulai penasaran dengan fitur yang lebih dalam, barulah coba Indodax atau Tokocrypto. Kalau kamu ingin tahu lebih banyak soal masing-masing platform, kamu bisa baca artikel-artikel berikut ini sebagai langkah selanjutnya:

Tidak punya banyak waktu?
Minta AI untuk meringkas artikel ini

Perplexity Pro

Perplexity Pro
Rp 69.000

ChatGPT Pro

ChatGPT Pro
Rp 70.000

Gemini Ultra

Gemini Ultra
Rp 80.000

Samsung Galaxy A26 5G

Samsung Galaxy A26 5G
Rp 3.999.000

Praktisi cryptocurrency berpengalaman yang memulai perjalanan investasi Bitcoin harganya masih Rp 5 juta per koin. Sudah pernah melewati berbagai siklus bull dan bear market sejak 2013, termasuk mengalami floating loss hingga 50% dan meraih profit berkali lipat, ia memahami dinamika pasar crypto dari pengalaman nyata—bukan sekadar teori. Lebih dari sekadar investor, ia mendalami aspek teknis blockchain dan konsisten mengikuti perkembangan ekosistem cryptocurrency secara menyeluruh. Kini fokus pada strategi investasi Bitcoin jangka panjang, berbagi pengetahuan teknis mulai dari cara kerja Bitcoin, teknologi blockchain, hingga tutorial praktis penggunaan wallet dan exchange melalui blog ini. Semua konten ditulis berdasarkan riset mendalam dan pengalaman langsung untuk membantu pembaca memahami dunia cryptocurrency dengan lebih baik. Konten di blog ini bersifat edukatif dan bukan merupakan ajakan atau saran investasi—selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan finansial.