Lanjutan Teknologi

SHA-256

SHA-256 (Secure Hash Algorithm 256-bit) adalah fungsi kriptografi yang digunakan Bitcoin untuk mengamankan transaksi dan proses mining — mengubah data apapun menjadi string 64 karakter yang unik.

Apa itu SHA-256?

SHA-256 adalah fungsi hash kriptografi yang dikembangkan oleh NSA (National Security Agency) Amerika Serikat dan dipublikasikan sebagai standar pada 2001. Bitcoin menggunakan SHA-256 sebagai pondasi dari sistem Proof of Work-nya.

SHA-256 mengambil input data apapun — satu huruf, sebuah dokumen, atau isi seluruh blok transaksi — dan menghasilkan output berupa string 64 karakter heksadesimal yang panjangnya selalu sama.

Sifat-Sifat Penting SHA-256

Deterministik: Input yang sama selalu menghasilkan output (hash) yang sama.

One-way: Dari hash, tidak bisa ditebak atau dikembalikan ke data aslinya (practically irreversible).

Avalanche effect: Mengubah satu karakter saja pada input akan mengubah seluruh hash secara dramatis.

Collision resistant: Secara praktis mustahil menemukan dua input berbeda yang menghasilkan hash yang sama.

Contoh Sederhana

Input: "Bitcoin"
SHA-256: b4056df6691f8dc72e56302ddad345d65fead3ead9299609a826e2344eb63aa4

Input: "bitcoin" (huruf kecil)
SHA-256: 6b88c087247aa2f07ee1c5956b8e1a9f4c7f892a70e324f1bb3d161e05ca107b

Perbedaan hanya satu huruf kapital, tapi hasilnya sama sekali berbeda.

Peran SHA-256 dalam Bitcoin Mining

Dalam proses mining, miner harus menemukan sebuah Nonce (angka) sehingga ketika digabungkan dengan data blok dan di-hash menggunakan SHA-256, hasilnya menghasilkan hash yang diawali sejumlah angka nol.

Karena tidak ada cara pintas — hanya bisa mencoba satu per satu — proses ini membutuhkan daya komputasi besar. Inilah yang membuat manipulasi blockchain sangat sulit dan mahal.

Terakhir diperbarui: