Cara Menyimpan Ethereum di Flashdisk

Salah satu wallet yang dapat kita gunakan untuk menyimpan Ethereum di flashdisk adalah MEW atau MyEtherWallet. Aplikasi ini tersedia untuk Android dan PC serta memiliki varian untuk penggunaan offline.

Dan pada tutorial kali ini kita akan menggunakan varian offline, dengan begitu kita dapat menyimpan Ethereum serta token-token ERC-20 ke flashdisk.

Tapi sebelum mengikuti tutorial ini, saya sarankan untuk menggunakan flashdisk khusus yang hanya akan kamu gunakan untuk menyimpan Ethereum. Jangan gunakan flashdisk ini untuk menyimpan file lain.

Ini akan menghindari dari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti virus, wallet tidak sengaja terhapus dan semacamnya.

Baca juga: Cara Mengubah Ethereum Menjadi Saldo OVO

Download Mew Offline

Hal pertama yang harus Sobat Androbuntu lakukan adalah mengunduh MEW Offline dari laman proyek GitHub mereka. Klik disini untuk langsung mengunjunginya.

Pastikan kalian mengunduh file dengan nama MyEtherWallet-xxx-offline.zip. xxx adalah nomor versi terbaru yang saat ini tersedia, jadi pasti akan selalu berubah.

Cara Menyimpan Ethereum di Flashdisk 1

Cara Setting Wallet Offline di Flashdisk

Setelah kalian mengunduh file zip-nya, silahkan matikan koneksi internet di laptop atau komputer kamu. Jadi sekarang laptop atau komputer kamu tidak terhubung ke internet.

Pindahkan file zip tadi ke flashdisk, kemudian ekstrak dan nanti kalian akan melihat file zip tadi berisi banyak file dan folder, terlihat seperti dibawah ini:

Cara Menyimpan Ethereum di Flashdisk 2

Kemudian klik dua kali pada file index.html. File tersebut kemudian akan terbuka di browser dan menampilkan tampilan seperti dibawah ini. Klik Create Wallet.

Cara Menyimpan Ethereum di Flashdisk 3

Berikutnya klik kotak bertuliskan Software. Abaikan peringatan bertuliskan “NOT RECOMMENDED”.

Cara Menyimpan Ethereum di Flashdisk 4

Selanjutnya ada dua tipe wallet yang dapat kamu buat, dalam tutorial kali ini saya akan menggunakan Keystore File.

Cara Menyimpan Ethereum di Flashdisk 5

Berikutnya buat password yang akan kita gunakan untuk membuka wallet kita ini setiap kali kita ingin menggunakan wallet. Pastikan kalian selalu mengingat password ini.

Jika kalian lupa dengan password ini, maka kalian akan kehilangan semua Ethereum dan juga token yang kalian simpan di wallet ini. Klik Create Wallet untuk melanjutkan.

Cara Menyimpan Ethereum di Flashdisk 6

Dan berikutnya kalian akan melihat ada himbauan dari MEW Offline untuk selalu menjaga keystore file. Ini adalah file berisi wallet kalian.

Kalian diminta untuk menjaganya dengan baik, jangan sampai hilang, jangan membagikannya dan pastikan untuk melakukan backup. Klik tombol Acknowledge & Download.

Cara Menyimpan Ethereum di Flashdisk 7

Selanjutnya klik tombol Save File dan letakan file tersebut ke dalam flashdisk.

Cara Menyimpan Ethereum di Flashdisk 8

Setelah melihat tulisan You are done! maka itu artinya proses pembuatan wallet telah selesai dilakukan.

Untuk mengakses wallet yang baru saja kalian buat, klik tombol Access Wallet.

Cara Menyimpan Ethereum di Flashdisk 9

Setelah itu langsung klik tombol Software.

Cara Menyimpan Ethereum di Flashdisk 10

Karena tadi kita membuat wallet bertipe keystroke, maka pada pilihan kita pilih Keystroke.

Cara Menyimpan Ethereum di Flashdisk 11

Selanjutnya klik tombol Select File lalu silahkan pilih keystroke file yang tadi sudah kamu simpan di flashdisk.

Cara Menyimpan Ethereum di Flashdisk 12

Masukkan password pengaman yang juga tadi kamu masukkan saat proses pembuatan wallet.

Cara Menyimpan Ethereum di Flashdisk 13

Dan selesai, sekarang kamu dapat melihat wallet kamu. Alamat Ethereum kamu ada di sebelah kiri atas.

Cara Menyimpan Ethereum di Flashdisk 14

Tidak punya banyak waktu?
Minta AI untuk meringkas artikel ini

Perplexity Pro

Perplexity Pro
Rp 69.000

ChatGPT Pro

ChatGPT Pro
Rp 70.000

Gemini Ultra

Gemini Ultra
Rp 80.000

Samsung Galaxy A26 5G

Samsung Galaxy A26 5G
Rp 3.999.000

Praktisi cryptocurrency berpengalaman yang memulai perjalanan investasi Bitcoin harganya masih Rp 5 juta per koin. Sudah pernah melewati berbagai siklus bull dan bear market sejak 2013, termasuk mengalami floating loss hingga 50% dan meraih profit berkali lipat, ia memahami dinamika pasar crypto dari pengalaman nyata—bukan sekadar teori. Lebih dari sekadar investor, ia mendalami aspek teknis blockchain dan konsisten mengikuti perkembangan ekosistem cryptocurrency secara menyeluruh. Kini fokus pada strategi investasi Bitcoin jangka panjang, berbagi pengetahuan teknis mulai dari cara kerja Bitcoin, teknologi blockchain, hingga tutorial praktis penggunaan wallet dan exchange melalui blog ini. Semua konten ditulis berdasarkan riset mendalam dan pengalaman langsung untuk membantu pembaca memahami dunia cryptocurrency dengan lebih baik. Konten di blog ini bersifat edukatif dan bukan merupakan ajakan atau saran investasi—selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan finansial.