Rethink DNS: Pemblokir Iklan dan Pelacak untuk Android
Saat kita menggunakan aplikasi dan game di HP Android, sadar atau tidak akan ada banyak pelacak atau tracker yang berjalan di latar belakang. Pelacak ini mengumpulkan banyak informasi dari kita — mulai dari riwayat browsing, merek dan tipe HP, lokasi, ukuran layar, hingga pola penggunaan aplikasi sehari-hari. Semua data tersebut kemudian dijual ke pengiklan atau dikumpulkan oleh jaringan analitik pihak ketiga.
Yang membuat masalah ini lebih pelik, pelacakan ini tidak bisa dihentikan hanya dengan membersihkan cache atau mematikan izin lokasi. Sebagian besar tracker bekerja lewat lapisan DNS — setiap kali aplikasi membuka koneksi, ia pertama-tama mengirimkan DNS request ke server pelacak tersebut. Selama request itu tetap diproses, data tetap mengalir. Inilah celah yang diisi oleh Rethink DNS.
Penelitian dari tim Rethink sendiri menunjukkan bahwa sekitar 60% lalu lintas jaringan pada perangkat Android tipikal berasal dari tracker dan ad-network — angka yang cukup signifikan untuk tidak diabaikan begitu saja.
Baca juga: 10 Aplikasi VPN Terbaik untuk Android
Apa Itu Rethink DNS?
Rethink DNS adalah aplikasi Android untuk memblokir malware, spyware, iklan, dan pelacak yang ada di semua aplikasi di HP Android. Berbeda dengan adblocker berbasis browser yang hanya bekerja saat kalian membuka Chrome atau Firefox, Rethink DNS bekerja di level sistem — artinya semua aplikasi yang terpasang di HP kalian terdampak, termasuk aplikasi yang tidak punya mode incognito sama sekali.
Cara kerjanya cukup elegan: Rethink DNS memblokir tracker di lapisan DNS. Ketika sebuah aplikasi mencoba terhubung ke domain tracker yang sudah dikenali, Rethink DNS cukup tidak menjawab DNS request tersebut. Koneksi ke tracker gagal, tapi koneksi normal aplikasi ke server utamanya tetap berjalan.
Rethink DNS mendukung lebih dari 190 blocklist, termasuk beberapa yang juga dipakai oleh uBlock Origin. Untuk resolusi DNS itu sendiri, aplikasi ini menggunakan enkripsi via DNS-over-HTTPS (DoH) atau DNS-over-TLS (DoT) — artinya ISP kalian tidak bisa membaca atau memanipulasi DNS query yang dikirim.
Rethink DNS memiliki 300+ server yang tersebar di seluruh dunia. Selain itu, saat Rethink DNS diaktifkan, kalian juga bisa mengunjungi situs-situs yang diblokir di Indonesia, karena DNS query kalian tidak lagi diproses oleh DNS milik ISP lokal yang sudah dikonfigurasi untuk mematuhi pemblokiran tersebut.
Aplikasi Rethink DNS tersedia secara gratis melalui Google Play Store, F-Droid, maupun melalui tombol download di bawah ini.
Download Rethink DNS APK Terbaru
Rethink DNS APK memiliki ukuran sekitar 60–80MB tergantung versi yang diunduh. Versi di Google Play Store cenderung lebih stabil karena sudah melewati proses review, sementara versi terbaru di GitHub atau F-Droid biasanya lebih up-to-date dengan fitur-fitur yang baru dikembangkan. Untuk pengguna biasa, versi Play Store sudah lebih dari cukup.
Setelah kalian mengunduh APK dari tautan di atas, instal di HP Android kalian dengan cara mengetuk berkas APK-nya pada folder “Download”. Ikuti proses pemasangannya sama seperti saat memasang aplikasi lainnya. Setelah pemasangan selesai, ikon Rethink DNS sudah akan muncul di daftar aplikasi.
Cara Menggunakan Rethink DNS
Setelah aplikasi Rethink DNS terpasang di HP Android kalian, silahkan buka aplikasinya. Untuk mengaktifkannya, kalian hanya perlu mengetuk tombol Mulai. Android akan meminta konfirmasi untuk membuat koneksi VPN — ini normal, dan kalian perlu menyetujuinya agar Rethink DNS bisa bekerja.
Sekarang kalian sudah bisa menggunakan HP Android seperti biasa. Bedanya, semua DNS request ke domain tracker dan iklan akan diblokir sebelum sempat terhubung ke server tujuan. Aplikasi-aplikasi yang sebelumnya menampilkan iklan, setelah Rethink DNS dijalankan, iklannya sudah tidak muncul lagi — termasuk iklan di dalam aplikasi yang tidak ada pengaturan untuk menonaktifkannya.
Rethink DNS berjalan layaknya aplikasi VPN, jadi kalian tidak bisa menggunakan aplikasi VPN lain secara bersamaan. Ini adalah batasan teknis dari Android, bukan kelemahan Rethink DNS. Android hanya mengizinkan satu VPN service aktif dalam satu waktu. Jika kalian mengaktifkan aplikasi VPN lain, maka Rethink DNS akan berhenti berjalan — dan sebaliknya.
Satu catatan penting: jika kalian butuh VPN untuk keperluan tertentu (misalnya mengakses jaringan kantor), Rethink DNS sebenarnya sudah memiliki dukungan WireGuard bawaan. Kalian bisa mengkonfigurasi WireGuard server di dalam Rethink DNS itu sendiri, sehingga tidak perlu lagi aplikasi VPN terpisah.
Fitur Lanjutan yang Perlu Diketahui
Di balik tampilan yang sederhana, Rethink DNS menyimpan cukup banyak kontrol yang bisa dimanfaatkan kalau kalian mau sedikit bereksplorasi.
Firewall per aplikasi. Selain memblokir tracker lewat DNS, Rethink DNS juga bisa memblokir akses internet sebuah aplikasi secara penuh — baik saat layar mati, saat aplikasi berjalan di latar belakang, atau hanya saat menggunakan data seluler. Berguna untuk aplikasi yang sebenarnya tidak butuh internet sama sekali, seperti kalkulator, alarm, atau file manager.
Log koneksi. Rethink DNS mencatat semua koneksi yang dibuat oleh setiap aplikasi secara real-time. Dari sini kalian bisa melihat sendiri ke server mana saja aplikasi favoritmu ternyata menghubungi diri — termasuk nama domain, frekuensi, dan apakah koneksi tersebut sudah diblokir atau tidak.
Split DNS. Fitur yang ditambahkan di versi-versi terbaru ini memungkinkan kalian merutekan DNS request dari aplikasi tertentu ke resolver yang berbeda. Misalnya, aplikasi kantor menggunakan DNS internal perusahaan, sementara aplikasi lain tetap menggunakan Rethink DNS.
Smart DNS. Secara otomatis memilih resolver DNS tercepat dari beberapa opsi yang sudah dikonfigurasi. Berguna kalau kalian menggunakan beberapa DNS upstream sekaligus dan ingin latensi serendah mungkin.
Aplikasi ini dapat digunakan sepenuhnya secara gratis. Tidak ada pembayaran dalam aplikasi ataupun iklan di dalamnya. Rethink DNS adalah proyek open source yang kode sumbernya tersedia publik di GitHub, dikembangkan oleh engineers yang sebelumnya bekerja di AWS dan IBM.