Cara beli Ethereum di Indodax: panduan lengkap untuk pemula

Kalau kamu mengikuti berita soal cryptocurrency, nama Ethereum pasti sudah tidak asing di telingamu. Bukan cuma Bitcoin saja yang ramai dibicarakan — Ethereum juga terus menarik perhatian banyak orang, dari investor ritel sampai institusi besar.

Yang membuat Ethereum menarik bukan sekadar harganya. Ada sesuatu yang berbeda dari cara kerja Ethereum dibanding Bitcoin, dan itu yang membuat banyak orang memilihnya sebagai aset yang mereka pegang untuk jangka panjang. Di artikel ini saya akan jelaskan semuanya dari nol — termasuk tutorial langkah demi langkah cara beli ETH di Indodax, salah satu exchange crypto lokal yang paling mudah digunakan di Indonesia.

Artikel ini sengaja saya tulis untuk Sobat Androbuntu yang benar-benar baru dan belum pernah beli Ethereum sebelumnya. Jadi sebisa mungkin saya akan menghindari penggunaan istilah teknis yang dibiarkan mengambang tanpa penjelasan.

Baca juga: Tutorial beli Bitcoin pertama kali di Indodax untuk pemula

Apa Itu Ethereum?

Ethereum adalah sebuah jaringan blockchain — istilah sederhananya, ia adalah semacam komputer raksasa yang berjalan secara terdistribusi di seluruh dunia, tidak dikontrol oleh satu pihak mana pun. Di atas jaringan ini, orang dapat membangun aplikasi, kontrak digital otomatis, hingga token-token cryptocurrency lainnya.

Mata uang asli dari jaringan Ethereum disebut Ether, yang di pasar biasa disingkat sebagai ETH. Ketika orang-orang bilang “beli Ethereum”, yang mereka maksud adalah membeli ETH.

Apa bedanya Ethereum dengan Bitcoin? Ini pertanyaan yang sering muncul. Berikut beberapa perbedaan paling mendasarnya:

  • Bitcoin dirancang murni sebagai mata uang digital — alat penyimpan nilai seperti emas digital. Ethereum dirancang lebih luas dari itu, sebagai platform untuk membangun aplikasi terdesentralisasi.
  • Di jaringan Ethereum, bisa dibangun apa yang disebut “smart contract” — semacam perjanjian otomatis yang berjalan sendiri tanpa perlu pihak ketiga seperti notaris atau bank. Bitcoin tidak memiliki kemampuan ini.
  • Ribuan token cryptocurrency lain yang kamu lihat di market — USDT, LINK, UNI, dan ratusan lainnya — sebagian besar berjalan di atas jaringan Ethereum. Ini yang membuat Ethereum jadi fondasi ekosistem DeFi (keuangan terdesentralisasi) yang saat ini berkembang pesat.
  • Dari sisi pasokan, Bitcoin punya batas maksimal 21 juta koin. Ethereum tidak punya batas seperti itu, tapi ada mekanisme pembakaran token yang membuat pasokan ETH cenderung terkontrol.

Soal posisinya di pasar: Ethereum adalah cryptocurrency terbesar kedua di dunia berdasarkan market cap, tepat di bawah Bitcoin. Fakta ini saja sudah cukup untuk menjelaskan mengapa Ethereum bukan sekadar altcoin biasa.

Kenapa beli Ethereum di Indodax?

Ada banyak platform yang bisa digunakan untuk membeli Ethereum, termasuk exchange-exchange luar negeri seperti Binance. Tapi untuk pemula di Indonesia, saya selalu menyarankan untuk mulai dari Indodax, dan ini alasannya.

Pertama, Indodax adalah exchange crypto tertua di Indonesia — dulu bernama Bitcoin.co.id sebelum berganti nama. Sampai hari ini, Indodax sudah terdaftar dan diawasi oleh Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi), jadi statusnya legal dan diakui negara.

Kedua, di Indodax kamu bisa membeli ETH langsung menggunakan Rupiah. Kamu tidak perlu punya Bitcoin dulu atau crypto lain dulu hanya untuk bisa membeli Ethereum. Cukup deposit Rupiah, langsung bisa beli ETH.

Ketiga, prosesnya memang dirancang agar mudah. Saya sudah menggunakan Indodax cukup lama, dan antarmukanya tidak serumit yang orang bayangkan. Untuk pemula sekalipun, langkah-langkahnya sangat bisa diikuti.

Terakhir, Indodax tersedia baik di web (indodax.com) maupun di aplikasi mobile untuk Android dan iOS. Jadi kamu bisa beli dan pantau ETH-mu kapan saja dari mana saja.

Persiapan sebelum beli Ethereum di Indodax

Buat dan verifikasi akun Indodax

Jika kamu belum punya akun Indodax, langkah pertama tentu adalah mendaftar. Saya sudah menulis panduan lengkapnya di artikel cara daftar akun Indodax — silakan baca dulu jika belum punya akun.

Saat mendaftar, jangan lupa masukkan kode referral yusyulianto pada kolom yang tersedia. Dengan menggunakan kode referral ini, kamu akan mendapatkan keuntungan berupa komisi yang bisa membantu meringankan biaya trading. Atau agar lebih mudah, ketuk tombol dibawah ini:

Setelah akun dibuat, ada satu langkah yang wajib diselesaikan sebelum bisa bertransaksi, yaitu verifikasi KYC (Know Your Customer). Kamu akan diminta mengupload foto KTP dan foto selfie dengan KTP. Proses ini biasanya selesai dalam beberapa jam hingga satu hari kerja. Tanpa verifikasi KYC, akun kamu tidak bisa digunakan untuk deposit maupun jual-beli crypto.

Deposit rupiah ke akun Indodax

Setelah akun terverifikasi, langkah berikutnya adalah mengisi saldo Rupiah di Indodax. Kamu bisa deposit melalui beberapa metode yang tersedia: transfer bank, virtual account, e-wallet (OVO, GoPay, ShopeePay), hingga gerai ritel seperti Alfamart dan Indomaret.

Untuk kemudahan dan kecepatan, saya sendiri lebih sering menggunakan e-wallet atau virtual account karena prosesnya instan — saldo langsung masuk tanpa perlu menunggu. Jika menggunakan transfer bank biasa, prosesnya bisa membutuhkan waktu lebih lama tergantung jam cut-off bank masing-masing.

Minimal deposit Rupiah di Indodax adalah Rp50.000. Jadi tidak perlu modal besar untuk memulai. Panduan lengkap cara deposit bisa kamu baca di artikel cara deposit di Indodax.

Cara beli Ethereum di Indodax

Ini bagian utamanya. Saya akan jelaskan dua cara: melalui website dan melalui aplikasi mobile.

Via website (indodax.com)

Langkah 1 — Login ke akun Indodax kamu

Buka browser dan kunjungi indodax.com. Masuk menggunakan email dan password akun kamu. Jika sudah mengaktifkan Google Authenticator (2FA), masukkan kode 6 digit yang muncul di aplikasi authenticator-mu.

Langkah 2 — Masuk ke halaman market ETH/IDR

Setelah berhasil login, cari Ethereum di kolom pencarian yang tersedia di halaman utama, atau langsung kunjungi halaman market ETH/IDR. Di halaman ini kamu akan melihat grafik harga ETH, order book, dan form untuk melakukan pembelian.

Langkah 3 — Pilih metode pembelian: Market Order atau Limit Order

Di sisi kanan halaman, kamu akan melihat dua tab: Buy dan Sell. Pilih tab Buy. Di bawahnya ada pilihan tipe order — saya akan jelaskan lebih lengkap di bagian selanjutnya, tapi untuk pemula saya sarankan pilih Market Order dulu.

Langkah 4 — Masukkan jumlah Rupiah atau jumlah ETH yang ingin dibeli

Kamu bisa mengisi berapa Rupiah yang ingin kamu belanjakan, atau langsung memasukkan berapa ETH yang ingin kamu beli. Keduanya bisa. Misalnya, masukkan Rp100.000 di kolom “Total (IDR)”, maka sistem akan otomatis menghitung berapa ETH yang akan kamu dapatkan dengan jumlah itu.

Langkah 5 — Konfirmasi dan eksekusi order

Periksa kembali detail pesananmu — jumlah ETH yang akan didapat, total Rupiah yang akan digunakan, dan estimasi biaya trading. Jika sudah yakin, klik tombol Buy ETH. Order akan langsung dieksekusi jika menggunakan Market Order.

Langkah 6 — Cek saldo ETH di wallet Indodax

Setelah order selesai, kamu bisa cek saldo ETH kamu di menu Funds atau Wallet. ETH yang baru dibeli akan langsung terlihat di sana.

Via aplikasi mobile (Android / iOS)

Langkah-langkahnya pada dasarnya sama dengan versi web, hanya tampilannya yang berbeda karena menyesuaikan layar ponsel.

Langkah 1 — Buka aplikasi Indodax dan login

Seperti biasa, buka aplikasi Indodax. Pastikan kamu sudah masuk ke akunmu dan sudah berada di halaman beranda.

Langkah 2 — Ketuk tab Market, lalu cari ETH

Di halaman market, gunakan kolom pencarian untuk menemukan Ethereum. Ketuk ETH/IDR untuk masuk ke halaman tradingnya.

Langkah 3 — Ketuk tombol Buy

Di halaman market ETH/IDR, ketuk tombol Buy yang ada di bagian bawah layar.

Beli Ethereum Indodax 3

Langkah 4 — Pilih tipe order dan masukkan nominal

Sama seperti di web, pilih tipe order (Market atau Limit), lalu masukkan nominal Rupiah atau jumlah ETH yang ingin dibeli.

Langkah 5 — Konfirmasi pembelian

Periksa detailnya, lalu ketuk Buy ETH untuk mengeksekusi order. Dalam hitungan detik, ETH sudah masuk ke wallet Indodax kamu.

Beli Ethereum Indodax 5

Perbedaan market order vs limit order

Ini adalah pertanyaan yang hampir selalu muncul dari pemula, jadi saya jelaskan di bagian tersendiri.

Market Order artinya kamu membeli ETH di harga pasar yang berlaku saat itu juga. Prosesnya instan — begitu kamu klik beli, langsung jadi. Kekurangannya, harga yang kamu dapat bisa sedikit berbeda dari yang tertera di layar karena harga pasar bergerak terus setiap detik. Tapi selisihnya biasanya tidak signifikan.

Limit Order artinya kamu menentukan sendiri di harga berapa kamu mau beli ETH. Misalnya, harga ETH saat ini Rp55 juta, tapi kamu hanya mau beli kalau harganya turun ke Rp52 juta. Kamu bisa pasang limit order di harga Rp52 juta, dan pesanan itu akan dieksekusi otomatis ketika harga ETH menyentuh angka tersebut. Kalau harga tidak pernah turun sampai sana, pesanan tidak akan terpenuhi.

Untuk pemula, saya sarankan mulai dengan Market Order. Prosesnya lebih simpel, tidak perlu menganalisis harga, dan ETH langsung masuk ke wallet kamu tanpa perlu menunggu. Setelah lebih familiar dengan cara kerja exchange, baru coba eksplorasi Limit Order.

Berapa modal minimal untuk beli Ethereum di Indodax?

Kabar baiknya, kamu tidak perlu membeli 1 ETH penuh untuk bisa punya Ethereum. ETH bisa dibeli dalam satuan yang sangat kecil — bahkan pecahan ribuan dari 1 ETH pun bisa.

Minimal pembelian ETH di Indodax adalah Rp50.000. Jadi dengan modal segitu, kamu sudah bisa mulai menyimpan ETH.

Sebagai ilustrasi: misalkan harga 1 ETH saat ini adalah Rp[harga ETH saat ini]. Maka dengan Rp100.000, kamu akan mendapatkan sekitar [hitung: 100.000 / harga ETH] ETH. Angkanya memang kecil, tapi itulah yang namanya mulai dari kecil — dan ini lebih baik daripada tidak mulai sama sekali.

Catatan: Isi placeholder di atas dengan harga ETH terkini sebelum artikel dipublish.

Biaya dan fee pembelian Ethereum di Indodax

Setiap transaksi di Indodax dikenakan biaya trading. Berdasarkan informasi yang tersedia, biaya untuk taker (orang yang langsung membeli di harga pasar, alias Market Order) adalah 0,51% dari total transaksi.

Sebagai contoh perhitungan nyata: kalau kamu beli ETH senilai Rp500.000, maka biaya tradingnya adalah:

Rp500.000 × 0,51% = Rp2.550

Jadi total yang keluar dari saldo Rupiahmu adalah Rp502.550, dengan ETH senilai Rp500.000 yang masuk ke wallet.

Untuk Limit Order, biayanya berbeda — Indodax menerapkan biaya 0% untuk maker (orang yang memasang order di order book dan menunggu). Ini salah satu keuntungan belajar menggunakan Limit Order setelah kamu lebih familiar dengan cara kerja trading.

Apa yang harus dilakukan setelah Beli Ethereum?

Ini bagian yang sering dilewatkan oleh panduan-panduan lain, padahal penting untuk dipikirkan sejak awal.

Simpan di Indodax — Pilihan ini cocok untuk Sobat Androbuntu yang masih baru dan berencana menyimpan ETH dalam jangka pendek hingga menengah. Indodax menyimpan aset kamu di sistem mereka, dan kamu bisa menjualnya kapan saja langsung dari aplikasi. Mudah dan praktis.

Transfer ke wallet pribadi — Kalau kamu berencana menyimpan ETH dalam jangka panjang, ada baiknya kamu pindahkan ke wallet pribadi seperti MetaMask. Prinsipnya sederhana: di wallet pribadi, kamu yang pegang kunci, bukan exchange. Ini membuat asetmu tidak terpengaruh jika terjadi sesuatu dengan platform exchange. Untuk cara melakukannya, kamu bisa cek artikel cara mengirim koin dari Trust Wallet ke Indodax sebagai referensi cara kerja transfer antar wallet — konsepnya serupa.

Pantau harga ETH secara berkala — Kamu tidak perlu memantau harga setiap jam, bahkan ini justru tidak disarankan karena bisa bikin stres. Cukup cek beberapa kali dalam seminggu untuk melihat tren secara umum.

Jangan panik saat harga turun — Ini nasihat yang terdengar klise tapi nyatanya paling sulit dijalankan. Harga crypto memang bergerak naik turun dengan cepat. Kalau kamu beli ETH hari ini dan besok harganya turun 10%, itu bukan berarti kamu harus langsung jual. Volatilitas adalah karakter bawaan dari aset ini, bukan anomali.

Tips penting untuk pemula yang baru beli Ethereum

Jangan investasi lebih dari yang sanggup kamu tanggung jika nilainya jadi nol. Ini bukan berlebihan — aset crypto memang punya risiko itu. Mulailah dari jumlah kecil yang tidak akan mengganggu kondisi keuanganmu jika sesuatu yang buruk terjadi.

Gunakan strategi DCA (Dollar Cost Averaging). Alih-alih beli ETH dalam satu waktu sekaligus, coba beli secara rutin dalam jumlah kecil setiap minggu atau setiap bulan. Dengan cara ini, kamu tidak perlu pusing menebak kapan harga paling bawah — karena rata-rata harga belimu akan terbentuk secara alami dari waktu ke waktu.

Aktifkan Google Authenticator (2FA) di akun Indodax kamu. Ini lapisan keamanan tambahan yang wajib diaktifkan. Tanpa 2FA, akun kamu lebih rentan terhadap akses yang tidak sah. Panduan cara mengaktifkannya bisa kamu cari di artikel keamanan akun Indodax di androbuntu.com/category/cryptocurrency/.

Hati-hati dengan janji keuntungan pasti. Jika ada seseorang atau grup yang menjanjikan profit tetap setiap bulan dari investasi ETH atau crypto lainnya, itu hampir pasti penipuan. Tidak ada yang bisa menjamin keuntungan di pasar crypto, bahkan trader profesional sekalipun.

Pertanyaan yang sering ditanyakan (FAQ)

Apakah beli Ethereum di Indodax aman?

Aman, selama kamu menggunakan akun Indodax resmi dan mengaktifkan fitur keamanan seperti 2FA. Indodax sudah terdaftar di Bappebti dan sudah beroperasi sejak lama di Indonesia. Seperti exchange lokal lainnya yang dibahas di artikel Pintu vs Indodax ini, semua exchange lokal yang terdaftar di Bappebti memang lebih dianjurkan untuk pengguna Indonesia.

Berapa lama proses pembelian ETH di Indodax?

Jika menggunakan Market Order, proses pembelian hampir instan — ETH langsung masuk ke wallet Indodax kamu dalam hitungan detik setelah order dikonfirmasi.

Bisakah saya jual kembali ETH yang sudah dibeli?

Bisa. Proses menjual ETH di Indodax sama persis seperti membelinya, hanya saja kamu pilih tab Sell alih-alih Buy. Hasil penjualan akan masuk ke saldo Rupiah di akunmu, dan bisa kamu tarik ke rekening bank kapan saja.

Apakah ETH yang ada di Indodax bisa dikirim ke MetaMask?

Bisa. Kamu cukup menyalin alamat wallet Ethereum di MetaMask, lalu gunakan fitur withdraw/kirim di Indodax untuk mengirimkan ETH ke alamat tersebut. Pastikan kamu memilih jaringan yang benar (ERC-20 / Ethereum Mainnet) agar tidak salah kirim. Cara melihat alamat wallet di Indodax bisa kamu baca di artikel cara melihat alamat wallet di akun Indodax.

Apa bedanya beli ETH di Indodax vs di exchange luar negeri?

Perbedaan utamanya ada di kemudahan deposit dan penarikan dana. Di Indodax, kamu bisa deposit dan tarik dana langsung dalam Rupiah ke rekening bank Indonesia. Di exchange luar seperti Binance, prosesnya lebih rumit dan melibatkan konversi mata uang atau metode penarikan alternatif. Untuk pemula, Indodax jelas jauh lebih praktis. Tapi kalau kamu ingin membeli token-token yang belum tersedia di exchange lokal, exchange luar bisa jadi pilihan tambahan — seperti yang saya bahas di artikel apa itu DEX dan bedanya dengan CEX.

Penutup

Membeli Ethereum di Indodax sejatinya tidak serumit yang dibayangkan. Daftar akun, verifikasi KYC, deposit Rupiah, beli ETH — itu intinya.

Yang lebih penting dari langkah teknisnya adalah mindset yang kamu bawa. Investasi di Ethereum — atau aset crypto mana pun — butuh kesabaran. Harga tidak akan naik setiap hari, dan pasti akan ada periode turun yang membuat tidak nyaman. Tapi itulah bagian dari prosesnya.

Mulai dari kecil, belajar terus, dan jangan berhenti membaca. Kalau kamu ingin melanjutkan perjalanan di dunia crypto, beberapa artikel berikut mungkin relevan untuk kamu baca selanjutnya:

Selamat mencoba, Sobat Androbuntu. Semoga investasimu tumbuh dengan baik.

Tidak punya banyak waktu?
Minta AI untuk meringkas artikel ini

Perplexity Pro

Perplexity Pro
Rp 69.000

ChatGPT Pro

ChatGPT Pro
Rp 70.000

Gemini Ultra

Gemini Ultra
Rp 80.000

Samsung Galaxy A26 5G

Samsung Galaxy A26 5G
Rp 3.999.000

Praktisi cryptocurrency berpengalaman yang memulai perjalanan investasi Bitcoin harganya masih Rp 5 juta per koin. Sudah pernah melewati berbagai siklus bull dan bear market sejak 2013, termasuk mengalami floating loss hingga 50% dan meraih profit berkali lipat, ia memahami dinamika pasar crypto dari pengalaman nyata—bukan sekadar teori. Lebih dari sekadar investor, ia mendalami aspek teknis blockchain dan konsisten mengikuti perkembangan ekosistem cryptocurrency secara menyeluruh. Kini fokus pada strategi investasi Bitcoin jangka panjang, berbagi pengetahuan teknis mulai dari cara kerja Bitcoin, teknologi blockchain, hingga tutorial praktis penggunaan wallet dan exchange melalui blog ini. Semua konten ditulis berdasarkan riset mendalam dan pengalaman langsung untuk membantu pembaca memahami dunia cryptocurrency dengan lebih baik. Konten di blog ini bersifat edukatif dan bukan merupakan ajakan atau saran investasi—selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan finansial.