5 Hal sepele yang membuat datamu dipakai untuk melatih AI
- Hampir semua yang kamu unggah ke internet, mulai dari foto, komentar hingga tulisan di web terbuka, kemungkinan telah dipakai perusahaan AI untuk melatih model mereka, bahkan tanpa sepengetahuan kamu.
- Sosial media seperti Facebook, Instagram, X/Twitter dan chatbot seperti ChatGPT dan Gemini menggunakan data penggunanya untuk melatih model AI mereka.
- Kamu dapat mengurasi risiko ini dengan tidak membagikan data sensitif, mematikan pengaturran training di chatbot dan tidak menggunakan AI untuk curhat dan konsultasi hal-hal pribadi.
AI membutuhkan banyak sekali data untuk pelatihan. Sebagian besar mereka dapatkan dari internet secara “gratis”. Sebagian lagi mereka dapatkan dengan cara abu-abu, contohnya adalah dengan memindai jutaan buku seperti yang dilakukan oleh Anthropic.
Data dan informasi yang kamu unggah di internet kemungkinan besar juga digunakan oleh AI untuk melati model mereka. Semua foto yang kamu unggah ke sosial media, semua komentar yang kamu ketik di postingan orang lain, hingga interaksi kamu dengna teman di sosial media, kemungkinan besar telahh dijadikan bahan pelatihan oleh AI.
Sadar ataupun tidak, saat ini banyak sekali bot perayap dari perusahaan AI yang merayapi halaman sosial media, blog, website, forum dan tempat terbuka di internet lainnya. Berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin kamu anggap “sepele” namun faktanya secara tidak sadar data-data kamu telah digunakan untuk melatih AI.
Posting di Facebook dan Instagram

Suda menjadi rahasia umum bahwa Meta merupakan perusaaan yang tidak terlalu menghormati privasi para penggunanya. Meta menggunakan foto pengguna Instagram dan Facebook untuk melatih model AI mereka.
Tidak hanya foto postingan dan foto publik saja, tapi juga komentar yang kamu tinggalkan di postingan orang lain, mereka dapat menggunakannya untuk melati seluruh model AI mereka.
Ini tidak hanya berlaku untuk profil yang aktif menggunakan Facebook serta Instagram, jika kamu punya akun Facebook dan Instagram namun lama tidak menggunakannya, data kamu mungkin tetap digunakan untuk melatih model AI mereka.
Meta mengatakan bahwa mereka tidak menggunakan konten yang dikirim dari pesan pribadi untuk melatih AI mereka. Postingan yang hanya ditujukan ke teman dan akun Instagram private juga tidak digunakan untuk melatih AI.
Tapi jika akun kamu private dan meninggalkan komentar di postingan orang lain, itu tetap akan digunakan untuk melatih AI.
Posting di X/Twitter

Ini sebenarnya bukanlah hal yang mengejutkan. Jika Meta dapat menggunakan data pengguna Facebook dan Instagram untuk melatih model AI mereka, kenapa tidak dengan X (sebelumnya Twitter)?
X punya AI mereka sendiri yang disebut dengan Grok. Semua informasi yang dibagikan penggunanya secara publik, dapat digunakan untuk melatih model AI Grok. Ini bahkan termasuk nama dan bio akun kamu. Semua percakapan yang kamu lakukan dengan Grok juga akan digunakan untuk data training.
Jika kamu ingin menolak hal ini, ada dua cara yang bisa dilakukan.
Percakapan kamu dengan AI chatbot

Tentu saja Grok bukan satu-satunya AI yang menggunakan riwayat percakapan untuk melatih modelnya. Hampir semua AI chatbot yang ada saat ini melakukan hal yang sama. Mulai dari ChatGPT hingga Gemini.
ChatGPT dan Gemini bahkan secara default menggunakan data percakapan untuk melati model AI mereka. Kamu perlu mengganti pengaturan default tersebut jika ingin menghentikannya.
Di ChatGPT, masuk ke menu Pengaturan > Riwayat dan data lalu nonaktifkan Tingkatkan model untuk semua orang. Untuk Gemini, masuk ke Pengaturan > Aktivitas Aplikasi Gemini lalu nonaktifkan Tingkatkan layanan Google dengan audio kamu dan Gemini Live video & screenshares.
Jika kamu menggunakan Claude, kamu tidak perlu mengubah pengaturan apapun karena secara default Antrophic memang tidak mengaktifkan ini.
Namun ada satu hal yang perlu kamu ketahui, walaupun sudah menonaktifkan pilihan diatas, tidak ada jaminan bahwa Google dan OpenAI tidak menggunakan data kamu untuk melatih model AI mereka.
Fitur AI di aplikasi lain

Beberapa tahun belakangan ini AI menjadi salah satu buzzword di banyak media. Banyak pengembang aplikasi yang menanamkan fitur AI ke aplikasi-aplikasi buatan mereka. Beberapa memang relevan dan membuatnya menjadi semakin menarik, sebagian lain justru terlalu dipaksakan.
Jika kamu menggunakan aplikasi yang ada fitur AI didalamnya, maka kemungkinan besar semua yang kamu lakukan dengan fitur AI tersebut akan dijadikan sebagai data pelatihan AI. Contohnya adalah fitur AI di Notion, di SwiftKey dan masih banyak lagi.
Banyak diantara pengembang aplikasi tersebut yang tidak benar-benar membuat model AI sendiri. Mereka hanya memanfaatkan API dari model AI lain yang sudah ada, misalnya ChatGPT, Gemini dan lainnya.
Dan menggunakan fitur-fitur AI ini berarti semua yang kamu lakukan didalamnya akan dikirim ke server mereka untuk dijadikan data pelatihan.
Semua yang kamu publikasikan di web terbuka

Tidak hanya data-data yang kamu bagikan di aplikasi HP Android dan iPhone, tapi juga data-data yang kamu bagikan di web terbuka, semuanya sekarang dikumpulkan oleh AI. Seperti misalnya artikel yang sedang kamu baca di Androbuntu.com ini, juga sudah pasti digunakan oleh AI untuk melatih model bahasa mereka.
Jika kamu menulis artikel di blog pribadi, atau di situs seperti Kompasiana, WordPress, blogspot dan lainnya, semua tulisan kamu akan di “scrap” oleh AI. Ini adalah hal yang tidak terhindarkan.
Kebutuhan akan data baru dan data yang lebih baik begitu besar oleh model AI. Mereka akan melakukan apapun untuk mendapatkan data sebanyak mungkin, termasuk merayapi semua yang bisa ditemukan di web terbuka.
Hal-hal yang bisa kamu lakukan (tidak signifikan, tapi layak dilakukan)
Jika kamu khawatir data-data pribadi kamu digunakan untuk melatih AI, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mencegahnya. Pertama, jika kamu memang harus menggunakan sosial media seperti Instagram, TikTok dan Twitter, jangan pernah membagikan informasi yang sangat sensitif.
Jangan pernah membagikan foto KTP, Kartu Keluarga, dan dokumen-dokumen penting lainnya. Hindari untuk menggunakan tanggal lahir asli saat mendaftar sosial media tersebut. Jika memungkinkan, atur profil kamu menjadi privat agar lebih sulit untuk dipindai oleh AI (walaupun bukan jaminan).
Ketika menggunakan chatbot AI seperti ChatGPT dan Gemini, sebisa mungkin untuk tidak pernah menggunakan identitas asli kamu saat mendaftar. Jangan pernah memberikan informasi pribadi ke ChatGPT dan Gemini saat menggunakannya.
Hanya gunakan AI untuk hal-hal bermanfaat dan menghasilkan sesuatu. Misalnya untuk brainstorm ide konten, mempelajari skill baru, atau semacamnya. Jangan pernah menggunakan AI sebagai teman ngobrol atau curhat. Apalagi berkonsultasi masalah kesehatan dan hal-hal pribadi lainnya.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah data akun Instagram dan Facebook private saya tetap dipakai untuk melatih AI?
Postingan yang ditujukan untuk teman dan akun Instagram private memang tidak dipakai, begitu juga dengan pesan pribadi. Tapi jika kamu menulis komentar di postingan pengguna lain, komentar itu tetap dapat digunakan untuk melatih AI milik Meta, walaupun kamu menggunakan akun private.
Apakah akun yang sudah lama tidak digunakan juga aman dari pelatihan AI?
Belum tentu. Walaupun akun lama kamu sudah tidak pernah digunakan, datanya tetap masih mungkin digunakan untuk melatih AI buatan Meta.
Bagaimana cara menghentikan ChatGPT dan Gemini memakai perackapan saya untuk training?
Di aplikasi ChatGPT, masuk ke menu Pengaturan, pilih Riwayat dan data kemudian nonaktifkan pilihan Tingkatkan model untuk semua orang. Di Gemini, masuk ke Pengaturan, pilih Aktivitas Aplikasi Gemini, kemudian nonaktifkan opsi Tingkatkan layanan Google dengan audio kamu dan Gemini Live video dan screenshares.
Apakah fitur AI di aplikasi lain juga menggunakan data saya untuk pelatihan?
Kemungkinan besar iya. Banyak aplikasi yang hanya menggunakan API dari perusahaan lain seperti OpenAI dan Google. Karenanya data kamu mungkin digunakan sebagai data pelatihan AI mereka.
Apakah tulisan di blog dan website pribadi dapat dihindarkan dari pemindaian AI?
Sayangnya sulit. Kecuali jika kamu menyeting agar blog atau website kamu tidak dapat dirayapi oleh mesin pencari dan bot.