5 Aplikasi Browser Anti Blokir Terbaik untuk HP Android

5 Aplikasi Browser Anti Blokir Terbaik untuk HP Android

Poin Penting
  • Tor Browser cocok untuk kamu yang ingin kendali penuh atas privasi
  • Firefox adalah pilihan yang bijak untuk kamu yang ingin keseimbangan antara privasi dan kemudahan penggunaan
  • Kiwi dan Yandex Browser layak dicoba walaupun belum populer di Indonesia

Saat ini ada cukup banyak situs yang diblokir di Indonesia — mulai dari yang diblokir oleh Kominfo karena konten tertentu, hingga yang sebenarnya tidak berbahaya tapi masuk daftar hitam karena alasan yang tidak terlalu jelas. Jadi, ketika kita mencoba untuk mengaksesnya, situs tersebut tidak akan dapat dibuka.

Terkadang akan muncul tulisan “Situs ini tidak dapat dijangkau” atau semacamnya. Terkadang browser hanya akan menampilkan tampilan putih tanpa pesan error apapun — yang justru lebih membingungkan.

Pemblokiran di Indonesia umumnya bekerja di level DNS. Artinya, ISP mengarahkan ulang permintaan DNS kamu ke server mereka, yang kemudian mengembalikan halaman blokir. Inilah kenapa sekadar mengganti DNS ke 8.8.8.8 pun kadang sudah cukup untuk membuka beberapa situs — tapi bukan semua. Untuk pemblokiran yang lebih dalam (berbasis IP atau DPI), kamu butuh solusi yang lebih kuat, seperti VPN atau jaringan Tor.

Nah, untuk mengatasi hal tersebut, ada beberapa cara yang dapat Sobat Androbuntu gunakan langsung dari browser-nya. Salah satunya adalah dengan menggunakan aplikasi browser anti blokir yang akan saya bahas di bawah ini.

Baca juga: 10 Browser Tercepat untuk Android

1. Tor Browser

Tor Browser by Androbuntu

Jika kalian menginginkan browser yang dapat digunakan untuk mengunjungi semua situs tanpa terkecuali, maka Tor Browser merupakan pilihan yang tepat. Dengan browser ini, kalian tidak perlu mengunduh aplikasi tambahan apapun untuk membuka situs-situs yang diblokir.

Seperti namanya, browser ini dilengkapi dengan jaringan Tor (The Onion Router) yang cara kerjanya cukup unik: traffic internet kamu dienkripsi berlapis-lapis dan dilewatkan melalui minimal tiga node berbeda di seluruh dunia sebelum sampai ke tujuan. Setiap node hanya tahu node sebelum dan sesudahnya — tidak ada satupun yang tahu sekaligus siapa pengirimnya dan mau ke mana. Ini yang membuat Tor jauh lebih privat dibandingkan VPN biasa, sekaligus hampir mustahil diblokir sepenuhnya oleh ISP.

Tor Browser menggunakan Firefox sebagai basisnya. Jadi tampilannya sangat mirip dengan Firefox, hanya saja ada beberapa fitur dan menu tambahan yang tidak ada di Firefox — termasuk kontrol level keamanan (Standard, Safer, Safest) yang memengaruhi apakah JavaScript dan media tertentu dijalankan atau tidak.

Konsekuensinya: kecepatan browsing memang lebih lambat dibandingkan browser biasa, karena traffic harus melewati beberapa hop. Tor Browser bukan pilihan ideal untuk streaming atau download besar, tapi untuk sekadar mengakses situs yang diblokir atau membutuhkan privasi tinggi, tidak ada yang mengalahkannya.

2. Opera

Opera merupakan nama yang sudah lama dikenal oleh para pengguna internet. Perusahaan ini sudah membuat browser sejak era ponsel java — jauh sebelum Android ada.

Kini seiring dengan berkembangnya HP, mereka juga membuat browser khusus untuk Android dan iPhone. Opera kini juga dilengkapi dengan fitur VPN bawaan yang dapat kita aktifkan kapan saja langsung dari menu utama browser.

Dengan mengaktifkan fitur ini, kita dapat mengunjungi situs-situs yang tadinya diblokir di Indonesia seperti Reddit atau yang lainnya. Yang perlu diketahui, VPN Opera sebenarnya lebih tepat disebut sebagai proxy terenkripsi — bukan VPN full-tunnel seperti yang ditawarkan layanan berbayar. Traffic yang dilewatkan hanya dari browser Opera itu sendiri, bukan dari seluruh koneksi perangkat. Untuk kebutuhan membuka situs yang diblokir via browser, ini sudah lebih dari cukup.

Dan yang paling menarik adalah, fitur ini merupakan fitur gratis untuk semua pengguna Opera tanpa batasan bandwidth — sesuatu yang cukup langka di antara browser mainstream lainnya.

3. Mozilla Firefox

browser mozilla firefox

Rasanya kurang lengkap jika saya belum merekomendasikan Firefox dalam artikel ini. Ini merupakan browser populer yang disukai oleh jutaan pengguna dari seluruh dunia, dan salah satu dari sedikit browser mobile yang benar-benar mendukung ekstensi.

Sama seperti Opera, Mozilla Firefox kini juga dilengkapi dengan fitur VPN. Hanya saja, fitur VPN ini merupakan fitur berbayar dari Mozilla VPN.

Tapi tenang saja, sebagai gantinya, kalian dapat memasang ekstensi VPN pihak ketiga di Firefox seperti Proton VPN. Caranya: buka Firefox, masuk ke menu pengaturan, lalu pilih Add-ons. Dari sini kamu bisa langsung mencari dan memasang ekstensi — sama seperti di versi desktopnya. Setelah ekstensi aktif, Firefox di Android sudah bisa digunakan untuk mengunjungi semua situs yang diblokir.

Kelebihan pendekatan ini dibanding Opera: kamu bisa memilih server VPN secara spesifik berdasarkan negara, yang berguna jika kamu butuh akses ke konten geo-restricted tertentu — bukan sekadar melewati pemblokiran lokal.

4. Kiwi Browser

Kiwi merupakan browser untuk Android berbasis Chromium, namun menariknya adalah di browser ini kita dapat mengunduh ekstensi Chrome — sesuatu yang tidak bisa dilakukan di Chrome Android versi resminya.

Untuk mengunduh ekstensi, ketuk tombol titik tiga yang ada di Kiwi Browser, lalu masuk ke menu Extensions. Kemudian cari ekstensi dari Chrome Web Store yang kamu inginkan.

Seperti yang kita ketahui, di Chrome Web Store ada banyak sekali ekstensi VPN dan proxy yang dapat digunakan untuk membuka blokir situs — mulai dari Browsec, ZenMate, hingga Windscribe yang menyediakan kuota gratis bulanan. Kompatibilitas ekstensi Chrome di Kiwi terbilang cukup baik untuk browser semacamnya, meski sesekali ada ekstensi tertentu yang tidak bekerja sempurna.

Satu hal yang perlu dicatat: Kiwi Browser dikembangkan oleh tim kecil (sebagian besar oleh satu developer), sehingga update-nya tidak selalu secepat Chromium upstream. Jika kamu mengandalkan Kiwi untuk kebutuhan sehari-hari, pantau versinya secara berkala.

5. Yandex Browser

Yandex Browser memang belum begitu dikenal di Indonesia. Namun aplikasi ini cukup nyaman untuk digunakan karena masih berbasis Chromium — sama seperti Kiwi dan Opera — sehingga performa dan kompatibilitas situsnya tidak jauh berbeda dari Chrome.

Agar Yandex Browser dapat digunakan sebagai aplikasi anti blokir, kalian dapat menggunakan proxy seperti Proxyium, BlockAway, dan CroxyProxy. Caranya sederhana: buka salah satu layanan proxy tersebut melalui Yandex Browser, lalu masukkan URL situs yang ingin dikunjungi. Dengan begitu, Yandex Browser dapat membuka semua situs yang diblokir di Indonesia tanpa perlu instalasi apapun.

Sebagai tambahan, browser ini menggunakan mesin pencari Yandex secara default. Jika kalian ingin menggantinya menjadi Google, kalian dapat menggantinya melalui menu pengaturan di bagian Search Engine.

Mana yang Harus Dipilih?

Setiap opsi di atas punya trade-off masing-masing:

  • Privasi paling tinggi → Tor Browser, tapi siap-siap dengan kecepatan yang lebih lambat.
  • Paling praktis tanpa setup → Opera, aktifkan VPN bawaan dan langsung jalan.
  • Paling fleksibel → Firefox atau Kiwi, karena dukungan ekstensinya membuka banyak kemungkinan.
  • Tanpa install apapun → Yandex + proxy web, cocok untuk akses sekali-sekali.

Yang paling penting: pemblokiran situs bukan berarti konten tersebut berbahaya. Banyak situs yang terblokir justru karena sistem filter yang terlalu agresif atau kurang presisi. Menggunakan browser anti blokir adalah hak pengguna untuk mengakses informasi secara bebas dan bertanggung jawab.

Androbuntu

2308 artikel

Androbuntu adalah media online yang fokus membahas perkembangan gadget, serta tips dan trik cara menggunakannya. Sejak tahun 2017, Androbuntu telah dibaca lebih dari 30 juta kali.

Tidak punya banyak waktu?
Minta AI untuk meringkas artikel ini